Mola Hidatidosa Adalah Komplikasi Kehamilan yang Tak Boleh Diabaikan

Mola hidatidosa adalah nama lain dari hamil anggur, kondisi yang membuat para ibu sedih
Mola hidatidosa atau hamil anggur sering membuat ibu yang mengalaminya sedih

Kehamilan merupakan masa-masa penting bagi pasangan dan memerlukan pengawasan ekstra yang lebih ketat. Bila tidak diperhatikan dengan seksama, bumil bisa saja tidak menyadari adanya kelainan pada kandungan.

Mola hidatidosa atau hamil anggur adalah komplikasi saat masa kehamilan yang jarang terjadi tetapi tetapi dapat menjurus ke komplikasi yang jauh lebih serius. Oleh karenanya, mola hidatidosa adalah kondisi yang perlu segera ditangani

Mola hidatidosa adalah…

Mola hidatidosa adalah komplikasi kehamilan yang dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai hamil anggur. Kondisi ini ditandai dengan adanya pertumbuhan abnormal dari sel yang membentuk plasenta saat masa kehamilan.

Mola hidatidosa adalah kondisi yang menyebabkan plasenta tidak dapat berkembang secara normal dan malah memicu pertumbuhan tumor yang umumnya tidak bersifat kanker di rahim serta membuat plasenta menjadi kista yang berisi cairan.

Kehamilan dengan kondisi mola hidatidosa biasanya tidak dapat bertahan lama karena plasenta tidak dapat memberikan asupan nutrisi yang mencukupi untuk perkembangan Si Kecil dan bahkan dapat menimbulkan risiko kesehatan untuk calon ibu.

Jangan panik dulu, karena setelah mola hidatidosa diatasi, Anda bisa melahirkan secara normal. Secara garis besar, ada dua jenis hamil anggur, yaitu:

  • Mola hidatidosa komplet

Mola hidatidosa komplet ditandai dengan jaringan plasenta yang tidak normal, membengkak, dan membentuk kista yang berisi cairan. Pada mola hidatidosa jenis ini, tidak ada jaringan janin ataupun plasenta normal yang terbentuk dan sepenuhnya hanya kista.

  • Mola hidatidosa parsial

Berbeda dengan mola hidatidosa komplit, masih ada jaringan plasenta normal dan janin yang terbentuk. Hanya saja, janin tersebut biasanya tidak bisa bertumbuh dan mengalami keguguran di awal-awal kehamilan.

Mola hidatidosa adalah kondisi yang tentunya menyebabkan rasa sedih, kecewa, dan marah bagi calon ibu dan ayah, serta perlu segera ditangani agar tidak membahayakan calon ibu.

Gejala mola hidatidosa

Awalnya, mola hidatidosa terlihat seperti kehamilan biasa, tetapi secara perlahan Anda akan mulai menyadari adanya sesuatu yang salah dari dalam kandungan. Beberapa gejala yang timbul saat bumil mengalami mola hidatidosa adalah:

  • Rasa nyeri atau tertekan di panggul
  • Perut yang lebih besar dari usia kehamilan.
  • Anemia
  • Pendarahan dari vagina yang berwarna merah atau cokelat tua di trimester pertama
  • Pada kondisi yang parah dapat menyebabkan liang vagina dipenuhi kista berbentuk seperti anggur
  • Hipertiroidisme atau hormon tiroid berlebih
  • Adanya kista di rahim
  • Tingkat hormon hCG atau hormon yang diproduksi di plasenta yang tinggi
  • Tekanan darah tinggi
  • Pertumbuhan rahim yang pesat atau terlalu besar untuk ukuran janin
  • Mual dan muntah
  • Preeklampsia yang ditandai dengan tekanan darah tinggi dan kadar protein yang tinggi dalam air seni 20 minggu setelah kehamilan

Bila calon ibu mengalami gejala-gejala di atas, segera periksakan ke dokter untuk menjalani penanganan yang tepat.

Bagaimana penanganan mola hidatidosa?

Mola hidatidosa adalah kondisi yang bisa diatasi. Saat Anda dinyatakan mengalami hamil anggur, dokter akan melakukan beberapa penanganan, seperti:

  • Dilation and curettage

Dilation and curettage adalah operasi yang meliputi pengangkatan jaringan kista di rahim dengan menggunakan alat seperti vakum. Saat bedah berlangsung, Anda akan diberikan obat bius sementera ahli bedah memeriksa rahim dan menyedot kista.

  • Histerektomi

Bila kondisi mola hidatidosa cenderung dapat tumbuh kembali (gestational trophoblastic neoplasia) dan Anda sudah tidak ingin hamil lagi, maka dokter akan melakukan operasi pengangkatan rahim atau histerektomi.

  • RhoGAM

RhoGAM adalah obat yang diberikan untuk penderita yang memiliki golongan darah Rh-negatif selama penanganan mola hidatidosa berlangsung. Obat ini berguna untuk mencegah komplikasi seputar antibodi Anda.

  • Kemoterapi

Kemoterapi hanya dilakukan ketika kondisi mola hidatidosa yang dialami berisiko menjadi kenker. Anda juga dapat diberikan kemoterapi setelah bedah dilation and curettage dan saat kadar hCG Anda tidak kunjung turun.

Kanker yang timbul akibat mola hidatidosa jarang terjadi, tetapi jika kondisi tersebut muncul, maka dokter akan memberikan Anda beberapa sesi kemoterapi dan terapi radiasi.

Setelah kista telah diangkat, Anda akan tetap diawasi oleh dokter dan menjalani tes darah serta pemeriksaan kadar hCG untuk memastikan bahwa tidak ada lagi jaringan kista yang tersisa.

Pemeriksaan kadar hCG akan tetap dilakukan selama enam bulan sampai satu tahun setelah operasi dilakukan.

Hamil anggur dapat dideteksi melalui USG, yaitu terlihat gambaran gumpalan-gumpalan di layar USG.

Apakah seseorang masih bisa hamil setelah mengalami mola hidatidosa?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, calon ibu masih bisa hamil kembali. Namun, dokter akan menyarankan Anda untuk menunggu setidaknya enam bulan sampai satu tahun sebelum mencoba untuk hamil kembali.

Tidak hanya fisik saja yang perlu diperhatikan, Anda juga tidak perlu terburu-buru untuk ingin hamil kembali. Siapkan hati dan pikiran Anda, serta berikan waktu bersedih untuk diri sendiri. Anda dapat mengungkapkan kesedihan yang dirasakan kepada pasangan, keluarga, maupun teman.

Jika dibutuhkan, Anda dapat mengunjungi psikolog ataupun psikiater untuk membahas mengenai perasaan dan pemikiran mengenai kejadian yang sudah dialami.

Para bumil bisa mencegah semakin parahnya kondisi mola hidatidosa dengan menjalani pemeriksaan USG dan kondisi fisik secara rutin dengan dokter kandungan

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/molar-pregnancy/symptoms-causes/syc-20375175
Diakses pada 5 Februari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/molar-pregnancy#symptoms
Diakses pada 5 Februari 2020

Artikel Terkait