Mematahkan Mitos Seputar Mikotoksin dalam Kopi


Mikotoksin adalah zat yang terbentuk setelah jamur melakukan metabolisme. Sesuai namanya zat ini bisa menyebabkan keracunan. Ada satu mitos yang menyebut bahwa kopi mengandung mikotoksin. 

0,0
27 Aug 2021|Azelia Trifiana
Mikotoksin dalam jamurMikotoksin dalam jamur
Mikotoksin adalah zat yang terbentuk setelah jamur melakukan metabolisme. Sesuai namanya yang mengandung kata “toksin”, maka bisa menyebabkan keracunan. Ada satu mitos yang menyebut bahwa kopi mengandung mikotoksin. Artikel kali ini akan mematahkan mitos sekaligus menguak fakta tentang kandungan mikotoksin dalam kopi. Terlebih, banyak yang menyebut bahwa kopi di pasaran terkontaminasi racun tersebut.

Apa itu mikotoksin?

Mikotoksin ada karena terbentuk dari jamur berukuran kecil yang biasanya terdapat di biji kopi dan bulir gandum apabila tidak disimpan dengan baik. Apabila tertelan terlalu banyak, mikotoksin bisa menyebabkan keracunan. Selain itu, mikotoksin juga bisa menyebabkan masalah kesehatan kronis.  Kontaminasi jamur ini pula yang menjadi penyebab ruangan tertutup terasa lembap dan berjamur.Di sisi lain, zat kimia yang diproduksi jamur ini juga dimanfaatkan untuk obat-obatan farmasi. Termasuk di dalamnya antibiotik penicillin, ergotamine, dan obat antimigrain yang bisa digunakan untuk sintesis LSD halusinogen.Terkait dengan kopi, jenis yang paling relevan pada biji kopi adalah aflatoxin B1 dan ochratoxin A. aflatoxin B1 dikenal sebagai karsinogen dan dapat menyebabkan dampak berbahaya.Sementara ochratoxin A belum banyak dipelajari, namun juga berpotensi menjadi karsinogen dan mungkin membahayakan otak dan ginjal.

Mikotoksin dan kopi

Mitos seputar temuan mikotoksin dalam kopi bermula dari beberapa temuan, seperti:
  • 33% sampel biji kopi hijau dari Brazil mengandung ochratoxin A
  • 45% kopi seduh yang tersedia secara komersil mengandung ochratoxin A
  • Aflatoxin ditemukan di biji kopi hijau, terutama pada biji kopi decaf
Selain beberapa fakta di atas, ada beberapa temuan serupa seputar mikotoksin dalam kopi.Klaim lain bahwa mikotoksin adalah senyawa yang membuat kopi terasa pahit juga tidak benar. Sebab, yang menentukan pahit tidaknya kopi adalah jumlah tannin di dalamnya. Secara ilmiah, tidak ada hubungan antara mikotoksin dan rasa pahit kopi.Bahkan studi dari Jerman ini menemukan bahwa hampir semua jenis makanan bisa terkontaminasi mikotoksin.Contohnya adalah bulir gandum, kismis, bir, wine, dark chocolate, dan peanut butter.Bahkan, secara virtual seluruh sampel darah manusia pasti positif mengandung mikotoksin jenis ochratoxin A. Ada pula temuan senyawa ini dalam ASI.

Lantas, harus bagaimana?

Lalu, haruskah khawatir akan temuan ini?Kabar baiknya, level mikotoksin dalam kopi ada di bawah batas keamanan. Jadi, tidak akan serta merta membahayakan kesehatan mereka yang mengonsumsinya.Ketika masuk ke tubuh pun, hati akan menetralkan mikotoksin. Akumulasi sangat jarang terjadi selama paparan tetap rendah. Negara-negara di dunia pun tidak tinggal diam. Mereka memberlakukan standar keamanan adanya mikotoksin dalam bahan pangan, termasuk kopi.Jadi, dengan sengaja membeli produk berkualitas tinggi – baik kopi maupun makanan lainnya – dengan klaim bebas mikotoksin sebenarnya tidak perlu. Justru, ini cenderung hanya menghambur-hamburkan uang.

Metode mengurangi mikotoksin

Sebenarnya isu seputar mikotoksin yang ada dalam bahan pangan bukan hal baru. Dari situlah, para petani kopi memutar otak untuk mengatasinya secara efisien.Metode yang paling krusial demi mengurangi senyawa dari fungi ini disebut wet processing, yang secara efektif dapat menghilangkan sebagian besar jamur dan mikotoksin.Selain itu, memanggang biji kopi juga dapat membunuh jamur yang memproduksi mikotoksin. Berdasarkan studi tim asal Belanda, metode ini dapat mengurangi kadar ochratoxin A sebanyak 69-96%.Jika ada biji kopi yang kandungan mikotoksinnya terlalu tinggi pun, pasti akan dibuang. Sebab, ini akan berpengaruh pada sistem penilaian alias skor pada kualitas kopi.Lebih jauh lagi, kafein dalam kopi juga dapat menghambat tumbuhnya jamur. Itulah mengapa, kopi decaf cenderung mengandung mikotoksin lebih tinggi. Meski demikian, levelnya masih berada di bawah batas aman.

Catatan dari SehatQ

Jelas bahwa mikotoksin merupakan senyawa yang ada di hampir semua bahan pangan. Paparan senyawa ini tidak terhindarkan. Jika ada klaim bahwa kopi menjadi tempat berkumpulnya mikotoksin yang membahayakan kesehatan, ini kurang tepat.Sebab, metode pengolahan kopi hingga proses produksinya memastikan kandungan mikotoksin tidak terlalu tinggi. Saking amannya, apabila tertelan pun tidak akan menimbulkan dampak buruk pada kesehatan.Manfaat mengonsumsi kopi masih lebih unggul ketimbang risiko dari mikotoksin ini. Jadi, tak perlu khawatir akan mitos yang berkembang di pasaran seputar kopi dan mikotoksin.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar waktu terbaik minum kopi dan dosisnya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
penyakitkeracunankeracunan makanan
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/the-mycotoxins-in-coffee-myth#mycotoxins
Diakses pada 14 Agustus 2021
Journal of Veterinary Pharmacology and Therapeutics. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16515661/
Diakses pada 14 Agustus 2021
Journal of Agricultural and Food Chemistry. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11600012/
Diakses pada 14 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait