MPASI Daging Sapi, Kenali 5 Manfaatnya untuk Kesehatan Si Kecil


MPASI daging sapi kaya akan protein, vitamin, dan mineral untuk tumbuh kembang serta daya tahan tubuhnya.

(0)
MPASI daging sapi mengandung protein dan zinc yang baik untuk bayiMPASI daging sapi kaya akan protein dan zinc untuk tumbuh kembang bayi
MPASI daging sapi baik untuk mendukung tumbuh kembang Si Kecil. Sebab, daging sapi mengandung segudang manfaat yang baik untuk kesehatannya. Daging sapi juga relatif mudah didapat dan mudah diolahnya.Lantas, apa saja nutrisi yang terkandung di dalam daging sapi?

Kandungan nutrisi daging sapi

Dalam 1 ons (28,35 gram) daging sapi cincang, ada kalori yang terkandung sebesar 70 kkal. Tidak hanya itu, inilah nutrisi lainnya yang bisa ditemukan pada daging sapi cincang:
  • Air: 17,7 gram
  • Protein: 4,94 gram
  • Lemak: 5,41 gram
  • Kolesterol: 20,1 mg
  • Kalsium: 4,82 mg
  • Zat besi: 0,5 gram
  • Fosfor: 45,4 mg
  • Magnesium: 4,82 mg
  • Kalium: 77,7 mg
  • Zinc: 1,2 mg
  • Selenium: 4,31 mcg
  • Vitamin B3: 1,22 mg
  • Folat: 1,98 mcg
  • Kolin: 16,2 mg
  • Vitamin B12: 0,61 mcg
  • Vitamin A: 1,13
Selain itu, daging sapi cincang juga mengandung vitamin B1, B2, B6, vitamin D, vitamin E, dan vitamin K.

Manfaat daging sapi untuk bayi

MPASI daging sapi membawa segudang manfaat untuk Si Kecil. Terbukti, dengan beragam nutrisi yang terkandung, manfaat daging sapi untuk bayi adalah:

1. Menambah berat badan bayi

Protein dan zinc pada daging sapi membantu menambah berat badan bayi
Terbukti, sebanyak 17,5% dari daging sapi adalah protein. Tentu asupan tambahan ini tentu ikut berperan pada penambahan berat badan bayi selain dari susu. Namun, berat badan bayi yang bertambah dari protein bukan karena lemak. Hal ini dipaparkan pada riset dari The American Journal of Clinical Nutrition.Temuan yang diterbitkan Journal of the International Society of Sports Nutrition memaparkan protein cenderung membantu menambah massa otot. Inilah yang membuat berat badan bayi bertambah.Selain itu, kandungan zinc pada MPASI daging sapi juga ikut berperan pada penambahan berat badan bayi yang sehat. Riset dari The American Journal of Clinical Nutrition membuktikan, asupan zinc yang meningkat dapat menambah berat badan bayi.

2. Meningkatkan kecerdasan anak

Vitamin dan mineral pada daging sapi menjaga dan meningkatkan fungsi otak 
MPASI daging sapi terbukti mengandung beberapa nutrisi yang berguna untuk otak, seperti vitamin B6, vitamin B12, folat, kolin, dan zat besi.Kombinas asupan folat, vitamin B6, dan vitamin B12 terbukti oleh penelitian dalam jurnal Nutrients dapat mengurangi risiko penyusutan otak akibat hilangnya sel dan koneksi antarsaraf pada bayi.Riset berbeda dari jurnal yang sama juga memaparkan, kolin melindungi saraf otak sehingga meningkatkan kecerdasan kognitif bayi pun terjaga.Kecerdasan kognitif yang baik sejak dini dapat membantu proses belajar dan penyimpanan memori saat anak dewasa nanti.Dua temuan di atas kemudian diperkuat oleh penelitian yang diterbitkan Neuroimage. Riset tersebut memaparkan, zat besi, kolin, dan vitamin B12 bantu membentuk selaput pelindung (mielin) pada serat saraf.Pembentukan mielin dapat mempercepat kematangan kognitif Si Kecil sehingga mampu memproses informasi lebih cepat saat belajar nanti. Hal ini dipaparkan pada jurnal PLoS One.

3. Menjaga kesehatan tulang dan gigi

Tulang dan gigi bayi bertambah kuat karena mineral pada MPASI daging sapi
MPASI daging sapi diketahui mengandung mineral yang berguna untuk menjaga kesehatan gigi dan tulang, yaitu kalsium, fosfor, serta magnesium.Terbukti, 60% dari kadar magnesium yang ditemukan pada tubuh akan disimpan di tulang dan gigi.Tidak hanya itu. Menurut hasil temuan terbitan Nutrition Journal, kepadatan tulang akan bertambah karena adanya kalsium dan fosfor sebagai penyusun tulang.Penelitian dari The Journal of Nutrition juga memaparkan, kandungan vitamin D mampu membantu penyerapan kalsium jadi lebih optimal sehingga tulang dan gigi lebih kuat.

4. Sumber energi bagi bayi

MPASI daging juga berguna untuk menambah tenaga bayi
Saat Si Kecil sudah mulai aktif, MPASI daging sapi cocok diberikan sebagai pendamping ASI. Sebab, daging sapi dapat menambah tenaganya.Manfaat daging sapi untuk bayi satu ini tidak lepas dari kandungan vitamin B2 dan fosfor.Dari penelitian terbitan National Center for Biotechnology Information, vitamin B2 berguna untuk memproses lemak, protein, dan karbohidrat dari makanan untuk dijadikan energi.Sementara itu, fosfor membantu tubuh memproduksi molekul adenosine triphosphate. Molekul ini berfungsi untuk memelihara cadangan energi agar tidak cepat habis sementara sumber energi utamanya dibakar untuk dijadikan tenaga. Hal ini dipaparkan oleh riset yang diterbitkan pada Clinical Methods: The History, Physical, and Laboratory Examinations.

5. Menjaga daya tahan tubuh

Kandungan zinc pada MPASI daging sapi kurangi risiko diare
Dengan kandungan zinc-nya, MPASI daging sapi bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan tubuh bayi.Terbukti, zinc meningkatkan respon imunitas yang berguna untuk mengurangi risiko terkena diare, pneumonia, dan malaria. Hal ini dipaparkan pada riset dari The American Journal of Nutrition dan Archives of Biochemistry and Biophysics.

Cara mengolah daging sapi untuk bayi yang aman

Pastikan memilih daging yang segar untuk MPASI bayi
Agar mendapatkan manfaat daging sapi untuk bayi yang optimal, cara pengolahan maupun pemilihan daging pun tentu berpengaruh.Inilah cara mengolah daging sapi untuk bayi yang aman:
  • Pilih daging sapi segar. Jangan beli daging olahan karena banyak mengandung pengawet dan bahan tambahan lainnya yang tidak perlu untuk bayi.
  • Pastikan daging digiling sampai halus untuk mempermudah pencernaan Si Kecil yang masih beradaptasi.
  • Masak daging hingga matang sempurna, dengan suhu di atas 77 ºCelcius.
  •  Hindari memasak daging hanya setengah matang agar tidak ada bakteri yang masih tertinggal.
  • Jangan menggoreng daging.
  • Jangan memanaskan daging lebih dari sekali.

Resep MPASI daging sapi

Gunakan daging sapi giling agar teksturnya cocok untuk bayi
Perlu diingat bahwa Anda baru bisa memberikan daging giling sebagai MPASI ketika bayi sudah memasuki usia 9 bulan. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan, pada usia 6 bulan dan di awal pemberian MPASI, pastikan makanan pertama bayi diolah dalam bentuk bubur kental ataupun melumat dengan halus.Inilah inspirasi memasak MPASI daging sapi giling untuk bayi usia 9 bulan ke atas.Bahan-bahan:
  • Daging giling
  • 118 ml air
Inilah cara mengolah daging giling untuk bayi berikut:
  • Masukkan daging giling dan tuang air ke dalam panci
  • Masak daging giling dengan ukuran api sedang dan besar hingga matang dan berwarna kecokelatan, tunggu selama 6--8 menit.
  • Untuk mendapatkan tekstur yang lebih halus, masukkan daging yang sudah dimasak ke blender atau food processor, Anda bisa tambahkan ASI atau susu formula setelahnya.

Catatan dari SehatQ

MPASI daging sapi terbukti memberikan beragam manfaat untuk kesehatan bayi. Namun, pastikan Anda memasaknya dengan matang agar Si Kecil terhindar dari keracunan makanan akibat bakteri, seperti Salmonella atau Escherichia coli.Apabila Anda ingin memulai MPASI perdana untuk Si Kecil, harap konsultasikan terlebih dahulu dengan chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Nantinya, dokter akan memberikan anjuran terbaik sesuai kebutuhan bayi.Kunjungi juga Toko SehatQ untuk mendapatkan penawaran menarik terkait kebutuhan MPASI untuk bayi di rumah.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
bayi & menyusuitumbuh kembang bayimpasiresep mpasimakanan bayi
USDA. https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/1110365/nutrients Diakses pada 20 Januari 2021The American Journal of Clinical Nutrition. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25332329/ Diakses pada 20 Januari 2021Journal of the International Society of Sports Nutrition. https://jissn.biomedcentral.com/articles/10.1186/1550-2783-5-17 Diakses pada 20 Januari 2021The American Journal of Clinical Nutrition.doi.org/10.1093/ajcn/68.2.418S Diakses pada 20 Januari 2021Nutrients. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6316433/ Diakses pada 20 Januari 2021Nutrients. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6566660/ Diakses pada 20 Januari 2021Scientific Research. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4536529/ Diakses pada 20 Januari 2021Neuroimage. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6540800/ Diakses pada 20 Januari 2021PLoS One. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4595421/ Diakses pada 20 Januari 2021Scientifica. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5637834/ Diakses pada 20 Januari 2021Nutrition Journal. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4389665/ Diakses pada 20 Januari 2021The Journal of Nutrition. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/8642450/ Diakses pada 20 Januari 2021National Center for Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470460/ Diakses pada 20 Januari 2021Clinical Methods: The History, Physical, and Laboratory Examinations. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK310/ Diakses pada 20 Januari 2021Healthline. https://www.healthline.com/health/baby/meat-baby Diakses pada 20 Januari 2021Ikatan Dokter Anak Indonesia. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/pemberian-makanan-pendamping-air-susu-ibu-mpasi Diakses pada 20 Januari 2021Thousand Days. https://thousanddays.org/resource/how-to-cook-babys-first-meat/ Diakses pada 20 Januari 2021Web MD. https://www.webmd.com/food-recipes/food-poisoning/ss/slideshow-raw-food-dangers Diakses pada 20 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait