Missed Abortion, Keguguran yang Terjadi Tanpa Peringatan


Missed abortion adalah jenis keguguran yang sering kali terjadi tanpa 'peringatan' atau gejala. Penyebabnya beragam, mulai dari kebiasaan merokok hingga penyakit autoimun.

0,0
30 Jul 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Missed abortion adalah keguguran yang terjadi tanpa gejalaMissed abortion adalah keguguran yang dapat terjadi tanpa peringatan.
Pernahkah Anda mendengar istilah missed abortion? Missed abortion adalah keguguran yang terjadi saat janin tidak terbentuk atau telah meninggal, tapi plasenta dan jaringan embrio masih berada di dalam rahim.Kondisi ini juga dikenal dengan sebutan missed miscarriage atau silent carriage alias keguguran diam-diam. Sebab, ibu hamil yang mengalaminya tidak merasakan gejala keguguran pada umumnya, seperti perdarahan atau kram perut.

Apakah missed abortion memiliki gejala?

Sebagian besar kasus missed abortion terjadi tanpa adanya peringatan atau gejala. Namun, beberapa wanita yang mengalaminya mungkin dapat melihat cairan kecokelatan keluar dari vaginanya sebagai pertanda dari missed abortion.Berbagai gejala kehamilan, seperti mual dan nyeri payudara, juga bisa mereda atau bahkan tak dirasakan oleh ibu hamil yang mengalami missed abortion.Kondisi ini jelas berbeda dari jenis keguguran pada umumnya yang bisa memunculkan gejala-gejala khas, seperti:
  • Perdarahan pada vagina
  • Rasa nyeri dan kram pada perut
  • Tidak mampu merasakan gejala kehamilan
  • Keluarnya cairan atau jaringan dari vagina.

Penyebab missed abortion yang perlu diwaspadai

Penyebab missed abortion belum diketahui secara pasti. Meski begitu, terdapat beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko missed abortion, di antaranya:
  • Kelainan kromosom

Pada trimester pertama, penyebab missed abortion yang cukup umum adalah kelainan kromosom pada janin. Kondisi ini terjadi saat ada kromosom berlebih, terhapus, atau terduplikasi. Kabar buruknya, kelainan kromosom tidak bisa dideteksi sebelum missed abortion terjadi.
  • Hamil kosong

Hamil kosong atau blighted ovum juga bisa menjadi penyebab missed abortion. Dalam kondisi ini, kantong kehamilan dan plasenta terus berkembang, tapi janinnya tidak.Penderitanya mungkin dapat terus merasakan gejala kehamilan, seperti mual, nyeri payudara, atau kelelahan. Akan tetapi, detak jantung janin tidak dapat terdengar saat sedang dimonitor oleh dokter. Pada saat pemeriksaan ultrasonografi (USG), kantong kehamilan juga dapat terlihat kosong.Selain dua kondisi medis di atas, gangguan endokrin, penyakit autoimun, kebiasaan merokok, dan trauma fisik juga dapat menyebabkan missed abortion.

Bagaimana dokter mendeteksi missed abortion?

Missed abortion biasanya terdiagnosis oleh dokter lewat USG sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu. Selain itu, dokter dapat mendeteksi keguguran diam-diam ini saat mereka tak bisa mendengar detak jantung janin.Jika usia kehamilan masih di bawah 10 minggu, dokter bisa terus memantau tingkat hormon kehamilan alias human chorionic gonadotropin (hCG) di dalam darah selama beberapa hari.Jika kadar hCG tidak kunjung meningkat, ini dapat menandakan bahwa kehamilan telah berakhir. Seminggu setelahnya, dokter bisa meminta Anda melakukan USG lagi untuk mengecek apakah ada detak jantung yang terdengar.

Cara mengatasi missed abortion

Terdapat beberapa cara mengatasi missed abortion yang dapat direkomendasikan oleh dokter, di antaranya:
  • Mengonsumsi obat-obatan

Dokter dapat memberikan obat bernama misoprostol untuk merangsang tubuh mengeluarkan jaringan tubuh yang tersisa di dalam rahim. Anda biasanya dapat mengonsumsi obat ini di rumah sakit dan kembali pulang ke rumah untuk melanjutkan proses keguguran.
  • Prosedur operasi

Jika obat misoprostol tidak berhasil mengeluarkan sisa jaringan tubuh di dalam rahim, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan prosedur operasi pembedahan dilatasi dan kuretase guna mengeluarkan jaringan tubuh yang tersisa.
  • Expectant management

Expectant management dilakukan dengan cara menunggu sampai jaringan embrionik keluar dari tubuh dengan sendirinya.Dilansir dari American Family Physician, sekitar 65 persen wanita yang mengalami missed abortion berhasil mengeluarkan jaringan embrionik dari tubuhnya hanya dengan menunggu saja.Jika tidak berhasil juga, dokter dapat memberikan obat atau merekomendasikan prosedur operasi.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sembuh total dari missed abortion?

Untuk sembuh secara fisik dari missed abortion, dibutuhkan waktu sekitar beberapa minggu, satu bulan, atau bahkan lebih lama dari itu. Masa menstruasi dapat datang kembali dalam waktu empat hingga enam minggu.Namun, untuk sembuh secara emosional, mungkin dibutuhkan waktu yang lebih lama lagi. Wanita yang baru keguguran dapat berkonsultasi dengan seorang psikolog atau meminta dukungan dari wanita yang lain dengan pengalaman yang sama.Dalam sebagian besar kasus, Anda dapat mencoba untuk hamil lagi setelah masa menstruasi telah datang. Beberapa dokter merekomendasikan untuk menunggu setidaknya tiga bulan setelah missed abortion sebelum mencoba untuk hamil lagi.Selain itu, pertimbangkan juga kesiapan fisik dan mental Anda sebelum berusaha untuk hamil lagi.Jika Anda memiliki pertanyaan seputar missed abortion atau jenis keguguran lainnya, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga.
menjaga kehamilankehamilankeguguran
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/missed-abortion#causes
Diakses pada 16 Juli 2021
Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/what-is-a-missed-miscarriage-2371246
Diakses pada 16 Juli 2021
About Kids Health. https://www.aboutkidshealth.ca/Article?contentid=468&language=English#:~:text=Some%20chromosomal%20abnormalities%20occur%20when,syndrome%20and%20triple%20X%20syndrome.
Diakses pada 16 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait