Mudah dan Praktis, Ini Cara Membuat Kunyit Asam di Rumah

Cara membuat kunyit asam tidak sulit dan bisa dilakukan di rumah
Ilustrasi jamu kulit asam yang sedang dituangkan

Tak sulit menemukan kunyit asam dijajakan di berbagai lapak jamu tradisional. Minuman herbal yang diolah dari campuran kunyit dan asam jawa ini dipercaya mampu mengatasi berbagai masalah kesehatan.

Cara membuat kunyit asam pun relatif mudah sehingga semua orang dapat mengolahnya secara mandiri di rumah. Bagaimana cara membuatnya?

Cara membuat kunyit asam

Salah satu khasiat dari kunyit asam adalah kandungan antioksidan dan antiradang yang bermanfaat untuk mengobati sejumlah penyakit. Untuk mendapatkan manfaatnya secara maksimal, kunyit asam harus diolah dengan langkah-langkah yang benar.

Untungnya minuman tradisional khas Indonesia ini tidak sulit untuk dibuat sendiri di rumah. Dengan membuatnya sendiri, Anda pun dapat memastikan bahan-bahan yang digunakan tetap segar dan layak untuk dipakai. Berikut adalah bahan-bahan yang perlu Anda persiapkan:

  • 1 ons kunyit
  • 1 ons gula aren
  • 1/2 sdt garam
  • 1 bungkus kecil asam jawa
  • 600 ml air.

Selanjutnya, olah bahan-bahan tersebut dengan cara membuat kunyit asam berikut ini:

  • Bersihkan kunyit, lalu blender sampai agak halus
  • Rebus air bersama kunyit yang sudah diblender
  • Campurkan gula merah dan asam jawa
  • Tambahkan garam secukupnya
  • Segelas minuman kunyit asam pun siap dinikmati.

Manfaat kunyit asam bagi kesehatan

Selain mengandung antioksidan, minuman kunyit asam juga mengandung sejumlah manfaat lain bagi kesehatan. Hal ini tak lepas dari khasiat kunyit yang telah terbukti secara ilmiah mengandung curcumin, yaitu sebuah antioksidan kuat yang mampu menetralisir radikal bebas, serta kandungan nutrisi lainnya.

Tidak kalah dengan kunyit, asam jawa juga mengandung berbagai nutrisi dan zat yang bermanfaat bagi tubuh, seperti senyawa antidiabetik, antioksidan, dan antihiperlipidemik.

Berdasarkan kandungannya, berikut manfaat kunyit asam bagi kesehatan:

1. Melindungi tubuh dari radikal bebas

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kunyit dalam kunyit asam mengandung senyawa antioksidan kuat dalam bentuk curcumin, yang mampu menetralisir radikal bebas dan merangsang aktivitas enzim antioksidan di dalam tubuh.

2. Mencegah peradangan

Curcumin juga memiliki sifat antiradang alami yang berperan memblokir molekul NF-kB, yaitu molekul yang dihubungkan dengan berbagai penyakit kronis dan peradangan.

3. Mengurangi risiko gangguan otak

Selain itu, beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa kandungan curcumin di dalam kunyit bermanfaat untuk mengurangi risiko gangguan otak dan dapat meningkatkan kemampuan otak. Meski demikian, dibutuhkan penelitian lebih lanjut soal dampak curcumin pada otak ini.

4. Menurunkan risiko penyakit jantung

Manfaat kunyit lainnya adalah menurunkan risiko penyakit jantung. Kandungan curcumin pada kunyit berperan penting dalam meningkatkan fungsi endotelium atau lapisan pembuluh darah.

Gangguan fungsi endotelium dapat menghambat proses pengaturan tekanan darah, pembekuan darah, serta dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

5. Mencegah kanker

Kandungan curcumin di dalam kunyit juga berperan untuk mencegah kanker, terutama kanker pada sistem pencernaan seperti kanker kolorektal. Meski demikian, dibutuhkan penelitian lebih lanjut soal fungsi curcumin satu ini.

6. Mengurangi risiko depresi

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa kandungan curcumin di dalam kunyit berperan meningkatkan neurotransmitter otak, yakni serotonin dan dopamin, sehingga dapat meringankan gejala depresi.

7. Mengatasi penyakit arthritis

Curcumin juga bermanfaat untuk mengatasi radang sendi, seperti pada penyakit arthritis. Bahkan ada penelitian yang mengungkapkan bahwa fungsi curcumin pada kunyit lebih efektif ketimbang obat antiperadangan.

Meski jamu kunyit asam baik untuk kesehatan, sebaiknya Anda jangan mengonsumsinya secara berlebihan untuk mencegah dampak-dampak buruk yang mungkin terjadi. Selamat mencoba!

Healthline.
https://www.healthline.com/nutrition/top-10-evidence-based-health-benefits-of-turmeric
Diakses pada 10 April 2020

Agritech UGM.
https://jurnal.ugm.ac.id/agritech/article/view/9524/7099
Diakses pada 10 April 2020

Artikel Terkait