Mengenal Mommy Issue, Bisa Terbentuk pada Anak 3-5 Tahun


Meski konsepnya tidak sefamiliar daddy issue, mommy issue juga bisa dialami oleh anak perempuan. Besar kemungkinan, isu ini terjadi pada seseorang yang memiliki hubungan terlalu asing, terlalu dekat, atau tidak sehat dengan ibunya.

0,0
08 Oct 2021|Azelia Trifiana
Mommy issue bisa terjadi sejak kecilMommy issue bisa terjadi sejak kecil
Meski konsepnya tidak sefamiliar daddy issue, mommy issue juga bisa dialami oleh anak perempuan. Besar kemungkinan, isu ini terjadi pada seseorang yang memiliki hubungan terlalu asing, terlalu dekat, atau tidak sehat dengan ibunya.Bagi seorang perempuan, hubungan dengan ibu bisa jadi penuh dengan kritik. Apabila sang ibu tidak bersikap baik dan terus-menerus mengkritik penampilan anak perempuan sejak masih kecil, ini bisa berdampak buruk pada kepercayaan anak dirinya hingga dewasa kelak.

Mengenal asal mula mommy issue

Konsep mommy issue berakar dari ide bahwa anak memandang orangtua dengan jenis kelamin sama dengan dirinya sebagai saingan. Menurut Sigmund Freud, ini terjadi karena kompleksitas Oedipus dan Electra, yang berarti:
  • Oedipus

Ketika anak laki-laki seakan berkompetisi dengan ayahnya demi mendapatkan kasih sayang dan perhatian ibu
  • Electra

Ketika anak perempuan seakan berkompetisi melawan ibunya demi mendapatkan perhatian dari ayahKonsep ini bisa muncul biasanya ketika anak berusia tiga sampai lima tahun. Apabila tidak teratasi dan terus-menerus terjadi, maka bisa menimbulkan masalah dalam hubungan asmara saat sudah dewasa kelak.Pada awalnya, Freud melakukan penelitian ini mengacu pada anak laki-laki. Namun konsep lebih luasnya tidak terbatas pada gender.Kemudian, ada John Bowlby, seorang psikolog asal Inggris yang menemukan pola kedekatan (attachment styles) terbentuk sejak masa kecil. Nantinya, ini membentuk pola hubungan anak di masa depan.

Membentuk hubungan yang insecure

Ibu dan anak
Kedekatan ibu dan anak
Kerap kali, orang dengan mommy issue akhirnya merasa cemas ketika menjalin hubungan dengan orang lain. Istilah untuk kondisi ini adalah insecure attachment style.Ada tiga jenis pola kedekatan dengan karakter seperti ini, yaitu:
  • Anxious-preoccupied

Apabila Anda cenderung terlalu banyak menuntut dan ingin terus-menerus bersama seseorang, itu bisa jadi tanda pola hubungan anxious-preoccupied. Hal yang terus-menerus menjadi pikiran adalah khawatir pasangan tidak hadir ketika Anda sangat membutuhkannya.
  • Fearful-avoidant

Ciri-ciri dari karakter ini adalah sulit untuk merasa dekat dengan seseorang. Bahkan, memilih untuk menjaga jarak dan tidak terlibat dalam hubungan asmara. Ini bisa jadi pertanda pola kedekatan fearful-avoidant. Ketimbang merasa terluka, mereka memilih untuk menutup diri.
  • Dismissive-avoidant

Menghindari segala jenis hubungan asmara adalah ciri-ciri dari karakter ini. Mereka dengan sengaja menghindari hubungan terlalu dekat karena merasa tidak berhasil di masa lalu.

Mengapa mommy issue terjadi?

Penyebab mommy issue berkaitan dengan bagaimana seorang ibu diasuh oleh ibunya dulu. Jika mereka merasa didukung dan diterima, maka akan terbentuk hubungan seimbang dengan anak-anak mereka sendiri. Mereka akan lebih sensitif dan tidak terlalu mendominasi.Tak hanya itu, seorang ibu yang dulunya diasuh dengan penuh kasih sayang juga akan membangun hubungan dekat dengan anak-anaknya kelak.Di sisi lain, ibu yang terlalu dikekang dan kerap terlibat konflik bersama ibunya akan cenderung menghindari anaknya sendiri. Hal yang sama berlaku pada ibu yang terlalu sering mengkritik anaknya.Hubungan antar-generasi ini berdampak besar bagi masa depan anak. Ini ibarat siklus yang bisa dengan mudah berlanjut apabila tidak segera dideteksi sekaligus diatasi.

Bagaimana cara mengatasinya?

Tentu tidak ada orang yang ingin terjebak dalam mommy issue hingga tidak bisa membentuk hubungan sehat dengan orang lain ketika telah dewasa. Tak usah khawatir, siklus ini bisa dihentikan. Beberapa cara untuk mengatasi masalah mommy issue bisa dilakukan dengan:
  • Mendapat dukungan orang terdekat

Orang yang berhasil memutus siklus mommy issue ini biasanya memiliki pasangan dan teman-teman yang sangat mendukung. Bahkan, bisa saja dengan bercerita kepada sosok pakar hubungan. Dengan demikian, dukungan emosional dan sosial akan tercukupi.
  • Sadar akan masa lalu

Langkah pertama untuk memutus siklus ini adalah dengan sadar akan hubungan di masa lalu. Bahkan, ada rasa marah terhadap apa yang dialami saat kecil. Ini berarti sadar betul bahwa ada yang salah di masa lalu. Menekankan hal ini akan mencegah agar tidak melanggengkannya.
  • Terapi

Terapi psikologis juga bisa jadi pilihan untuk pulih dari mommy issue. Ini dapat membantu mengidentifikasi kekerasan yang terjadi di masa lalu, merenungkannya, kemudian memberi ruang untuk memahaminya. Dalam hal ini, orang yang menjalani terapi akan dibuat paham mengapa itu terjadi dan bagaimana mencegahnya terulang kembali.

Catatan dari SehatQ

Tidak ada keluarga atau hubungan antara ibu dan anak yang sempurna. Itu pasti. Justru, banyak yang meninggalkan luka dan sayangnya menjadi siklus yang begitu langgeng dari satu generasi ke generasi lainnya.Namun jika Anda sudah membaca artikel ini, itu hebat. Berarti, Anda sudah menyadari bahwa ada yang salah dengan masa lalu. Kini, saatnya untuk memutus siklus itu agar nantinya tidak memberatkan hubungan baik dengan pasangan maupun keturunan.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar cara memulai memutus siklus mommy issue dalam diri, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
gangguan mentalkesehatan mentalmenjalin hubungan
Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/whats-the-psychology-behind-mommy-issues-5195106
Diakses pada 25 September 2021
Talk Space. https://www.talkspace.com/blog/mommy-daddy-issues-are-they-real/
Diakses pada 25 September 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/mommy-issues
Diakses pada 25 September 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait