7 Mitos Seputar Tuberkulosis beserta Faktanya


Mitos seputar tuberkulosis kerap menganggapnya sebagai penyakit fatal, padahal peluang sembuh tinggi. Di sisi lain ada yang menanggap TB hanya menyerang paru-paru. Padahal dapat menyerang selaput otak.

0,0
24 Jun 2021|Azelia Trifiana
Beberapa mitos seputar tb tidaklah benarBeberapa mitos seputar tb tidaklah benar
Dari segala jenis penyakit TB mulai dari yang umum hingga langka, selalu ada mitos seputar tuberkulosis yang menyertai. Salah satunya anggapan apakah TB menular atau tidak. Faktanya, pasien TB hanya bisa menularkan penyakit ini apabila bakteri berada di tenggorokan atau paru-paru.Sementara jika bakteri penyebab tuberkulosis berada di bagian tubuh lain seperti ginjal atau tulang punggung, sangat kecil kemungkinan terjadinya penularan.

Mitos seputar tuberkulosis

Ada banyak sekali mitos seputar penyakit TB yang berkembang karena pemahaman terbatas. Terlebih, masih sangat panjang perjalanan hingga dunia medis dapat menghapuskan penyakit ini karena banyaknya pasien yang kebal pengobatan TB.Meski telah ada sejak ribuan tahun silam, berikut ini beberapa mitos seputar tuberkulosis yang perlu diluruskan:

1. Mitos: TB menular

Salah besar jika ada anggapan bahwa penyakit TB menular. Pasien TB laten yang tanpa gejala tentu tidak bisa menularkan apapun. Lebih jauh lagi, seseorang hanya bisa menularkan TB ketika bakteri berada di tenggorokan dan paru-paru.Sementara ketika bakteri bersemayam di bagian tubuh lainnya, kecenderungan untuk menulari orang lain pun tidak ada. Selain itu, pasien TB juga tidak lagi menularkan penyakitnya setelah 2-3 minggu sejak mendapatkan penanganan medis.

2. Mitos: TB bersifat genetik

Banyak sekali anggapan bahwa tuberkulosis adalah penyakit turunan dari orangtua ke keturunannya. Miskonsepsi ini mungkin bermula karena orang yang tinggal bersama kerap menderita penyakit yang sama. Padahal, ini terjadi karena bakteri lebih mudah menginfeksi satu orang dan lainnya.

3. Mitos: Penyakit TB tak bisa diobati

Penyakit TB sangat bisa diobati. Penanganan paling umum untuk infeksi TB laten adalah pemberian antibiotik isoniazid. Pasien perlu mengonsumsi obat ini setiap harinya selama 6-9 bulan.Sementara bagi individu dengan infeksi aktif, dokter akan meresepkan kombinasi obat antibakteri selama yang perlu dikonsumsi selama 6-12 bulan. biasanya, kombinasinya adalah isoniazid, rifampin, pyrazinamide, dan ethambutol.

4. Mitos: Hanya terjadi di negara miskin

Jangan salah, penyakit tuberkulosis bisa terjadi di penjuru dunia, bahkan di negara maju sekalipun. Hanya saja, catatan WHO pada tahun 2019 sebanyak 44% kasus-kasus TB baru terjadi di negara-negara Asia Tenggara. Contohnya India, Indonesia, China, Filipina, Pakistan, Nigeria, Bangladesh, dan Afrika Selatan.

5. Mitos: Menular lewat berjabat tangan

Mengingat seriusnya penyakit ini, banyak yang khawatir tentang cara penularannya. Bahkan, ini juga memicu mitos seputar tuberkulosis bahwa berjabat tangan saja bisa menyebabkan penularan.Faktanya, penyakit TB tidak akan menular lewat jabat tangan, berbagi makanan, menyentuh toilet, kontak dengan sprei, berciuman, hingga menggunakan sikat gigi bersama.Sekali lagi, penyebaran TB hanya akan terjadi ketika pasien TB aktif yang terinfeksi di paru-paru dan tenggorokannya terbatuk, bersin, berbicara, atau bernyanyi.

6. Mitos: TB adalah penyakit fatal

Tidak sepenuhnya benar sebab lewat penanganan medis modern, dokter bisa sukses menyembuhkan tuberculosis. Awalnya bahkan sejak 24 Maret 1882 silam, Dr. Robert Koch mengumumkan temuannya tentang bakteri penyebab TB. Temuan berharga ini menjadi panduan untuk diagnosis dan penyembuhan penyakit TBMomentum penemuan itu pula yang membuat World Tuberculosis Day diperingati setiap tanggal 24 Maret. Hingga 140 tahun sejak pertama kali Dr. Koch mengungkapkan temuannya, perjuangan melawan penyakit TB terus berlanjut.

7. Mitos: TB hanya menyerang paru-paru

Meski penyakit TB kerap diasosiasikan dengan penyakit paru-paru, ternyata penyakit ini bisa menyerang bagian lain tubuh, salah satunya adalah selaput otak.Meningitis adalah penyakit yang terjadi karena infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis menyerang selaput otak. Infeksi ini biasanya terjadi ketika seseorang mengalami TBC dan akhirnya penyakit berpindah ke bagian tubuh lainnya.

Catatan dari SehatQ

Membekali diri dengan pengetahuan seputar mitos apakah TB menular, bagaimana penularannya, serta fakta bahwa penyakit ini bisa terjadi di negara manapun.Dengan mengetahui mana yang mitos dan mana yang merupakan fakta, ini dapat memfokuskan pada langkah penanganan ketika ada orang sekitar yang terinfeksi tuberkulosis.Hingga kini, penyakit TB masih menjadi salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia. Setiap harinya, sekitar 4.000 orang meninggal dunia akibat penyakit ini.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar perbedaan infeksi TB aktif dan laten, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakit paru-parutuberkulosismeningitis
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/medical-myths-all-about-tuberculosis
Diakses pada 13 Juni 2021
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/tuberculosis
Diakses pada 13 Juni 2021
WHO. https://www.who.int/campaigns/world-tb-day/world-tb-day-2021
Diakses pada 13 Juni 2021
CDC. https://www.cdc.gov/tb/topic/basics/howtbspreads.htm
Diakses pada 13 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait