Mitos Mewarnai Rambut Saat Hamil, Benarkah Membahayakan Janin?

Zat kimia dalam pewarna rambut jumlahnya hanya sedikit dan tidak terserap oleh janin
Mewarnai rambut saat hamil boleh saja dilakukan asalkan Anda tidak alergi dengan pewarna rambut

Duchess of Cambridge, Kate Middleton sering sekali mengganti warna rambutnya. Tetapi saat mengandung anak pertama, Prince George, hingga anak kedua, Princess Charlotte, Kate Middleton tidak mewarnai rambut saat hamil. Padahal, tidak ada bukti ilmiah bahwa mewarnai rambut berbahaya bagi janin.

Wajar jika ibu hamil ingin mewarnai rambut di tengah segala fluktuasi hormonal dan perubahan tubuh yang dirasakannya. Selama ini, teori yang populer berkembang adalah mewarnai rambut saat hamil berisiko bagi janin.

Namun, benarkah mewarnai rambut saat hamil aman dilakukan?

Mitos fakta mewarnai rambut saat hamil

Ada banyak hal yang tak bisa dicegah ketika sudah berurusan dengan perubahan seorang wanita saat memasuki fase hamil. Bentuk tubuh berubah, sudah pasti. Munculnya selulit pun tak bisa dihindari.

Tapi mewarnai rambut untuk menghilangkan uban atau sekadar eksperimen? Sebelum melakukannya, Anda perlu memahami hal-hal berikut ini:

1. Mitos: mengecat rambut akan berbahaya bagi janin

Salah satu alasan paling populer yang membuat mewarnai rambut saat hamil dianggap berbahaya adalah paparan substansi kimia dari cat rambut bisa berdampak langsung pada janin. Cat rambut bisa masuk lewat kulit kepala dan mencapai aliran darah.

Fakta:

Mewarnai rambut saat hamil hanya memerlukan sedikit sekali zat kimia dan tidak cukup masif untuk bisa meracuni bayi. Namun, risiko zat kimia terserap melalui kulit kepala tetaplah ada sehingga Anda perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum mewarnai rambut.

2. Mitos: Tunggu hingga trimester kedua

Pendapat selanjutnya seputar mewarnai rambut saat hamil adalah sebaiknya sang ibu menunggu hingga trimester kedua agar aman bagi janin. Apalagi, trimester pertama merupakan masa pertumbuhan organ bayi.

Fakta:

Tidak ada pengaruh antara usia kehamilan dengan risiko dari mewarnai rambut saat hamil. Walaupun tidak ada cukup bukti ilmiah bahwa kehamilan di trimester pertama lebih rentan terpapar substansi kimia dari cat rambut, tetapi sebaiknya Anda menunggu sampai perkembangan organ bayi dalam kandungan telah lengkap.

3. Mitos: Tekstur rambut saat hamil sulit untuk diwarnai

Ada juga anggapan bahwa perubahan hormon ibu hamil membuat rambut bisa menjadi lebih kering dan kasar, sehingga lebih sulit untuk diwarnai.

Fakta:

Tidak ada hubungan antara tekstur rambut seseorang dengan kehamilan, juga dengan urusan mewarnai rambut. Setiap orang memiliki jenis rambut berbeda. Hormon saat hamil pun bisa bereaksi berlainan pula. Jika kondisi rambut cenderung kering pun, stylist di salon pasti bisa menyiasatinya.

Apa yang perlu lebih diperhatikan?

Tidak ada salahnya ketika ibu hamil merasa harus ekstra waspada sebelum mengambil keputusan apapun, termasuk mewarnai rambut saat hamil. Jika masih ragu-ragu untuk mewarnai rambut, simak beberapa tips berikut:

  • Pilih jenis pewarnaan sesuai selera

Mewarnai rambut bisa lewat beragam jenis, mulai dari bleaching hingga highlight beberapa bagian saja. Jika Anda memang tidak ingin cat rambut menempel pada bagian kulit kepala dan akar rambut, maka highlight bisa jadi pilihan.

  • Ventilasi

Ada beberapa pekerjaan yang memicu alergi, salah satunya adalah mereka yang sehari-hari menghirup substansi kimia di salon. Untuk itu, pastikan tempat Anda melakukan perawatan benar-benar memiliki ventilasi yang baik sehingga sirkulasi udara juga lancar.

  • Momen yang tepat

Sebaiknya lakukan pewarnaan rambut ketika bayi dalam kandungan telah berkembang dan dinyatakan sehat oleh dokter. Akan tetapi, proses mewarnai rambut biasanya memakan waktu yang lama dan mengharuskan ibu hamil duduk berjam-jam. Saat perut telah membesar, kondisi ini tentu tak nyaman bagi Anda. Lebih baik jika Anda menunggu sampai setelah bayi lahir untuk mewarnai rambut.

  • Pilih yang alami

Masih tidak yakin dengan produk pewarna rambut di pasaran? Anda juga bisa menggunakan bahan pewarna alami atau yang terbuat dari tumbuhan. Namun di sisi lain, pewarnaan dengan bahan ini biasanya tidak seawet produk pewarna rambut kimia.

  • Tes alergi

Perubahan hormon saat hamil terkadang bisa membuat seseorang menjadi lebih sensitif terhadap hal yang semula biasa saja. Jika Anda khawatir ada reaksi alergi, coba tes alergi dengan mewarnai beberapa helai rambut dan lihat reaksinya. Jika baik-baik saja, then go ahead.

Pertimbangkan lagi semua hal di atas sebelum Anda memutuskan mewarnai rambut saat hamil. Konsultasikan juga dengan dokter kandungan untuk memastikan tidak ada risiko yang membayangi kesehatan Anda dan janin dalam kandungan.

American Pregnancy Association. https://americanpregnancy.org/is-it-safe/hair-treatments-during-pregnancy/
Diakses 8 November 2019

What to Expect. https://www.whattoexpect.com/pregnancy/hair-dye
Diakses 8 November 2019

NHS. https://www.nhs.uk/common-health-questions/pregnancy/is-it-safe-to-use-hair-dye-when-i-am-pregnant-or-breastfeeding/
Diakses 8 November 2019

Today. https://www.today.com/style/mom-be-tress-stress-here-s-truth-about-hair-dye-t6246
Diakses 8 November 2019

Huffington Post. https://www.huffpost.com/entry/hair-dye-during-pregnancy_n_5abcf8aee4b04a59a3154eb3
Diakses 8 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed