Sebagian besar ibu hamil mempercayai mitos pantangan ibu hamil sehingga dapat mengancam kesehatan
Banyak informasi mengenai makanan pantangan ibu hamil.

Ketika Anda hamil, kadang orangtua atau orang terdekat akan memberi tahu Anda seputar makanan-makanan pantangan ibu hamil. Makanan yang disebutkan biasanya beragam jenisnya, ada yang benar-benar terbukti secara ilmiah tidak boleh dikonsumsi, ada pula pantangan yang hanya sekedar mitos belaka.

Tidak sedikit calon ibu yang akhirnya percaya dengan mitos-mitos pantangan ibu hamil tersebut. Mereka pun menjadi semakin selektif dalam memilih makanannya sehingga berpotensi mengabaikan makanan-makanan yang sebenarnya bermanfaat.

Kondisi ini tentunya akan mengundang berbagai macam masalah kesehatan bagi ibu hamil. Salah satunya adalah penyakit anemia defisiensi besi yang diakibatkan oleh kekurangan asupan zat besi.

Mitos dan Fakta Makanan Pantangan Ibu Hamil

Beberapa mitos dan fakta mengenai makanan pantangan ibu hamil yang berkaitan dengan anemia defisiensi besi, di antaranya:

1. Mitos: Ketika hamil tidak boleh minum kopi karena kafein dapat mencegah penyerapan zat besi.

Fakta: Penyerapan zat besi sebetulnya bukanlah dihambat oleh kafein, melainkan oleh polifenol dan tanin yang terdapat dalam teh dan kopi. Oleh sebab itu, kopi dan teh tanpa kafein juga tetap dapat menghambat penyerapan zat besi. Hal ini tentu tidak baik dikonsumsi oleh ibu hamil, apalagi jika ibu hamil tersebut mengalami anemia defisiensi besi. Selama kehamilan, batasi batasi konsumsi kopi atau teh kurang dari 200 mg per hari atau setara dengan 30 ml untuk mengurangi dampak buruk pada penyerapan zat besi.

2. Mitos: Mengonsumsi makanan laut selama kehamilan akan menyebabkan bayi menderita ruam kulit dan masalah kulit lainnya.

Fakta: Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan laut selama kehamilan dapat menyebabkan masalah kulit bagi bayi. Akan tetapi, makanan laut merupakan sumber zat besi yang cukup tinggi sehingga baik untuk ibu hamil penderita anemia defisiensi besi.

Selain itu, makanan laut merupakan sumber protein dan seng yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Makanan laut lainnya, seperti salmon, teri dan sarden, termasuk sumber asam lemak omega-3 yang baik untuk perkembangan otak si buah hati.

3. Mitos: Mengonsumsi kacang dapat menyebabkan bayi menjadi alergi.

Fakta: Jika riwayat keluarga tidak menunjukkan adanya alergi terhadap kacang, maka kemungkinan besar bayi juga tidak akan memiliki alergi tersebut. Kacang-kacangan merupakan sumber zat besi, protein, lemak tak jenuh, dan folat sehingga bagus untuk dikonsumsi ibu hamil, terutama yang mengalami anemia defisiensi besi.

[[artikel-terkait]]

3 Makanan yang Harus Dihindari Ibu Hamil Ketika Mengalami Anemia Defisiensi Besi

Terdapat beberapa makanan pantangan ibu hamil yang harus dihindari jika ibu mengalami anemia defisiensi besi. Pantangan-pantangan ini sebaiknya tak boleh diabaikan karena sudah terbukti secara ilmiah.

Ketika seseorang terkena anemia defisiensi besi, maka kesehatan diri dan bayi yang mereka kandung juga dapat terancam. Berikut tiga makanan yang harus dihindari ibu hamil ketika mengalami anemia defisiensi besi:

1. Makanan yang mengandung kalsium

Mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium bersamaan dengan makanan yang mengandung zat besi sebaiknya dihindari. Kalsium dapat mengganggu penyerapan zat besi dalam tubuh sehingga malah akan memperburuk anemia yang diderita. Sebaiknya, ibu hamil mengonsumsi makanan-makanan tersebut dalam waktu yang berbeda. Misalnya, hindari mengonsumsi daging sapi atau kacang bersama dengan susu atau yogurt.

2. Makanan yang mengandung gluten

Ibu hamil yang mengalami anemia defisiensi besi harus menghindari makanan yang mengandung gluten. Gluten dapat mencegah penyerapan zat besi dan asam folat sehingga mengganggu produksi sel darah merah. Anda dapat menemukan kandungan gluten dalam pasta dan produk olahan gandum.

3. Makanan yang kaya akan tanin

Tanin bisa mengganggu penyerapan zat besi sehingga harus dihindari oleh ibu hamil yang mengalami anemia defisiensi besi. Kopi, teh hitam, teh hijau, jagung, dan apel sarat akan tanin, jadi sebaiknya jangan dikonsumsi terlebih dahulu atau terlalu banyak ketika hamil.

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed