Cara menyikat gigi yang benar perlu diketahui untuk mencegah bau mulut dan gigi berlubang. Menggosok gigi yang salah bisa membuat gigi terasa sakit dan ngilu. Cara menggosok gigi yang benar harus memperhatikan durasi menyikat gigi, jenis sikat gigi, pasta gigi, hingga kondisi perawatan gigi.
25 Apr 2023
Ditinjau oleh dr. Reni Utari
Cara menyikat gigi yang benar bisa mencegah gigi berlubang
Table of Content
Cara menyikat gigi yang benar perlu dilakukan agar gigi dan jaringan di rongga mulut bisa terhindar dari penyakit. Tidak hanya menggosokkan sikat ke permukaan gigi, saat menyikat gigi, Anda perlu memerhatikan arah sikat, jenis sikat yang digunakan, hingga waktu yang paling tepat untuk melakukannya.
Advertisement
Menggosok gigi mungkin dianggap sepele. Namun di saat yang bersamaan, Teknik menyikat gigi dianggap bisa menyelesaikan semua permasalahan rongga mulut. Tidak banyak orang yang tahu, bahwa cara menyikat gigi yang benar perlu dilakukan, agar manfaatnya bisa didapatkan secara maksimal.
Baca Juga
Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan untuk melakukan cara menggosok gigi yang benar, yaitu:
Berapa kali sikat gigi dalam sehari? Menurut ahli, sikat gigi sebaiknya dilakukan minimal 2-3 kali sehari, dan ternyata bukan saat mandi. Sikatlah gigi minimal setelah sarapan dan sebelum tidur. Lebih baik lagi, jika Anda bisa menyikat gigi setiap selesai makan.
Pertama, Anda perlu memperhatikan jenis sikat gigi yang digunakan. Anda disarankan untuk menggunakan sikat gigi berbulu halus, dengan gagang lurus. Bulu sikat gigi yang terlalu kasar, berisiko membuat gusi terluka.
Terlepas dari banyaknya janji dari iklan di televisi, sikat gigi masih sulit untuk menjangkau area sela-sela gigi. Sehingga, meski sudah rajin menyikat gigi, Anda masih berisiko mengalami gigi berlubang, dari bakteri dan sisa makanan yang menumpuk di sela-sela gigi, yang tidak terjangkau sikat.
Untuk itulah benang gigi atau dental floss perlu digunakan, agar rongga mulut Anda bisa bersih secara maksimal. Gunakanlah benang gigi sebelum Anda menyikat gigi.
Untuk mencegah gigi berlubang, gunakanlah pasta gigi yang mengandung fluoride. Jika gigi Anda sensitif, Anda bisa menggunakan pasta gigi khusus gigi sensitif.
Jika memungkinkan, hindari menggunakan pasta gigi dengan kandungan detergen (yang bisa menghasilkan banyak busa). Detergen, apabila digunakan dalam jangka panjang, lama-kelamaan bisa mengikis permukaan gigi.
Kebanyakan orang menggerakkan sikat dari kiri ke kanan atau sebaliknya, saat menyikat gigi. Padahal, hal tersebut tidaklah tepat. Menggerakkan sikat dari atas ke bawah pun, tidak selalu tepat.
Cara menggosok gigi yang benar adalah dengan mengikuti arah dari gusi ke gigi. Sehingga, untuk gigi atas arahkan, sikat dari atas ke bawah. Untuk gigi bawah, arahkan sikat dari bawah ke atas.
Menyikat gigi dengan arah menyamping, terutama jika dilakukan dengan sikat gigi yang berbulu keras, akan mengikis permukaan gigi, dan membuat ngilu. Sementara itu, menyikat gigi dengan arah dari atas ke bawah, tidak tepat jika dilakukan pada gigi bawah, karena bisa menekan gusi. Hal ini akan membuat permukaan gigi yang sensitif, menjadi terbuka.
Masih banyak yang tidak teliti saat menyikat gigi, sehingga ada saja permukaan gigi, yang sebenarnya belum terjangkau sikat. Menyikat gigi tidak hanya perlu dilakukan untuk permukaan yang terlihat saat tersenyum.
