Morning After Pill, Pil Kontrasepsi "Darurat" untuk Suami-Istri

Morning after pill bukanlah obat aborsi. Cara kerjanya juga sangat jauh berbeda.
Morning after pill tidak melulu harus digunakan saat pagi, sebaiknya, gunakan sesaat setelah Anda berhubungan seks dengan pasangan.

Bagi pasangan suami dan istri, berhubungan seksual adalah hal yang diperlukan, untuk membuat rumah tangga lebih harmonis. Di saat belum ingin mempunyai anak, biasanya alat kontrasepsi digunakan. Namun, kalau sudah terlanjur berhubungan, tapi lupa menggunakan alat kontrasepsi, obat levonorgestrel, atau yang populer disebut morning after pill, harus menjadi pilihan.

Berbeda dari banyaknya alat kontrasepsi, morning after pill adalah pil kontrasepsi darurat dan khusus digunakan, setelah suami-istri melakukan hubungan seksual tanpa kondom maupun alat kontrasepsi lain. Bagaimana penjelasan lebih lanjut tentang morning after pill ini?

Morning after pill bukanlah obat aborsi

Hanya karena ada kata “morning” atau pagi, di dalam sebutannya, bukan berarti Anda harus meminumnya di pagi hari, setelah melakukan hubungan seksual. Tak peduli waktu ketika dikonsumsi, morning after pill tetap bekerja efektif, jika diminum sesaat setelah melakukan hubungan seksual.

Berbeda dari mifepristone (obat aborsi), yang menghalangi progesteron menyebabkan kehamilan untuk berkembang, morning after pill hanya mencegah ovulasi dan mengganggu pembuahan sel telur, sehingga kehamilan tidak terjadi.

Morning after pill juga bisa mencegah implantasi atau menempelnya sel telur yang dibuahi di dalam rahim, dengan mengubah lapisannya.

Perlu diingat, morning after pill tidak menyebabkan keguguran. Jika sel telur yang telah dibuahi, sudah tertanam dalam rahim, maka morning after pill tidak bisa mencegah kehamilan. Maka dari itu, morning after pill tidak akan berguna, jika Anda mengonsumsinya saat sudah hamil.

Beberapa faktor di bawah ini, bisa menjadi alasan morning after pill dikonsumsi:

  • Hubungan seksual suami-istri tanpa pengaman
  • Lupa mengonsumsi pil KB
  • Mengalami pelecehan seksual
  • Metode kontrasepsi gagal

Selain itu, bukan berarti setelah mengosumsi morning after pill, Anda bisa tenang dan tidak melakukan pengecekan. Sebab, masih ada beberapa hal yang harus Anda lakukan, setelah mengonsumsi morning after pill.

Setelah mengonsumsi morning after pill, apa selanjutnya?

Morning after pill bukan seperti pil KB yang bisa diminum secara rutin. Morning after pill hanya direkomendasikan untuk dikonsumsi, setelah Anda melakukan hubungan seksual tanpa pengaman atau lupa meminum pil KB. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus tetap Anda lakukan, setelah mengonsumsi morning after pill.

  • Lanjutkan penggunaan pil KB atau metode kontrasepsi lainnya

Jika memang dari awal Anda belum siap memiliki anak, lanjutkan penggunaan pil KB atau metode kontrasepsi lainnya, seperti kondom, untuk mencegah kehamilan. Sebab, cara kerja morning after pill, berbeda dari pil KB. Itulah sebabnya, Anda tidak boleh mengonsumsi morning after pill secara rutin.

  • Lakukan tes kehamilan

Untuk 100% yakin, bahwa morning after pill, telah mencegah kehamilan tak diinginkan, lakukan tes kehamilan, sebulan setelah Anda mengonsumsi morning after pill, atau ketika telat datang bulan.

Jika Anda telat datang bulan dan tes kehamilan menunjukkan hasil negatif, tunggu beberapa minggu lagi, dan lakukan tes kehamilan kedua. Hal ini dilakukan, untuk melihat efektivitas morning after pill.

Seberapa efektif morning after pill?

Pastinya, Anda bertanya-tanya, seberapa efektifkah morning after pill? Jawabannya tergantung pada seberapa cepat Anda mengonsumsinya, setelah melakukan hubungan seksual.

Disebutkan, jika Anda mengonsumsinya sekitar 72 jam setelah melakukan hubungan seksual, maka tingkat kesuksesannya mencapai 89%. Namun, terdapat beberapa merek morning after pill, yang tingkat kesuksesannya mencapai 95%, jika dikonsumsi dalam kurun waktu 24 jam, setelah melakukan hubungan seksual.

Perlu selalu diingat bahwa morning after pill atau levonorgestrel ini bukanlah pil kontrasepsi utama, untuk mencegah kehamilan. Namanya saja “pil kontrasepsi darurat”, yang hanya dikonsumsi jika Anda memang benar-benar lupa, untuk menggunakan pengaman atau mengonsumsi pil KB, sebelum melakukan hubungan suami-istri.

Selain itu, morning after pill juga tidak mencegah penularan penyakit menular seksual. Maka dari itu, jangan “mendewakan” pil kontrasepsi darurat ini. Gunakanlah metode kontrasepsi lain, seperti kondom, yang bisa menghindarkan Anda dari penyakit menular seksuaL.

Risiko morning after pill

Morning after pill merupakan metode kontrasepsi darurat yang efektif, tapi tingkat keberhasilannya tidak setinggi metode kontrasepsi lainnya. Tidak heran, Anda disarankan tidak menggunakan morning after pill secara rutin. Selain itu, ada risiko kegagalan morning after pill, sehingga kehamilan pun terjadi.

Morning after pill tidak cocok jika Anda memiliki dalam kondisi:

  • Alergi terhadap komponen dalam morning after pill
  • Menggunakan pengobatan lain (barbiturat atau obat bius tidur) yang bisa mengurangi efektivitas morning after pill
  • Mengalami obesitas atau kelebihan berat badan

Morning after pill juga memiliki efek samping, yang biasanya berlangsung selama beberapa hari:

  • Mual atau muntah
  • Pusing
  • Lelah
  • Sakit kepala
  • Nyeri payudara
  • Perdarahan mens yang berlebih
  • Nyeri atau kram pada perut bagian bawah

Jika muntah setelah 2 jam mengonsumsi morning after pill, berkonsultasilah dengan dokter, sebelum mengonsumsinya lagi.

Selain itu, jangan melakukan hubungan seks dulu, jika Anda dan pasangan belum menggunakan metode kontrasepsi lainnya.

Agar lebih pasti, berkonsultasilah kepada dokter, mengenai penggunaan morning after pill, setelah melakukan hubungan seksual yang tidak aman. Sebab, dokter bisa memberikan solusi tepat tentang penggunaan morning after pill, atau metode kontrasepsi lainnya, untuk mencegah kehamilan tak diinginkan.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/morning-after-pill/about/pac-20394730

Diakses pada 28 November 2019

 

Web MD. https://www.webmd.com/sex/birth-control/plan-b#1

Diakses pada 28 November 2019

 

Healthline. https://www.healthline.com/health/emergency-contraception/what-to-do-afterward#what-to-do-afterward

Diakses pada 28 November 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed