Mirip Rumput Liar, Wheatgrass Ternyata Menyimpan Segudang Manfaat

Cara mengonsumsi rumput gandum alias wheatgrass adalah dengan menjadikannya sebagai jus
Anda dapat menanam wheatgrass atau rumput gandum sendiri di rumah dan mengonsumsinya setelah panen

Alam selalu menyediakan berbagai tumbuh-tumbuhan yang berkhasiat bagi kesehatan tubuh manusia. Salah satu hasil alam yang sedang populer di kalangan pecinta makanan sehat belakangan ini adalah wheatgrass. Disebut juga sebagai rumput gandum, apa manfaat wheatgrass bagi kesehatan tubuh?

Apa itu rumput gandum?

Wheatgrass adalah tanaman rumput-rumputan yang berasal dari keluarga tanaman triticum aestivum. Beberapa orang juga menyebut tanaman ini sebagai ‘darah hijau’ karena kandungan klorofilnya yang tinggi. Tanaman wheatgrass tumbuh secara alami di benua Eropa dan Amerika. Tanaman ini dapat tumbuh baik di luar maupun dibiakkan dalam ruangan. 

Apa manfaat wheatgrass bagi kesehatan? 

Wheatgrass kaya akan vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh. Vitamin-vitamin yang ada di dalamnya yakni Vitamin A, E, C, K, dan B6. Sedangkan mineral yang terkandung di dalamnya adalah kalsium, selenium, magnesium, dan zat besi. 

Walau demikian, tanaman rumput ini mengandung sedikit protein saja. Kandungan protein yang sedikit itu diimbangi dengan kandungan antioksidan yang tinggi di dalamnya. 

Berdasarkan berbagai kandungan yang dimiliki wheatgrass, berikut beberapa manfaat dari rumput gandum yakni sebagai berikut:

  • Mengatasi masalah pencernaan

Tanaman ini telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengurangi rasa sakit pada bagian perut dan mengatasi masalah pencernaan seperti diare. 

  • Sumber antioksidan

Seperti banyak produk nabati lainnya, wheatgrass mengandung antioksidan. Antioksidan dapat membantu tubuh melawan peradangan kronis, yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap zat berbahaya yang masuk ke dalam tubuh. 

Selain itu, sebuah studi pada tahun 2018 menunjukkan bahwa kandungan protein dan antioksidan dalam wheatgrass dapat mencegah berbagai penyakit, meningkatkan metabolisme, serta menyimpan energi dalam tubuh.

  • Menurunkan risiko kanker

Penelitian lainnya menyatakan bahwa wheatgrass dapat memperlambat bahkan mematikan pertumbuhan kanker kolorektal (kanker yang tumbuh pada usus besar). Selain kanker usus besar, wheatgrass dapat membantu mempertahankan tubuh terhadap leukemia atau kanker darah. Para peneliti percaya bahwa senyawa flavonoid dan polifenol dalam rumput gandum dapat membantu mencegah leukemia berkembang dalam sel-sel sumsum tulang.

  • Meningkatkan efektivitas kemoterapi

Dalam sebuah tinjauan yang diterbitkan pada 2015 dinyatakan bahwa rumput gandum dapat meningkatkan efek kemoterapi. Para peneliti menemukan bukti bahwa ketika digunakan bersamaan dengan kemoterapi, wheatgrass dapat meningkatkan efektivitas pengobatan dan mengurangi efek samping kemoterapi.

  • Membantu melawan bakteri

Manfaat lainnya diungkapkan pada sebuah studi yang menyebutkan bahwa  rumput gandum dapat melawan atau memperlambat beberapa jenis infeksi yang disebabkan oleh bakteri streptococcus maupun lactobacillus

  • Pemberi rasa makanan dan minuman

Selain obat-obatan, ekstrak dari rumput gandum ini juga digunakan sebagai komponen pemberi rasa dalam berbagai makanan dan minuman. 

Cara mengonsumsi wheatgrass

Cara termudah untuk mengolah rumput gandum yakni dengan memblender dan menjadikannya jus yang siap diminum. Untuk mengakali rasa langu dan pahit dari jus wheatgrass, Anda dapat mencampurkannya dengan bahan lain seperti buah-buahan, susu, dan madu. 

Berkembangnya minat masyarakat terhadap rumput gandum membuat banyak produsen mengolah wheatgrass dalam bentuk lain. Saat ini telah tersedia rumput gandum dalam bentuk ekstrak, bubuk, kapsul, maupun tablet yang dapat langsung diminum. Pastikan untuk membeli produk wheatgrass yang sudah jadi ini di tempat yang terpercaya kualitas dan keamanannya. 

Menanam wheatgrass sendiri? Ini langkahnya!

Karena rumput gandum ini tidak tumbuh secara alami di Indonesia, mungkin agak sulit bagi kita untuk mencari bentuk alaminya. Namun, tidak perlu berkecil hati karena bibit wheatgrass bisa Anda dapatkan di toko tanaman maupun penjual online untuk selanjutnya Anda tanam sendiri.

Berikut adalah langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan untuk menanam dan merawat rumput gandum:

  • Rendamlah biji-biji wheatgrass selama 8-12 jam.
  • Letakkan biji-biji yang sudah direndam ke dalam toples dan biarkan tumbuh selama 16-24 jam ke depan.
  • Setelah muncul ‘ekor’, tanamlah biji-biji tersebut ke dalam pot atau baki yang telah terisi dengan tanah.
  • Selama tiga hari pertama, siramilah pot atau baki tersebut setiap pagi sebanyak satu kali dalam sehari. Siramilah sampai pot atau baki benar-benar basah. Jangan lupa untuk menutup pot setelah disiram agar biji-bijian tersebut tidak kering dan mati. Saat sore hari, buka penutup pot atau baki agar airnya menetes keluar.
  • Pada hari keempat, singkirkanlah penutup pot atau baki, lalu sirami rumput gandum sampai basah sebanyak satu kali sehari. Jangan biarkan sinar matahari mengenai langsung pot atau bakinya.
  • Umumnya, butuh waktu 7-12 hari bagi rumput gandum untuk tumbuh. Rumput-rumput yang telah dipanen dapat bertahan selama 7-10 hari di kulkas. 

Menanam rumput gandum membutuhkan kesabaran. Namun, dengan segudang manfaatnya untuk tubuh, tak ada salahnya mulai melakukan ini sebagai hobi. Selamat mencoba dan merasakan berbagai manfaat wheatgrass bagi kesehatan Anda!

Journal of Food Science. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/abs/10.1111/1750-3841.14224
Diakses pada 21 April 2020

Journal of Plant Biochemistry and Biotechnology. https://link.springer.com/article/10.1007/s13562-015-0309-7
Diakses pada 21 April 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4527060/
Diakses pada 21 April 2020

Journal of Dental Research and Review. http://www.jdrr.org/article.asp?issn=2348-2915;year=2015;volume=2;issue=2;spage=70;epage=72;aulast=Rajpurohit
Diakses pada 21 April 2020

WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1073/wheatgrass
Diakses pada 21 April 2020

WebMD. https://www.webmd.com/food-recipes/wheatgrass#1
Diakses pada 21 April 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320210#benefits-of-wheatgrass
Diakses pada 21 April 2020

Hippocrates Health Institute. https://hippocratesinst.org/how-to-grow-wheatgrass-2
Diakses pada 21 April 2020

Artikel Terkait