Mengenal Molibdenum, Mineral yang Krusial Walau Jarang Terdengar

Molibdenum adalah salah satu jenis mineral mikro yang berperan penting untuk tubuh
Molibdenum merupakan mineral mikro yang sangat berperan penting untuk fungsi tubuh

Tubuh memerlukan beragam mineral untuk menjalankan fungsinya. Ada mineral makro yang dibutuhkan dalam jumlah banyak, ada pula mineral mikro yang diperlukan dalam jumlah sedikit. Salah satu mineral yang dibutuhkan tubuh dalam kadar kecil adalah molybdenum. Walau kurang awam, molybdenum memegang peranan vital untuk kita.

Apa itu molybdenum?

Molybdenum atau molibdenum adalah jenis mineral mikro yang berperan sangat penting untuk tubuh. Mineral ini terkandung pada tanah dan bisa berpindah pada tumbuhan, maupun pada hewan yang mengonsumsi tumbuhan tersebut.

Sebagai mineral mikro, kita membutuhkan molybdenum dalam jumlah yang sedikit. Atas dasar itulah, defisiensi molibdenum jarang terjadi. Kita juga mungkin tak membutuhkan suplemen molibdenum, kecuali jika dokter menyarankannya atas alasan medis.

Beberapa bahan makanan yang menjadi sumber molibdenum, yaitu:

  • Kacang-kacangan beans, seperti kacang kedelai dan kacang merah
  • Lentil
  • Hati hewan
Kacang beans sumber molibdenum
Molibdenum banyak terkandung dalam kacang, seperti kacang merah

Makanan sehat umumnya sudah mengandung molybdenum. Konsumsi ini biasanya juga sudah melebihi kebutuhan harian mineral mikro ini. Dengan begitu, konsumsi suplemen mungkin tidak diperlukan.

Kita mungkin tak perlu terlalu khawatir dengan kekurangan mineral ini, asal memang rutin mengonsumsi makanan sehat yang bervariasi.

Peran molibdenum untuk kinerja tubuh

Molibdenum memainkan peran penting untuk beragam fungsi tubuh. Sebagian besar bentuk molibdenum yang dikonsumsi akan diubah menjadi kofaktor molybdenum. Kofaktor ini bertugas dalam aktivasi enzim yang esensial untuk proses kimia.

Enzim yang diaktifkan oleh kofaktor molibdenum tersebut, yaitu:

1. Sulfit oksidase

Sulfit oksidase berperan dalam konversi sulfit menjadi sulfat, sehingga penumpukan sulfit pun dapat dicegah. Penumpukan sulfit dapat memicu reaksi alergi, seperti diare, masalah kulit, dan kesulitan bernapas.

2. Aldehida oksidase

Aldehida oksidase berperan dalam penghancuran aldehida yang dapat beracun untuk tubuh. Enzim ini juga membantu penghancuran alkohol dan beberapa jenis obat-obatan, seperti pada terapi kanker.

3. Xantin oksidase

Enzim ini dapat mengubah xantin menjadi asam urat. Reaksi pengubahan xanthine tersebut akan menghancurkan nukleotida pada DNA agar bisa dikeluarkan melalui urine.

3. Mitochondrial amidoxime reducing component (mARC)

Fungsi enzim mARC belum bisa dipastikan dengan jelas. Namun diperkirakan, mARC dapat menyingkirkan produk sisa metabolisme yang beracun.

Terlalu banyak molibdenum dapat berbahaya

Seperti dalam mengonsumsi vitamin dan mineral lain, kadar molibdenum yang terlalu tinggi dapat berbahaya untuk tubuh. Walau begitu, kasus kelebihan molibdenum pada manusia juga jarang terjadi seperti kasus defisiensinya.

Beberapa masalah jika kadar molibdenum terlalu tinggi, yaitu:

1. Gejala yang menyerupai gout

Penyakit gout terjadi ketika kadar asam urat terlalu tinggi. Kondisi ini dapat membentuk kristal asam urat sekitar sendi dan memicu nyeri dan pembengkakan. Kenaikan asam urat ini terjadi karena peran molibdenum dalam aktivitas enzim xantin oksidase.

2. Berbahaya untuk tulang

Beberapa penelitian pada hewan menemukan bahwa kadar molibdenum yang tinggi dapat mengganggu kesehatan tulang. Karena riset terkontrol pada manusia belum dilakukan, studi lanjutan tentu akan diperlukan berkaitan dengan kelebihan molibdenum dan pengaruhnya terhadap tulang.

3. Menurunkan kesuburan

Beberapa penelitian telah mengkaji hubungan kadar molibdenum yang tinggi dengan masalah fertilitas atau kesuburan. Misalnya, studi pada 219 pria dalam jurnal Environmental Health Perspectives mengungkapkan, kadar molybdenum yang tinggi berkaitan dengan berkurangnya jumlah dan kualitas sperma.

Catatan dari SehatQ

Molibdenum adalah jenis mineral yang sangat penting untuk fungsi tubuh. Mineral ini berperan dalam aktivasi beberapa enzim untuk menghancurkan sulfit dan menyingkirkan racun.

Karena molibdenum bisa ditemukan dalam makanan sehat, konsumsi mineral ini biasanya bisa melebihi kebutuhan harian. Selama kita rutin mengonsumsi makanan sehat bervariasi, defisiensi molibdenum tak terlalu mengkhawatirkan.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/molybdenum
Diakses pada 3 Maret 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2592266
Diakses pada 3 Maret 2020

Artikel Terkait