Levonorgestrel, Morning After Pill untuk Cegah Kehamilan


Morning after pill, dianggap sebagai pil kontrasepsi “darurat”, yang hanya boleh diminum setelah berhubungan seksual tanpa pengaman. Simak selengkapnya di sini

(0)
08 Feb 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Morning after pill adalah kontrasepsi darurat untuk kecegah kehamilanMorning after pill tidak melulu harus digunakan saat pagi, sebaiknya, gunakan sesaat setelah Anda berhubungan seks dengan pasangan.
Bagi pasangan yang belum ingin memiliki momongan namun lupa menggunakan alat kontrasepsi saat berhubungan seksual, hal ini mungkin mencemaskan karena risiko kehamilan bisa meningkat. Untuk mengatasi masalah ini, Anda bisa mengonsumsi obat levonorgestrel, atau yang populer disebut morning after pill. Ada banyak merk obat yang berisi levonorgestrel, salah satunya postinor.Berbeda dari banyaknya alat kontrasepsi, morning after pill adalah pil kontrasepsi darurat dan khusus digunakan, setelah suami-istri melakukan hubungan seksual tanpa kondom maupun alat kontrasepsi lain. Bagaimana penjelasan lebih lanjut tentang morning after pill ini?

Morning after pill bukanlah obat aborsi

Hanya karena ada kata “morning” atau pagi, di dalam sebutannya, bukan berarti Anda harus meminumnya di pagi hari, setelah melakukan hubungan seksual. Tak peduli waktu ketika dikonsumsi, morning after pill tetap bekerja efektif, jika diminum sesaat setelah melakukan hubungan seksual.Berbeda dari mifepristone (obat aborsi), yang menghalangi progesteron menyebabkan kehamilan untuk berkembang, morning after pill hanya mencegah ovulasi dan mengganggu pembuahan sel telur, sehingga kehamilan tidak terjadi.Morning after pill juga bisa mencegah implantasi atau menempelnya sel telur yang dibuahi di dalam rahim, dengan mengubah lapisannya.Perlu diingat, morning after pill tidak menyebabkan keguguran. Jika sel telur yang telah dibuahi, sudah tertanam dalam rahim, maka morning after pill tidak bisa mencegah kehamilan. Maka dari itu, morning after pill tidak akan berguna, jika Anda mengonsumsinya saat sudah hamil.Beberapa faktor di bawah ini, bisa menjadi alasan morning after pill dikonsumsi:
  • Hubungan seksual tanpa pengaman
  • Lupa mengonsumsi pil KB
  • Mengalami pelecehan seksual
  • Metode kontrasepsi gagal
Selain itu, bukan berarti setelah mengosumsi morning after pill, Anda bisa tenang dan tidak melakukan pengecekan. Sebab, masih ada beberapa hal yang harus Anda lakukan, setelah mengonsumsi morning after pill.

Bagaimana cara konsumsi morning after pill yang benar?

Sesuai namanya, pil ini bisa digunakan apabila keadaan 'darurat'. Misalnya, ketika pasangan yang menggunakan kontrasepsi alami salah menghitung masa subur, atau ketika kondom yang digunakan bocor.Pil kontrasepsi darurat yang mengandung levonorgestrel, bekerja dengan cara mencegah pelepasan sel telur dari ovarium sehingga sel telur tidak bisa dibuahi. Selain itu, pil ini juga mengubah kekentalan lendir rahim sehingga sperma tidak dapat bertahan hidup.Cara mengonsumsi pil ini yang benar adalah maksimal 72 jam setelah melakukan hubungan seksual. Efektivitas pil adalah 95%, yang artinya ada 5% kemungkinan gagal dan kehamilan tetap terjadi.Oleh karena itu, sebaiknya Anda menunggu tanggal 16 tiba. Jika Anda belum haid, Anda dapat melakukan tes kehamilan menggunakan testpack. Sebagai saran tambahan, Anda bisa membicarakan dengan pasangan untuk menggunakan kontrasepsi lain yang lebih efektif jika ingin menunda kehamilan.

Setelah mengonsumsi morning after pill, apa selanjutnya?

Morning after pill bukan seperti pil KB yang bisa diminum secara rutin. Morning after pill hanya direkomendasikan untuk dikonsumsi, setelah Anda melakukan hubungan seksual tanpa pengaman atau lupa meminum pil KB. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus tetap Anda lakukan, setelah mengonsumsi morning after pill.

1. Lanjutkan penggunaan pil KB atau metode kontrasepsi lainnya

Jika memang dari awal Anda belum siap memiliki anak, lanjutkan penggunaan pil KB atau metode kontrasepsi lainnya, seperti kondom, untuk mencegah kehamilan. Sebab, cara kerja morning after pill, berbeda dari pil KB. Itulah sebabnya, Anda tidak boleh mengonsumsi morning after pill secara rutin.

2. Lakukan tes kehamilan

Untuk 100% yakin, bahwa morning after pill, telah mencegah kehamilan tak diinginkan, lakukan tes kehamilan, sebulan setelah Anda mengonsumsi morning after pill, atau ketika telat datang bulan.Jika Anda telat datang bulan dan tes kehamilan menunjukkan hasil negatif, tunggu beberapa minggu lagi, dan lakukan tes kehamilan kedua. Hal ini dilakukan, untuk melihat efektivitas morning after pill.

Seberapa efektif morning after pill?

Pastinya, Anda bertanya-tanya, seberapa efektifkah morning after pill? Jawabannya tergantung pada seberapa cepat Anda mengonsumsinya, setelah melakukan hubungan seksual.Disebutkan, jika Anda mengonsumsinya sekitar 72 jam setelah melakukan hubungan seksual, maka tingkat kesuksesannya mencapai 89%. Namun, terdapat beberapa merek morning after pill, yang tingkat kesuksesannya mencapai 95%, jika dikonsumsi dalam kurun waktu 24 jam, setelah melakukan hubungan seksual.Perlu selalu diingat bahwa morning after pill atau levonorgestrel ini bukanlah pil kontrasepsi utama, untuk mencegah kehamilan. Namanya saja “pil kontrasepsi darurat”, yang hanya dikonsumsi jika Anda memang benar-benar lupa, untuk menggunakan pengaman atau mengonsumsi pil KB, sebelum melakukan hubungan suami-istri.Selain itu, morning after pill juga tidak mencegah penularan penyakit menular seksual. Maka dari itu, jangan “mendewakan” pil kontrasepsi darurat ini. Gunakanlah metode kontrasepsi lain, seperti kondom, yang bisa menghindarkan Anda dari penyakit menular seksual.

Telat minum pil kontrasepsi darurat, apakah bisa hamil?

Efektivitas pil ini bergantung pada seberapa cepat mengkonsumsi pil ini setelah berhubungan intim.  Jika pil ini diminum mendekati batas akhir maka efek semakin menurun.  Batas mengkonsumsi pil ini maksimal 72 jam setelah berhubungan intim.  Pil kedua diminum 12 jam setelah pil pertama dikonsumsi.    Pil pertama masih masuk dalam batas efektif, namun pil kedua sudah lebih dari 24 jam setelah konsumsi pil pertama berarti efek dari pil tersebut sudah tidak bekerja dengan baik.  Kehamilan itu sendiri adalah adanya sel telur yang dibuahi oleh sel sperma.  Jika terjadi menstruasi berarti tidak ada sel telur yang dibuahi sehingga tidak terjadi kehamilan.  Harus dipastikan bahwa darah yang keluar darah haid bukan darah implantasi.

Risiko minum morning after pill

Morning after pill merupakan metode kontrasepsi darurat yang efektif, tapi tingkat keberhasilannya tidak setinggi metode kontrasepsi lainnya. Tidak heran, Anda disarankan tidak menggunakan morning after pill secara rutin. Selain itu, ada risiko kegagalan morning after pill, sehingga kehamilan pun terjadi.Morning after pill tidak cocok jika Anda memiliki dalam kondisi:
  • Alergi terhadap komponen dalam morning after pill
  • Menggunakan pengobatan lain (barbiturat atau obat bius tidur) yang bisa mengurangi efektivitas morning after pill
  • Mengalami obesitas atau kelebihan berat badan
Morning after pill juga memiliki efek samping, yang biasanya berlangsung selama beberapa hari:
  • Mual atau muntah
  • Pusing
  • Lelah
  • Sakit kepala
  • Nyeri payudara
  • Perdarahan mens yang berlebih
  • Nyeri atau kram pada perut bagian bawah
Jika muntah setelah 2 jam mengonsumsi morning after pill, berkonsultasilah dengan dokter, sebelum mengonsumsinya lagi.Selain itu, jangan melakukan hubungan seks dulu, jika Anda dan pasangan belum menggunakan metode kontrasepsi lainnya.Agar lebih pasti, berkonsultasilah kepada dokter, mengenai penggunaan morning after pill, setelah melakukan hubungan seksual yang tidak aman. Sebab, dokter bisa memberikan solusi tepat tentang penggunaan morning after pill, atau metode kontrasepsi lainnya, untuk mencegah kehamilan tak diinginkan.
hubungan seksmasalah seksualpenggunaan kbmerencanakan kehamilankontrasepsi
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/morning-after-pill/about/pac-20394730Diakses pada 28 November 2019 Web MD. https://www.webmd.com/sex/birth-control/plan-b#1Diakses pada 28 November 2019 Healthline. https://www.healthline.com/health/emergency-contraception/what-to-do-afterward#what-to-do-afterwardDiakses pada 28 November 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait