Minyak Ikan Hiu, Adakah Manfaatnya?


Sesuai dengan namanya, minyak ikan hiu diperoleh dari hati hiu, utamanya jenis hiu laut dalam, hiu berjemur , dan hiu anjing . Di negara-negara Skandinavia, minyak ini biasa digunakan sebagai pengobatan tradisional.

0,0
19 Aug 2021|Azelia Trifiana
Minyak ikan hiu terbuat dari hatinyaMinyak ikan hiu terbuat dari hatinya
Sesuai dengan namanya, minyak ikan hiu diperoleh dari hati hiu, utamanya jenis hiu laut dalam (Centrophorus squamosus), hiu berjemur (Cetorhinus maximus), dan hiu anjing (Squalus acanthias). Di negara-negara Skandinavia, minyak ini biasa digunakan sebagai pengobatan tradisional.Warga meyakini bahwa minyak dari hewan penguasa lautan ini ampuh mengatasi berbagai penyakit. Sebut saja luka, penyakit jantung, kanker, hingga ketidaksuburan.

Manfaat minyak ikan hiu

Di dalam minyak ikan hiu, terdapat zat-zat seperti alkylgycerol, squalene, dan asam lemak tak jenuh ganda omega-3. Perpaduan inilah yang berperan dalam memberikan manfaat beragam dari minyak ikan hiu, di antaranya:

1. Potensi antikanker

Salah satu yang cukup menjanjikan dari manfaat minyak ikan hiu adalah potensi antikanker. Ini pula yang membuatnya sangat populer. Hipotesis awalnya menarik, bahwa sangat jarang ditemukan kasus penyakit kanker pada hiu.Belum lagi kandungan alkylglycerol atau AKG. Ini merupakan lemak yang terdapat di organ produsen darah, seperti sumsum tulang, hati, dan limfa. Pada manusia, AKG ini banyak ditemukan di ASI dan sel darah merah.Berdasarkan tes laboratorium pada tahun 2010, AKG membantu mengaktifkan makrofag, jenis sel darah putih yang mencerna sel-sel yang telah rusak. Termasuk di dalamnya adalah sel kanker.Di saat yang sama, ada efek anti-angiogenesis yang mencegah pembentukan pembuluh darah baru. Sebab, pembuluh darah baru ini bisa saja memberi makan sel-sel kanker dan membuatnya berkembang biak semakin cepat.Dari ketiga jenis hiu di atas, hiu anjing atau dogfish shark memiliki sumber squalene paling tinggi. Zat ini adalah antioksidan yang dapat melindungi dari kanker kulit, usus, dan paru-paru.Namun, tentu saja masih perlu penelitian lebih banyak lagi pada manusia untuk membuktikan hal ini.

2. Potensi tingkatkan imun

Bahkan nelayan-nelayan sejak zaman dahulu telah mengonsumsi minyak ikan hiu karena dianggap bisa meningkatkan imun. Sebab, AKG dalam minyak ini memberi stimulasi produksi antibodi.Buktinya, tim peneliti asal Italia ini menemukan bahwa konsumsi suplemen AKG pada 40 lansia selama satu bulan dapat meningkatkan level antibodi secara signifikan. Dosisnya adalah 500 miligram dan dikonsumsi dua kali sehari.Besar kemungkinan, hal ini bisa terjadi karena aktivitas squalene yang memberi stimulasi pada sistem imun. Dengan demikian, produksi antibodi dan respons imun pun menjadi lebih kuat.

3. Potensi jaga kesehatan jantung

Manfaat minyak ikan hiu yang juga tak kalah populer adalah menjaga kesehatan jantung. Squalene di dalamnya disebut memiliki efek anti-atherosclerotic. Artinya, dapat mencegah penumpukan plak di pembuluh darah arteri.Selain itu, studi dari Instituto de Salud Carlos III, Spanyol selama 11 pekan pada tikus laboratorium ini menemukan bahwa kadar kolesterol baik (HDL) meningkat. Perubahan ini terlihat setelah tikus diberi squalene.Sebagai tambahan, asam lemak tak jenuh ganda omega-3 di dalam minyak ikan hiu juga dikenal dapat menurunkan risiko penyakit jantung.Meski demikian, ada pula beberapa studi yang menemukan hasil bertentangan. Tentu saja, masih perlu penelitian lebih lanjut pada manusia untuk membuktikannya.

4. Potensi baik untuk kesuburan

Masih dari penelitian pada tikus laboratorium, ditemukan bahwa kandungan AKG dalam minyak ikan hiu bermanfaat untuk fertilitas. Lebih spesifik lagi, terkait dengan kemampuannya meningkatkan mobilitas dan kecepatan gerak sperma.Namun mengingat penelitian ini masih sebatas uji pada hewan laboratorium, masih perlu elaborasi lebih lanjut pada manusia untuk memastikannya.

5. Potensi menyehatkan kulit

Squalene yang ada di dalam minyak ikan hiu merupakan komponen penting dalam produksi minyak alami kulit. Sebab, sebum ini dapat menjaga kulit tetap terhidrasi. Tak hanya itu, zat ini juga melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan sinar ultraviolet.

Efek samping minyak ikan laut

Secara umum, tidak ada efek samping dari mengonsumsi minyak ikan laut. Namun, ada kontroversi bahwa dosis terlalu tinggi dari shark liver oil bisa membuat kolesterol darah ikut meningkat. Itulah sebabnya, orang dengan penyakit jantung tidak disarankan mengonsumsi suplemen jenis ini.Selain itu, pernah ada laporan kasus pada tahun 2012 bahwa seseorang yang mengonsumsi suplemen minyak ikan hiu dua kali sehari mengalami keracunan hati. Periode konsumsi yang dilakukannya adalah sekitar dua pekan.Oleh sebab itu, penting memastikan dokter memberikan lampu hijau sebelum mengonsumsi suplemen ini. Bisa jadi pula, ada interaksi dengan obat yang tengah dikonsumsi atau riwayat medis sebelumnya.Belum ada pula bukti ilmiah bahwa suplemen minyak ikan hiu aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. Jadi, lebih aman untuk menghindarinya.

Apakah membuat hiu dieksploitasi?

Sejarah mencatat hiu telah lama dieksploitasi untuk diambil daging, kulit, dan tentu saja produk dari minyak hatinya. Banyak perusahaan kosmetik yang menggunakan minyak ikan hiu sebagai formulanya.Terlebih, ukuran hati hiu cukup besar yaitu sekitar 20% dari seluruh berat badannya. Ini juga berperan dalam sistem daya apung dan penyimpanan energi hiu.Perburuan yang tidak bertanggung jawab tentu membuat populasi ikan hiu menjadi berkurang secara signifikan, menurut studi pada tahun 2020 ini. Terlebih, hiu utamanya yang berasal dari laut dalam perlu waktu lama untuk memiliki keturunan.Ini pula yang membuat beberapa negara mendorong perubahan dengan memanfaatkan squalene dari sumber tanaman. Harapannya, agar permintaan global akan minyak ikan hiu tidak terlalu tinggi.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar cara aman dan prosedur konsumsi minyak ikan hiu, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
makanan sehathidup sehatpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/shark-liver-oil
Diakses pada 5 Agustus 2021
Annals of Hepatology. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22947538/
Diakses pada 5 Agustus 2021
Marine Drugs. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2920550/
Diakses pada 5 Agustus 2021
Lipids in Health and Disease. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4280700/
Diakses pada 5 Agustus 2021
PLoS One. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25117703/
Diakses pada 5 Agustus 2021
Cold Spring Harbor Laboratory. https://www.biorxiv.org/content/10.1101/2020.10.14.338053v1.full
Diakses pada 5 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait