Mual, Pusing, dan Lemas Gejala Apa? Ini 9 Kemungkinan Penyebabnya

(0)
25 Sep 2020|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Mual, pusing dan lemas yang terjadi bersamaan dapat disebabkan beragam penyakit.Mual, pusing dan lemas tidak boleh diremehkan, sebab bisa diakibatkan banyak penyakit.
Mual, pusing, dan lemas yang terjadi secara bersamaan, dapat disebabkan oleh berbagai macam penyakit. Mulai dari gula darah rendah, tekanan darah rendah, hingga anemia.Kondisi ini sebaiknya jangan dibiarkan karena berpotensi menyebabkan sejumlah komplikasi yang merugikan. Oleh karena itu, kenali berbagai hal yang bisa menjadi penyebab terjadinya mual, pusing dan lemas secara bersamaan.

Mual, pusing dan lemas, gejala apa?

Gejala mual, pusing, dan lemas kadang bisa terjadi secara bersamaan. Dalam beberapa kasus, ketiganya muncul hanya dalam jangka waktu yang pendek (sementara).Ketiga gejala ini sekilas memang terdengar sepele. Namun, banyak kerugian yang bisa datang jika ketiganya terjadi saat Anda sedang beraktivitas. Misalnya, terjatuh atau mengalami kecelakaan saat sedang berkendara.Maka dari itu, pahamilah berbagai kondisi medis yang dapat menyebabkan mual, pusing, dan lemas secara bersamaan.

1. Gula darah rendah (hipoglikemia)

Gejala mual, pusing dan lemas dapat terjadi saat kadar gula di dalam darah rendah (hipoglikemia). Tubuh membutuhkan gula (glukosa) untuk mendapatkan energi. Jika tubuh kekurangan glukosa, maka pusing dan lemas bisa terjadi.Umumnya, gula darah rendah menjadi efek samping umum dari obat insulin atau obat-obatan yang digunakan untuk menangani diabetes.Gula darah rendah juga bisa terjadi saat Anda belum makan dalam waktu yang lama atau meminum alkohol saat perut kosong.

2. Tekanan darah rendah (hipotensi)

Saat tekanan darah rendah terjadi, maka gejala mual, pusing, dan lemas bisa dirasakan secara bersamaan. Selain itu, tekanan darah rendah juga memiliki gejala lain yang harus diwaspadai:
  • Haus
  • Penglihatan buram
  • Napas cepat
  • Kulit pucat
  • Sulit berkonsentrasi.
Tekanan darah rendah dapat disebabkan banyak penyakit, seperti masalah jantung, cedera serius, kekurangan vitamin, hingga dehidrasi.

3. Sindrom kelelahan kronis

Sindrom kelelahan kronis juga dikenal sebagai myalgic encephalomyelitis. Rasa lelah merupakan gejala utama dari kondisi medis ini.Selain merasa lelah, sindrom kelelahan kronis juga bisa menyebabkan:Gejala-gejalanya dapat bersifat ringan ataupun berat. Umumnya, gejalanya akan semakin parah setelah berolahraga.

4. Anemia defisiensi besi

Kita membutuhkan zat besi untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh. Saat tubuh kekurangan zat besi, maka anemia defisiensi besi dapat terjadi.Selain pusing dan letih, anemia defisiensi besi dapat menyebabkan kulit pucat, sesak napas, nyeri dada, detak jantung cepat, rusaknya kuku, dan rontoknya rambut.Mereka yang vegan/vegetarian, sedang hamil, atau mengalami perdarahan besar, berisiko tinggi menderita anemia defisiensi besi.

5. Gegar otak

Gegar otak adalah cedera kepala yang diakibatkan benturan keras. Kondisi ini dapat menyebabkan cedera yang berlangsung selama beberapa hari atau minggu.Berbagai gejala gegar otak akan muncul beberapa menit setelah mengalami benturan, meliputi:
  • Pusing
  • Lelah
  • Mual dan muntah
  • Kebingungan
  • Hilangnya ingatan
  • Kesulitan menyeimbangkan tubuh
  • Perubahan suasana hati tak menentu
  • Penglihatan buram.
Berbagai gejala gegar otak dapat terjadi secara bersamaan, termasuk mual, pusing dan lemas.

6. Migrain (sakit kepala sebelah)

mual pusing dan lemas bisa disebabkan oleh migrain
Mual, pusing dan lemas bisa disebabkan migrain
Migrain atau sakit kepala sebelah juga bisa menyebabkan mual, pusing dan lemas secara bersamaan. Kondisi ini dapat terjadi selama beberapa jam atau bahkan beberapa hari sehingga berpotensi menggangu aktivitas sehari-hari Anda.Umumnya, sakit kepala sebelah akan ditemani gejala lain, seperti mual dan muntah, hingga sensitif terhadap cahaya.

7. Efek samping obat-obatan

Beberapa obat-obatan dapat memiliki efek samping berupa pusing dan lemas secara bersamaan. Obat-obatan itu meliputi:
  • Antidepresan, seperti fluoxetine dan trazodone
  • Obat antikejang, seperti divalproex, gabapentin, dan pregabalin
  • Obat penurun tekanan darah, seperti diuretik, beta-blockers, dan ACE inhibitors
  • Obat pelemas otot, seperti cyclobenzaprine dan metaxalone
  • Obat tidur, seperti diphenhydramine, temazepam, eszopiclone, dan zolpidem.
Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan di atas dan merasakan mual, pusing dan lemas secara bersamaan, konsultasikan masalah tersebut pada dokter.

8. Neuronitis vestibular

Infeksi seperti flu atau pilek dapat membuat saraf vestibular di dalam telinga mengalami peradangan. Jika sampai saraf vestibular membengkak, maka gejala seperti mual, pusing, dan lemas pun bisa datang.Selain itu, neuronitis vestibular juga bisa menyebabkan penglihatan buram dan sulit berkonsentrasi.

9. Dehidrasi

Dehidrasi terjadi saat tubuh tidak mendapatkan cukup cairan. Hal ini juga bisa terjadi saat Anda kurang minum air putih, terutama di cuaca panas atau sedang berolahraga.Selain pusing dan lemas, dehidrasi juga bisa menyebabkan produksi urine berkurang hingga merasa kebingungan.Untuk mengetahui berbagai penyebab mual, pusing, dan lemas secara bersamaan, datanglah ke dokter. Di rumah sakit, dokter dapat melakukan diagnosis untuk mengetahui penyebab utama dari mual, pusing, dan lemas yang terjadi bersamaan.

Segera ke dokter jika hal ini terjadi

Mual pusing dan lemas tidak boleh diremehkan
Mual, pusing dan lemas tidak boleh diremehkan!
Jika mual, pusing, dan lemas terjadi secara bersamaan, lalu disertai dengan gejala-gejala di bawah ini, segeralah datang ke dokter:
  • Penglihatan buram
  • Buta mendadak
  • Muntah-muntah
  • Jantung berdebar kencang
  • Nyeri dada
  • Kebingungan
  • Demam tinggi
  • Sulit berbicara.
Dokter akan membantu mendiagnosis kondisi yang Anda alami dan menentukan tindakan penanganan yang tepat supaya Anda bisa cepat sembuh.
penyakitmualpusing
Healthline. https://www.healthline.com/health/dizziness-and-fatigue
Diakses pada 11 September 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321045#causes
Diakses pada 11 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait