Mitos Larangan Makan Ceker Ayam untuk Ibu Hamil, Padahal Banyak Manfaatnya

Ceker ayam mengandung protein dan kolagen yang bermanfaat untuk ibu hamil
Ceker ayam atau kaki ayam terbentuk dari jaringan ikat yang aman dikonsumsi ibu hamil

Kuliner tanah air tak pernah kehabisan ide dan kreativitas. Semua bagian dari ayam bisa diolah menjadi sajian menggoyang lidah, termasuk ceker ayam untuk ibu hamil. Banyak mitos berkembang bahwa ceker ayam sebaiknya dihindari, padahal manfaatnya justru melimpah.

Ceker ayam adalah bagian tubuh ayam yang mengandung banyak sekali sumber protein dan kolagen. Bagi ibu hamil, ini juga berpengaruh bagi pertumbuhan janin. Namun tentu saja, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi saat menghidangkan ceker ayam untuk ibu hamil.

Manfaat ceker ayam untuk ibu hamil

Ceker ayam atau kaki ayam terbentuk dari jaringan ikat. Artinya, sangat aman dikonsumsi termasuk bagi ibu hamil sekalipun. Beberapa manfaat ceker ayam untuk ibu hamil di antaranya:

1. Meningkatkan kekebalan tubuh

Makan ceker ayam untuk ibu hamil sangat baik untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Kandungan mineral seperti zinc, fosfor, kalsium, dan magnesium berpadu dengan kolagen dapat membantu tubuh menangkal penyakit.

Bagi ibu hamil, hal ini tentu baik agar tidak mudah jatuh sakit dan harus minum obat.

2. Peremajaan kulit

Berkat kandungan kolagennya, ceker ayam untuk ibu hamil juga bisa meremajakan kulit dengan melakukan regenerasi sel. Selain itu, kulit juga menjadi semakin elastis dan mencegah penuaan dini seperti munculnya keriput.

 3. Luka lebih cepat sembuh

Ketika kolagen dan protein seperti albumin berpadu dalam ceker ayam, artinya proses pemulihan luka bisa menjadi semakin cepat. Selain itu, ceker ayam juga membantu tubuh lebih efektif dalam menangkal infeksi.

4. Persendian semakin kuat

Ketika usia bertambah, persediaan kalsium dalam tubuh akan menurun sehingga sel-sel tubuh lebih sulit regenerasi. Namun ceker ayam membantu memperkuat persendian dan mencegah pengeroposan tulang.

5. Menurunkan tekanan darah

Bagi yang kerap mendeteksi tekanan darahnya cukup tinggi, ceker ayam bisa jadi pilihan. Protein dan kolagen dalam ceker ayam bisa membantu menurunkan level renin plasma sehingga tekanan darah tidak naik signifikan.

Selain itu, ceker ayam untuk ibu hamil juga kaya akan potasium sehingga aman bagi penderita hipertensi sekalipun. Apalagi, tekanan darah tinggi bagi ibu hamil adalah hal yang berisiko tinggi.

6. Menyehatkan gusi

Ternyata, ceker ayam juga bisa menyehatkan gusi yang vital dalam proses kunyah. Kandungan kolagen, asam amino, dan substansi pembentuk gelatin lainnya membantu memperkuat sel-sel saraf dalam gusi.

7. Meredakan stres

Asam amino yang dihasilkan ceker ayam sangat baik untuk membantu meredakan stres. Salah satunya adalah asam amino arginine yang bisa berpengaruh terhadap kinerja hormon yang mengatur tingkat stres seseorang.

8. Menjaga keseimbangan hormon

Hormon berantakan saat hamil sangatlah wajar. Kabar baiknya, ceker ayam dapat membantu meningkatkan kinerja kelenjar-kelenjar dalam tubuh. Ketika sistem pembuluh darah terjaga, artinya aliran darah ke sistem saraf pusat yang mengatur hormon juga baik. Keseimbangan hormon pun bisa lebih terjaga.

Perhatikan sebelum konsumsi ceker ayam

Terlepas dari banyaknya manfaat ceker ayam untuk ibu hamil, perlu diperhatikan lebih jeli bagaimana proses pengolahannya. Pastikan jika tidak mengolahnya sendiri atau makan di restoran, proses pembuatannya benar-benar bersih dari awal hingga tersaji di meja.

Perhatikan beberapa hal berikut:

  • Pastikan bagian kuku ayam terpotong
  • Rebus ceker ayam hingga benar-benar matang sempurna
  • Tidak mengonsumsi ceker ayam berlebihan

Jika poin-poin di atas telah terpenuhi, maka tak ada salahnya sesekali mengonsumsi ceker ayam. Namun ingat, jangan terlalu berlebihan.

Dr. Health Benefits. https://drhealthbenefits.com/food-bevarages/meats/health-benefits-of-chicken-feet
Diakses 22 November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/food-nutrition/diabetic-chicken-recipes#1
Diakses 22 November 2019

Live Strong. https://www.livestrong.com/article/428813-boiling-vs-baking-chicken/
Diakses 22 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed