Moluskum Kontagiosum yang Mirip Jerawat, Tapi Mudah Menular

Selain di wajah dan ketiak, bintil moluskum kontagiosum juga bisa tumbuh di tangan
Bintil moluskum kontagiosum bisa muncul di wajah, leher, maupun tangan

Apa Anda pernah mendengar istilah moluskum kontagiosum? Meski namanya mungkin masih asing di telinga Anda,  infeksi kulit ini termasuk umum terjadi. Penyebabnya adalah virus molluscum contangiosum yang termasuk dalam keluarga poxvirus.

Moluskum kontagiosum menimbulkan benjolan atau bintil pada permukaan kulit, yang tidak terasa nyeri dan bisa menghilang dengan sendirinya. Ukuran bintil ini bisa sekecil ujung kepala jarum hingga sebesar ukuran penghapus di bagian atas pensil.

Umumnya, moluskum kontagiosum terjadi pada anak-anak. Sementara pada orang dewasa dengan sistem kekebalan tubuh yang normal, bintil-bintil infeksi kulit ini dapat menjadi tanda penyakit menular seksual jika muncul di alat kelamin.

Ciri-ciri bintil moluskum kontagiosum

Anda mungkin bertanya-tanya, bagaimana membedakan bintil akibat moluskum kontagiosum dengan jerawat. Caranya sangat mudah

Bintil moluskum kontagiosum memiliki ciri-ciri yang khas yang meliputi:  

  • Berbentuk menonjol, bulat, dan bisa tampak seperti mutiara atau kutil dan ada cekungan kecil di atasnya.
  • Berwarna seperti warna kulit.
  • Berukuran kecil dengan diameter 2-5 mm, atau sekecil ujung jarum yang tak tajam hingga sebesar penghapus di atas pensil.
  • Ada titik kecil di tengah bintil.
  • Bisa kemerahan dan meradang.
  • Dapat terasa gatal.
  • Mudah menghilang jika digaruk, tapi tindakan ini bisa menyebarkan virus ke kulit di sekitarnya.
  • Muncul di wajah, leher, ketiak, lengan, dan tangan.
  • Pada orang dewasa, bintil juga bisa muncul di alat kelamin, perut bagian bawah, dan paha bagian dalam.

Bintil biasanya menghilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa bulan hingga bertahun-tahun. Namun untuk orang dengan sistem imun yang lemah (seperti pengidap AIDS), gejalanya dapat lebih signifikan dan berupa bintil dengan diamater hingga 1,5 cm yang banyak muncul di wajah, serta tidak mudah untuk disembuhkan.

Apa penyebab moluskum kontagiosum?

Sesuai namanya, penyakit ini disebabkan oleh virus Molluscum contagiosum. Anda dapat terpapar virus ini ketika:

  • Menyentuh bintil penderita.
  • Menyentuh permukaan atau barang yang telah disentuh oleh penderita, seperti handuk, pakaian, alat mandi, mainan, serta barang lainnya yang telah terkontaminasi.
  • Pada orang dewasa, virus ini dapat menular melalui kontak seksual.

Jika Anda sudah mengidap infeksi ini, Anda bisa menyebarkan virus ke bagian lain tubuh dengan menyentuh atau menggaruk bintil yang tumbuh.

Virus penyebab moluskum bisa menyerang siapa saja. Tapi beberapa kelompok orang di bawah ini lebih rentan untuk mengalaminya:

  • Anak-anak usia 1-10 tahun.
  • Orang yang tinggal di daerah tropis.
  • Orang dengan sistem imun lemah, misalnya penderita HIV/AIDS, orang yang menjalani kemoterapi untuk mengobati kanker, serta orang yang menggunakan obat penekan sistem imun (imunosupresan.
  • Pengidap dermatitis atopik.
  • Orang yang sering melakukan olahraga yang melibatkan kontak fisik, seperti gulat.

 Bagaimana cara menyembuhkan moluskum kontagiosum?

Bintil moluskum kontagiosum memiliki ciri yang khas, sehingga mudah dibedakan dari infeksi kulit lainnya. Hanya dengan melihat bintil, dokter umumnya dapat langsung menentukan diagnosis. Bila diperlukan, tes kulit dan biopsi bisa dianjurkan untuk memastikan diagnosis penyakit ini. 

Jika Anda sudah terdiagnosis mengidap moluskum, Anda tidak memerlukan penanganan khusus. Pasalnya, bintil-bintil umumnya akan hilang sendiri, terutama jika Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang baik.

Namun bagi pasien dengan bintil berukuran besar dan muncul di wajah maupun leher, serta dermatitis atopik, dibutuhkan penanganan yang lebih komprehensif. Metode yang dilakukan oleh dokter untuk menangani moluskum kontagiosum meliputi:

  • Cryotherapy, yakni prosedur membekukan bintil dengan cairan nitrogen.
  • Terapi laser untuk menghancurkan benjolan dengan sinar laser.
  • Kuretase, yakni mengikis benjolan dengan alat khusus.
  • Obat oles yang digunakan pada bintil.
  • Obat-obatan, seperti asam trikloroasetat, podophyllotoxin, cantharidin, dan imiguimod. Bila Anda sedang hamil, berencana untuk hamil dalam waktu dekat, atau sedang menyusui, informasikan pada dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan ini.

Cegah penyebaran infeksi Molluscum contagiosum dengan cara ini

Selama menjalani pengobatan, lakukan juga langkah-langkah berikut ini untuk mencegah penyebaran virus Molluscum contagiosum:

  • Terapkan kebiasaan mencuci tangan.
  • Tidak menyentuh atau menggaruk bintil.
  • Tidak berbagi barang-barang pribadi, seperti pakaian, handuk, dan lainnya.
  • Setialah pada pasangan, atau gunakan kondom saat berhubungan seksual.
  • Tutupi bintil dengan perban atau kain saat berada di tempat umum.
  • Jika ingin berenang, tempelkan perban antiair pada bintil.

Catatan dari SehatQ

Moluskum kontagiosum bukanlah kondisi yang serius. Bintil tidak menimbulkan nyeri dan dapat menghilang dengan sendirinya.

Namun tetap penting untuk mencegah penyebaran virus Molluscum contagiosum agar tidak menyerang bagian tubuh lain dan menular pada orang lain. Lakukan juga konsultasikan dengan dokter jika gejala Anda makin memburuk.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/molluscum-contagiosum/symptoms-causes/syc-20375226
Diakses pada 03 Januari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/molluscum-contagiosum
Diakses pada 03 Januari 2020

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed