Misoginis adalah Cara Pandang yang Rendahkan Wanita, Waspadailah!

Misoginis adalah sikap pada orang-orang yang cenderung membenci wanita.
Misoginis adalah perilaku rendahkan wanita yang ciri-cirinya bisa Anda amati.

Misoginis adalah orang yang menganut kebencian atau prasangka buruk yang teramat kepada kaum wanita. Cara pandangnya disebut sebagai misogini. Ciri-ciri misoginis pun sebenarnya bisa Anda amati.

Meski umumnya cara pandang misogini dimiliki seorang pria, tak menutup kemungkinan seorang wanita juga memiliki pandangan misoginis dan membenci sesama wanita.

Dalam masyarakat, umumnya para misoginis tidak menyadari jika mereka membenci wanita. Cara pandang ini bisa tumbuh pada diri seseorang karena berbagai hal. Sebelum mengetahui penyebabnya, kenalilah ciri-ciri misoginis. Siapa tahu, orang-orang terdekat Anda memiliki ciri tersebut.

Ciri-ciri misoginis yang bisa diamati

Meski banyak individu yag tidak menyadari memiliki cara pandang misoginis, mengidentifikasi keberadaan mereka sangtlah mudah. Beberapa ciri-ciri misoginis yang dapat dikenali antara lain:

1. Gugup saat berada di dekat wanita

Ciri-ciri misoginis yang terbilang ringan yaitu merasa gugup saat berada di dekat wanita. Perasaan gugup itu dapat muncul karena berbagai sebab, antara lain trauma di masa lalu baik di lingkungan keluarga maupun pertemanan. Akibatnya, ia merasa terintimidasi oleh keberadaan wanita.

Saat merasa gugup, seorang misoginis begitu membenci situasi saat dirinya dikelilingi atau berada di dekat wanita. Dalam bersikap, seorang misoginis mengalami kesulitan berbicara hingga lebih memilih menjauh dari wanita.

Gejala fisik yang dialami seorang misoginis ketika berada di dekat wanita antara lain sesak di dada, jantung berdetak cepat, berkeringat dan kesulitan bernapas. Lebih dari itu, pada beberapa kasus, bahkan dapat menyebabkan seorang misoginis merasa pusing, mual, hingga tak sadarkan diri.

2. Bersikap kasar pada wanita

Ketakutan ekstrem kepada para wanita, tak jarang diungkapkan kaum misoginis dengan bersikap kasar kepada mereka. Tindakan kasar itu dapat muncul akibat perasaan tertekan, takut disaingi hingga kebencian tidak beralasan yang dapat menyebabkan seorang misoginis melontarkan ucapan hingga tindakan fisik yang kasar.

Pada beberapa kasus, seorang misoginis tidak menyadari ketakutan yang ia miliki terhadap wanita. Namun ia selalu berupaya membuat seorang wanita menderita.

3. Agresif dan egois pada wanita

Dalam berhubungan, baik dalam pertemanan maupun percintaan, seorang misoginis akan begitu agresif dan egois pada wanita. Ia cenderung menjadi pasangan yang angkuh, self-oriented dan tidak mempedulikan saran maupun keinginan pasangannya.

Dalam situasi ini, seorang misoginis akan memperlakukan seorang wanita berbeda dari teman prianya. Ia bisa dengan mudah dan tanpa rasa bersalah mengolok-olok wanita, dan melakukan pelecehan seksual pada wanita secara verbal maupun fisik. Pelecehan itu bisa terjadi baik di lingkungan pertemanan maupun hubungan personal.

Saat menjalin hubungan dengan wanita, seorang misoginis berusaha untuk membuat pasangannya merasa lemah dan tidak berdaya tanpa kehadirannya. Seorang misoginis juga akan selalu melontarkan intimidasi pada wanita yang membuat pola hubungan tidak sehat dan tidak berjalan beriringan. Ketika hal ini terjadi, wanita akan selalu berada di dalam cengkeraman misoginis, dan menjadi sosok yang lemah di mata para misoginis.

Keegoisan seorang misoginis juga terlihat saat melakukan hubungan seksual. Ia akan menjadi pasangan yang suka mengontrol jalannya permainan, tanpa menghiraukan keinginan wanita.

4. Gemar selingkuh

Gemar selingkuh menjadi salah satu ciri
pria misoginis.

Karena merasa dapat mengontrol dan membuat wanita lemah, seorang misoginis gemar berselingkuh. Seorang misoginis menemukan kenikmatan tertentu ketika membohongi pasangannya dan dapat melakukan hal yang sama pada banyak wanita lainnya.

Selingkuh menjadi cara para misoginis menyatakan kebencian terdalamnya pada wanita, jauh di bawah alam sadarnya. Membuat banyak wanita merasa lemah dan bertekuk lutut di hadapan mereka merupakan satu prestasi tersendiri bagi para misoginis.

Para misoginis tidak akan menghiraukan rasa sakit yang dialami para wanita akibat perselingkuhan yang ia lakukan. Kepuasan pribadi secara fisik, mental dan seksual menjadi tujuan utamanya.

5. Wanita tidak boleh lebih baik dari mereka

Sebab kebencian dan rasa takut disaingi kaum wanita, para misoginis juga akan merasa gagal jika melihat wanita melakukan suatu hal yang lebih baik dari mereka.

Penyebab seseorang menjadi misoginis

Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang memiliki cara pandang misoginis, antara lain karena faktor pengalaman dan lingkungan.

  • Pengalaman:

    Pengalaman buruk dengan seorang perempuan di masa lalu, baik akibat kekerasan fisik dan mental, pelecehan verbal maupun seksual hingga kekecewaan akibat diabaikan dan ditelantarkan, dapat menyebabkan seseorang memiliki cara pandang misoginis.
  • Lingkungan:

    Selain itu, perilaku misoginis dapat tumbuh pada diri seseorang akibat perilaku maupun ajaran yang ia terima dari orangtua, teman maupun lingkungan terdekatnya.

Ternyata, misoginis sulit beradaptasi

Seorang misoginis antara lain mengalami kesulitan beradaptasi di lingkungan pekerjaan maupun pergaulan. Karena ketakutan terhadap wanita, seorang misoginis pun sulit mengembangkan diri, baik di lingkungan kerja maupun pergaulan sehari-hari. Selain itu, perilaku intimidatif terhadap wanita pun menyebabkan para misoginis dikucilkan dari pergaulan.

Catatan dari SehatQ

Apabila Anda menjalin hubungan dengan seorang misoginis dan membutuhkan bantuan profesional untuk pendampingan, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan psikolog maupun psikologis. Selain itu, jika Anda menjadi korban pelecehan maupun tindak kejahatan lainnya oleh misoginis, laporkan hal tersebut pada kepolisian.

Healthline.
https://www.healthline.com/health/mental-health/gynophobia#causes
Diakses pada 27 Februari 2020

Science Daily.
https://www.sciencedaily.com/terms/misogyny.htm
Diakses pada 27 Februari 2020

Tidsskriftet.
https://tidsskriftet.no/en/2018/02/debatt/misogyny-silent-epidemic-health-service
Diakses pada 27 Februari 2020

NCBI.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5920542/
Diakses pada 27 Februari 2020

Artikel Terkait