Menyesatkan, Ini Mitos Seputar Menurunkan Berat Badan yang Perlu Anda Ketahui

Membatasi lemak jenuh merupakan tips aman dari menurunkan berat badan
Anda dapat menurunkan berat badan, jika kalori yang terbakar lebih banyak daripada kalori yang masuk

Memiliki bagi berat badan ideal, menjadi idaman bagi banyak orang. Sehingga segala hal dilakukan, untuk dapat menurunkan berat badan.

Menurunkan berat badan tentunya tak salah, terlebih bagi Anda yang tergolong dalam kondisi obesitas. Kondisi ini memang berpotensi membuat Anda terkena penyakit lain, seperti tekanan darah tinggi dan penyakit jantung, stroke, hingga diabetes.

Beberapa mitos umum mengenai cara menurunkan berat badan

Masih banyak mitos menurunkan berat badan yang masih dipercaya oleh sebagian masyarakat. Alih-alih menurunkan, beberapa mitos ini malah membuat Anda gagal menjalani diet, atau malah menimbulkan kerugian lain.

Inilah mitos mengenai cara menurunkan berat badan, yang harus Anda hindari.

  • Mitos #1: Suplemen dapat membantu menurunkan berat badan

Anda mungkin termasuk orang yang percaya, bahwa mengonsumsi suplemen tertentu, dapat membantu penurunan berat badan. Dalam kajian medis, hal ini belum terbukti efektif.

Jika Anda pernah mendengar orang lain yang berhasil menurunkan berat badan, sebagai dampak dari suplemen, boleh jadi itu merupakan efek plasebo. Artinya, janji pemasaran dari suplemen tersebut, membuat mereka lebih termotivasi untuk benar-benar melakukan diet sehat.

Walau mungkin ada kajian-kajian yang menyatakan, beberapa jenis suplemen memang berhasil menurunkan berat badan, jumlah bobot yang diturunkan sangatlah kecil. Selain itu, beberapa suplemen juga memiliki efek samping, dan ada beberapa penelitian yang ternyata disponsori oleh merek tertentu.

  • Mitos #2: Menurunkan berat badan berarti menyingkirkan makanan favorit

Untuk dapat menurunkan berat badan, kalori yang terbakar harus lebih banyak dari kalori yang masuk ke tubuh Anda. Artinya, Anda tak harus menyingkirkan makanan yang Anda sukai, asal dapat mengingat kira-kira total kalori makanan yang Anda makan.

Beberapa kalkulator pada aplikasi dan situs terpercaya bisa Anda gunakan, untuk menghitung kalori tiap jenis makanan. Sehingga, Anda dapat menghitung total kalori dari makanan harian Anda. Penting untuk diingat, Anda harus menyeimbangkan porsi makan dalam satu hari.

Setiap orang juga memiliki kebutuhan kalori yang berbeda, yang bergantung pada berbagai faktor, seperti usia, berat badan, dan tingkat aktivitas fisik. Diskusikan dengan dokter, mengenai jumlah kalori harian yang Anda butuhkan.

  • Mitos #3: Hanya kardio yang penting, latihan kekuatan tak perlu dilakukan

Latihan kardio memang menjadi aktivitas fisik yang utama untuk menurunkan berat badan. Namun, sebaiknya Anda juga mengkombinasikannya dengan melakukan latihan kekuatan. Sebab, latihan ini membantu meningkatkan pembakaran kalori, setelah Anda berolahraga.

  • Mitos #4: Karbohidrat membuat Anda gemuk

Memang betul, diet dengan rendah karbohidrat, membantu Anda untuk menurunkan berat badan. Namun bukan berarti karbohidrat memicu peningkatan berat badan. Faktanya, karbohidrat kompleks, seperti pisang, apel, dan kacang merah, malah menyehatkan.

Jadi, selama kalori harian yang masuk ke tubuh masih terkontrol, Anda tak perlu khawatir.

  • Mitos #5: Lemak harus dihindari

Lemak sering disalahkan sebagai pemicu kegemukan. Memang benar bahwa, kalori dalam setiap satu gram lemak, lebih tinggi daripada zat lain seperti protein dan karbohidrat. Namun bukan berarti, Anda harus menghindari semua jenis lemak.

Lemak juga memiliki jenis yang menyehatkan, dan membantu tubuh berfungsi dengan baik. Lemak sehat ini terkandung dalam makanan seperti ikan, telur, dan alpukat.

Yang membuat Anda gagal dalam menurunkan berat badan adalah, konsumsi kalori makanan yang terlalu banyak, dibanding energi yang terbuang.

  • Mitos #6: Melewatkan waktu makan dapat menurunkan berat badan

Melewatkan sarapan maupun makan siang, dapat membuat Anda lebih lapar di jam-jam berikutnya. Sehingga, kebiasaan ini memicu Anda makan lebih banyak di waktu makan selanjutnya.

Anda tak perlu melewatkan makan, dengan dalih untuk menurunkan berat badan. Misalnya, saat sarapan, Anda bisa mencampur oats dengan buah, dan sedikit susu rendah lemak. Roti gandum dengan taburan potongan buah, juga dapat memberikan Anda energi sebelum beraktivitas.

Kunci untuk menurunkan berat badan

Langkah terbaik untuk menurunkan berat badan, adalah dengan perlahan menerapkan perubahan cara makan, serta melakukan aktivitas fisik, dimulai dari yang gampang. Perubahan cara makan tersebut termasuk dengan memperhatikan kalori harian Anda, seperti yang telah disampaikan di atas. Berikut beberapa tips aman, untuk menurunkan berat badan.

  • Membatasi atau mengurangi konsumsi lemak jenuh, seperti lemak sapi, daging sapi, daging babi, mentega, saus mayones, atau es krim
  • Mengurangi konsumsi karbohidrat sederhana, seperti nasi putih dan roti
  • Mengurangi atau menghindari konsumsi alkohol
  • Menghindari minuman manis
  • Berolahraga, setidaknya 30 menit dalam satu hari

Itulah beberapa mitos terkait menurunkan berat badan, yang mungkin masih Anda percayai. Cobalah untuk menghindari mitos-mitos di atas, agar usaha menurunkan berat Anda, lebih tepat sasaran. Selain itu, jangan percaya dengan hal yang sifatnya instan. Sebab, mengusir kegemukan, merupakan usaha jangka panjang

Better Health. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/HealthyLiving/weight-loss-common-myths
Diakses pada 18 Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/12-weight-loss-pills-reviewed
Diakses pada 18 Juli 2019

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/top-12-biggest-myths-about-weight-loss
Diakses pada 18 Juli 2019

National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. https://www.niddk.nih.gov/health-information/weight-management/myths-nutrition-physical-activity
Diakses pada 18 Juli 2019

Web MD. https://www.webmd.com/diet/obesity/obesity-health-risks#1
Diakses pada 18 Juli 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed