Mengupas Manfaat dan Risiko Minyak Jagung, Sehat atau Tidak?

Minyak jagung memang mengandung nutrisi seperti vitamin E, namun risiko kesehatannya juga besar
Minyak jagung memang mengandung nutrisi seperti vitamin E, namun risiko kesehatannya juga besar

Ada banyak jenis minyak yang menjadi pilihan dalam memasak makanan. Salah satunya, yakni minyak jagung yang mungkin sudah Anda kenal. Anda mungkin bertanya-tanya terkait sehat atau tidaknya minyak jagung. Simak artikel ini untuk membahasnya bersama.

Minyak jagung, adakah nutrisinya?

Sesuai namanya, minyak jagung adalah minyak olahan hasil ekstraksi dari biji jagung. Minyak ini sering digunakan dalam memasak makanan, terutama dengan teknik deep frying. Walau begitu, minyak jangung juga dipakai dalam industri kosmetik, termasuk sebagai komposisi dalam make up, sabun cair, hingga sampo.

Proses pembuatan dari biji jagung menjadi minyak terbilang kompleks. Selama proses pengolahan ini, banyak vitamin dan mineral dari biji jagung yang hilang. Meski demikian, minyak ini masih mengandung vitamin E.

Kandungan nutrisi dari satu sendok makan minyak jagung tersebut, yaitu:

  • Lemak: 14 gram
  • Vitamin E: 13% dari rekomendasi kebutuhan harian
  • Kalori: 122

Kandungan lemak dalam minyak jagung terdiri atas asam lemak omega-6 berupa asam linoleat serta omega-3. Hanya saja, porsi antara asam lemak omega-6 dibanding omega-3 tersebut tak seimbang, yakni 46:1.

Potensi manfaat minyak jagung untuk kesehatan

Menurut beberapa studi, minyak jagung memiliki beberapa potensi manfaat kesehatan:

1. Kaya dengan fitosterol

Fitosterol adalah senyawa alami tumbuhan yang struktur kimianya mirip dengan kolesterol pada hewan. Senyawa ini pun memiliki sifat antiradang. Mengonsumsi makanan yang mengandung antiradang dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker.

Sebagai tambahan, fitosterol diketahui dapat menghambat tubuh dalam menyerap kolesterol. Kolesterol yang terkendali dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

2. Berpotensi untuk menjaga kesehatan jantung

Selain fitosterol, minyak jagung juga mengandung vitamin E dan jenis lemak yang disebut asam linoleat. Vitamin E merupakan molekul antioksidan handal, yang mampu mengendalikan radikal bebas penyebab kerusakan sel. Radikal bebas yang tak terkendali dapat memicu penyakit kronis, termasuk penyakit jantung.

Untuk asam linoleat, sebuah studi yang dimuat dalam jurnal Circulation menemukan bahwa perubahan konsumsi dari lemak jenuh menjadi asam linoleat dikaitkan dengan penurunan risiko serangan jantung hingga 9%, dan penurunan risiko kematian akibat masalah jantung hingga 13%.

Potensi risiko kesehatan konsumsi minyak jagung

Minyak jagung pun memiliki beberapa risiko kesehatan yang patut untuk dicermati. Risiko ini pun mungkin terlalu besar jika dibandingkan dengan manfaat di atas.

1. Tinggi dengan omega-6

Asam linoleat, yang termasuk ke dalam omega-6, memang memiliki potensi manfaat kesehatan untuk jantung. Walau begitu, omega-6 dapat berbahaya bagi tubuh jika dikonsumsi berlebihan.

Sebagian besar studi menyebutkan, porsi yang baik antara omega-6 dengan omega-3 adalah 4:1. Sementara itu, seperti yang disampaikan di atas, perbandingan omega-6 dengan omega-3 dalam minyak jagung adalah 46:1. 

Ketidakseimbangan omega-6 dengan omega-3 dapat memicu masalah, seperti kegemukan atau obesitas, gangguan fungsi otak, depresi, dan penyakit jantung. Omega-6 juga cenderung bersifat ‘mendukung’ peradangan, terutama jika kadar omega-3 yang bersifat antiradang terlalu sedikit di tubuh.

2. Diolah melalui banyak proses

Untuk memproduksinya, minyak jagung harus melewati proses yang cukup rumit agar bisa kita konsumsi. Proses ini cenderung membuat minyak jagung sudah teroksidasi. Artinya, pada ukuran terkecilnya, elektron pada atom di minyak jagung sudah terlepas sehingga membuatnya tidak stabil.

Minyak jagung
Minyak jagung diolah melalui banyak proses

Atom-atom tidak stabil dalam tubuh dapat meningkatkan berbagai risiko penyakit, menurut studi yang dimuat dalam jurnal Trends in Pharmotological Sciences tahun 2017

Kesimpulannya, minyak jagung sehat atau tidak?

Minyak jagung memang mengandung beberapa nutrisi yang menyehatkan. Walau begitu, hal tersebut tidak menjadikan minyak ini sebagai minyak sehat. Hal dikarenakan minyak jagung diolah dengan beberapa proses, serta ketidakseimbangan omega-6 di dalamnya.

Sebagai alternatif untuk minyak yang lebih sehat, Anda bisa mempertimbangkan minyak zaitun ekstra virgin dan minyak kelapa dalam mengolah makanan.

Minyak zaitun ekstra virgin cenderung tidak melewati proses layaknya minyak jagung. Minyak ini pun dikaitkan dengan penurunan risiko gangguan medis, seperti penyakit jantung, kanker, dan obesitas.

Sementara itu, minyak kelapa lebih stabil pada suhu tinggi dan lebih resisten terhadap proses oksidasi.
Sebisa mungkin, karena pertimbangan di atas, penggunaan minyak jagung bisa dibatasi.

Catatan dari SehatQ

Walau minyak jagung mengandung fitosterol dan vitamin E, risiko kesehatannya bisa lebih tinggi dibandingkan dengan manfaatnya tersebut. Terdapat pilihan yang lebih sehat untuk mengolah makanan yang bisa kita gunakan, seperti minyak kelapa dan minyak zaitun.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/corn-oil
Diakses pada 13 Februari 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25161045
Diakses pada 13 Februari 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/28551354
Diakses pada 13 Februari 2020

Artikel Terkait

Banner Telemed