Virus H5N1 adalah virus flu burung yang dapat ditularkan dari unggas yang terinfeksi ke manusia
Gejala flu burung biasanya ditandai dengan unggas yang mati mendadak dalam jumlah banyak kemudian virusnya menginfeksi manusia

Masih ingat bagaimana flu burung menghebohkan dunia saat penyebarannya begitu masif? Ketika menyerang manusia, gejala flu burung kerap disepelekan karena mirip dengan flu biasa.

Kecurigaan atas penyebaran virus biasanya bermula saat banyak unggas mati mendadak tanpa sebab.

[[artikel-terkait]]

Berkaca dari kronologi kasus flu burung

Dari tahun ke tahun, World Health Organization (WHO) mencatat kronologi wabah flu burung yang terjadi di beberapa negara.

Salah satunya yang terjadi di Vietnam, awal tahun 2004 lalu. Saat itu, sebelas anak diopname di Hanoi dalam kondisi kritis. Sehari kemudian, dewan pers Hanoi mengumumkan kematian ayam di Vietnam Selatan. WHO segera merilis Outbreak Verification List.

Dari hasil investigasi, benar bahwa virus H5N1 penyebab flu burung telah menyebar pada dua peternakan unggas di Long An dan satu di Tien Giang. Tak kurang dari 70.000 unggas mati atau dimusnahkan.

Itu hanya satu contoh di negara Vietnam, dan masih banyak lagi kasus di negara lain penjuru dunia yang tak kalah masif.

Virus H5N1 pertama kali ditemukan terjadi pada manusia pada tahun 1997 dan menewaskan 60% dari mereka yang terinfeksi.

Dari mana penularan flu burung?

Dari semua laporan WHO, kronologi kasus wabah flu burung selalu berpola seperti itu. Dimulai dengan unggas dalam jumlah tidak sedikit yang mati mendadak, lalu menginfeksi manusia.

Namun, perlu diingat bahwa flu burung tidak terjadi karena penularan antara manusia dengan manusia. Penularan terjadi ketika manusia melakukan kontak dengan carrier seperti unggas.

Memang, mengonsumsi daging atau telur unggas tidak serta-merta menularkan flu burung. Namun, telur dan daging harus dimasak matang sempurna untuk memastikannya aman dari virus.

Itu sebabnya risiko akan lebih tinggi pada orang-orang yang aktivitas sehari-harinya berkaitan dengan unggas, misalnya peternak unggas, traveler yang mengunjungi daerah yang terinfeksi, mengonsumsi telur atau unggas tidak matang, hingga petugas medis yang merawat pasien flu burung.

Gejala flu burung

Kemudian, gejala flu burung serupa dengan penyakit flu biasa. Beberapa gejala yang akan dirasakan manusia antara lain:

  • diare
  • batuk
  • kesulitan bernapas
  • demam di atas 38°C
  • sakit kepala
  • nyeri otot
  • malaise atau kurang fit
  • pilek
  • radang tenggorokan

Skenario terburuk dari flu burung adalah terjadinya komplikasi. Komplikasi dari flu burung bisa menyebabkan kegagalan organ, pneumonia, peradangan fatal, disfungsi ginjal, gangguan hati, hingga masalah pernapasan akut.

Untuk itu, segera periksakan diri jika gejala flu burung terjadi tidak lama setelah Anda berkunjung ke peternakan unggas. Atau yang lebih umum, setelah mengonsumsi olahan unggas yang tidak matang sempurna.

Satu lagi yang tak kalah penting, jika Anda berkunjung ke daerah endemis flu burung, lindungi diri dengan vaksin untuk melindungi terinfeksi virus Avian Influenza. FDA telah merilis vaksin untuk virus H5N1 pada April 2007 lalu.

Artikel Terkait

Banner Telemed