Semua permukaan, seperti permukaan gigi yang menghadap lidah dan langit-langit mulut, juga perlu dibersihkan. Selain itu, gigi geraham, hingga geraham bungsu (jika tumbuh), perlu dibersihkan dengan teliti, hingga benar-benar bersih.
Jangan menggosok gigi terlalu cepat. Jika terlalu cepat, Anda belum menjangkau semua permukaan, dan kemungkinan masih banyak bakteri yang tersisa. Gosoklah gigi setidaknya selama dua atau tiga menit.
Sumber bau mulut tidak hanya dari gigi yang kotor, tapi juga dari lidah yang tidak bersih. Meski gigi sudah disikat hingga bersih, jika lidah Anda masih kotor, maka mulut akan tetap berbau.
Gunakanlah pembersih lidah khusus yang banyak dijual di pasaran. Anda juga bisa menggunakan sikat gigi berbulu lembut, dan menyapukan bulu sikat secara perlahan ke permukaan lidah, tanpa menggunakan pasta gigi.
Setelah selesai mempraktikkan cara menyikat gigi yang benar, Anda juga disarankan untuk berkumur dengan obat kumur. Pilihlah obat kumur yang tidak mengandung alkohol.
Bagi sebagian orang, kandungan alkohol pada obat kumur, tidak akan berpengaruh. Namun, pada orang lainnya, kandungan alkohol bisa membuat rongga mulut terasa perih, dan menimbulkan iritasi.
Hal yang satu ini tidak kalah penting untuk dilakukan. Gantilah sikat gigi setiap tiga atau empat bulan sekali. Sikat gigi yang sudah rusak, tidak akan bisa membersihkan gigi secara efektif. Selain itu, sikat gigi yang sudah lama, juga akan menyimpan tumpukan bakteri.
Baca juga: Penyebab Gusi Berdarah saat Sikat Gigi dan Cara Mengobatinya
Untuk anak-anak, langkah-langkah yang dilakukan sebenarnya tidak jauh berbeda. Hanya saja, ada beberapa hal yang perlu jadi perhatian, yaitu:
Pasta gigi untuk anak dan dewasa, memiliki konsentrasi bahan yang berbeda. Bahan yang terdapat di pasta gigi orang dewasa, bisa terlalu keras apabila digunakan untuk anak-anak, terutama yang masih berusia balita. Oleh karena itu, pilihlah pasta gigi khusus anak.
Anak tidak perlu menggunakan pasta gigi hingga menutupi seluruh permukaan sikat. Pasta gigi sebesar biji jagung di ujung sikat, sudah cukup membersihkan permukaan gigi anak.
Gunakan sikat gigi khusus untuk anak yang berukuran lebih kecil, sehingga lebih mudah menjangkau seluruh permukaan gigi. Menggunakan sikat gigi yang terlalu besar, berisiko membuat anak tersedak.
Jika belum bisa menyikat giginya sendiri, Anda bisa membantu Si Kecil dengan memangkunya saat menyikat gigi. Anda juga bisa berdiri di belakangnya, sambil menghadap cermin.
Dongakkan kepala anak secara perlahan, agar Anda bisa melihat seluruh permukaan giginya. Lalu, mulailah menyikatnya dengan cara yang benar, seperti dijelaskan di atas.
Setelah menjalani prosedur perawatan seperti tambal lubang atau ekstraksi gigi geraham ketiga (wisdom tooth), cara menggosok gigi harus lebih hati-hati:
Jika Anda sedang dalam perawatan kawat gigi, cara menyikat gigi yang benar juga perlu diperhatikan.
Bagi orang yang menggunakan kawat gigi, tentu perawatan saat membersihkannya juga harus lebih teliti. Tujuannya agar tidak ada sisa makanan atau plak yang menempel di sela-sela kawat gigi. Tahapannya adalah:
Baca juga: Cari Sikat Gigi Behel? Simak Cara Pilih dan Rekomendasi Mereknya
Selain menerapkan cara menyikat gigi yang benar, Anda juga perlu memilih sikat gigi dan pasta gigi yang tepat. Berikut adalah langkah pemilihan yang tepat:
Untuk mengurangi masalah gigi sensitif, pilihlah sikat gigi dengan bulu sikat yang halus dan lembut. Gunakan juga sikat gigi dengan ukuran kepala sikat yang cocok dengan ukuran mulut Anda agar gigi dapat dibersihkan secara menyeluruh.
Selain sikat gigi biasa, Anda juga bisa memilih sikat gigi elektrik. Sikat gigi dengan jenis ini dapat bergerak secara otomatis untuk memudahkan Anda dalam menyikat gigi.
Jenis sikat gigi ini dapat digunakan oleh orang yang sulit menggerakkan tangannya, misalnya karena penyakit arthritis.
Pasta gigi yang ideal umumnya disertai dengan kandungan fluorida (fluoride). Kandungan ini berfungsi sebagai penguat enamel gigi dan mencegah gigi berlubang. Selain itu, Anda juga dapat memilih pasta gigi herbal yang diperkaya akan kandungan ekstrak eucalyptus dan fennel atau adas.
Kedua tanaman herbal tersebut diketahui dapat menghilangkan bau mulut dan menghambat pertumbuhan kuman penyebab infeksi pada gusi dan mulut. Bukan hanya itu saja, kandungan antioksidan pada tanaman ini juga bermanfaat untuk mengurangi peradangan.
Sikat gigi elektrik adalah sikat gigi yang menggunakan listrik dari baterai sebagai daya penggeraknya. Berbeda dengan sikat gigi manual, sikat gigi elektrik akan bergerak dengan sendirinya menjangkau ke area gigi yang diarahkan.
Perbedaan utama sikat gigi elektrik terletak di gerakan sikat gigi tersebut. Jenis sikat gigi elektrik dibagi menjadi empat, yaitu rotary/oscillate, sonic, ultrasonic, ionik.
perbedaan dari keempat jenis sikat gigi elektrik tersebut yang utama adalah pada daya geraknya dan arus listrik yang dipakai.
Manfaat menggunakan sikat gigi elektrik daripada sikat gigi manual untuk membersihkan gigi, di antaranya adalah:
Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa semua manfaat di atas hanya akan didapat jika sikat gigi elektrik digunakan dengan benar. Pastikan untuk selalu membaca cara penggunaan sikat gigi elektrik Anda pada kemasan yang tersedia.
Jangan lagi menyepelekan sikat gigi. Rajin sikat gigi belum tentu mencegah gangguan di rongga mulut, selama Anda belum mempraktikkan cara gosok gigi yang benar. Jangan lupa juga untuk selalu mengunjungi dokter gigi setidaknya setiap enam bulan sekali.
Jika ingin berkonsultasi langsung pada dokter terkait cara menjaga kesehatan gigi dan mulut, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
Advertisement
Referensi
Artikel Terkait
Ada beragam jenis perawatan gigi untuk kecantikan. Sebut saja bleaching, veneer, filling, kawat gigi, root coat treatment, dental crown, implan gigi, dan gum reshaping.
Cara mengatasi sakit gigi setelah ditambal sementara bisa dilakukan dengan mengonsumsi obat pereda nyeri. Namun pada kebanyakan kasus, kondisi ini bisa hilang dengan sendirinya setelah beberapa waktu.
Penyebab gigi keropos adalah rusaknya lapisan gigi akibat bakteri maupun asam. Berbagai faktor, seperti kurang menjaga kebersihan gigi dan mulut, mengonsumsi makanan dan minuman tertentu, hingga asam lambung naik dapat meningkatkan risiko tersebut.
Diskusi Terkait di Forum
Dijawab oleh dr. Liliani Tjikoe
Dijawab oleh dr. Dwiana Ardianti
Dijawab oleh dr. Farahdissa
Advertisement
Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.
© SehatQ, 2023. All Rights Reserved