Minyak Cendana, Bahan Minyak Wangi yang Punya Banyak Manfaat Kesehatan

Minyak cendana, si wangi yang punya banyak manfaat kesehatan.
Minyak cendana awalnya merupakan kayu dari pohon yang dijadikan minyak atsiri.

Minyak cendana atau yang dikenal dengan sebutan sandalwood oil, menjadi salah satu bahan utama dalam pembuatan parfum dan pengharum ruangan. Tidak heran, aroma minyak cendana yang sangat klasik itu digemari oleh banyak orang.

Namun siapa sangka, manfaat minyak cendana tidak hanya menghadirkan keharuman, tapi berguna bagi kesehatan. Mungkin Anda tidak pernah menduga bahwa minyak cendana memiliki khasiat untuk kesehatan.

Mari kenali berbagai manfaat minyak cendana beserta penelitian yang memperkuat klaimnya.

Minyak cendana dan manfaatnya yang didukung bukti medis

Minyak cendana tidak hanya “laku keras” di pasar minyak wangi, tapi juga di dunia medis. Sebab, minyak cendana termasuk dalam kategori minyak atsiri alias essential oil, yang aromanya dipercaya bisa bermanfaat untuk kesehatan.

Perlu diketahui, minyak cendana sendiri terbuat dari kayu dan akar Santalum album, pohon yang dianggap sangat berharga karena produknya laku keras di berbagai negara di dunia.

Di dalam ranah pengobatan tradisional, manfaat minyak cendana memang dibuktikan secara medis. Namun, beberapa riset membuktikan bahwa minyak cendana bisa mengatasi berbagai kondisi medis.

1. Meningkatkan kewaspadaan

Sebuah penelitian yang diterbitkan jurnal Planta Medica menemukan bahwa aromaterapi dari minyak cendana bisa meningkatkan denyut nadi, tekanan darah, dan juga produksi keringat. Ini menjadi tiga temuan yang membuktikan bahwa menghirup minyak minyak cendana bisa meningkatkan kewaspadaan.

2. Mengatasi gangguan kecemasan

Sebuah riset yang diterbitkan dalam jurnal Complementary Therapies in Clinical Practice menyatakan melakukan sesi pijat sambil menghirup aroma wangi minyak cendana, berpotensi mengatasi gangguan kecemasan.

3. Mempercepat proses penyembuhan luka

Para peneliti di Universitas Ruhr-Universitat Bochum, Jerman, menemukan bahwa sel kulit manusia mengandung reseptor penciuman untuk aroma minyak cendana. Ketika reseptor itu diaktifkan, pertumbuhan sel kulit akan terangsang, sehingga bisa mempercepat proses penyembuhan luka.

4. Mengobati kanker kulit

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Archives of Biochemistry and Biophysics menunjukkan keberadaan senyawa di dalam minyak cendana, bernama α-santalol, berpotensi mengobati kanker kulit. Sebab, α-santalol dipercaya mampu membunuh sel kanker.

5. Mencegah insomnia

Berdasarkan riset pada hewan uji yang dirilis dalam Japanese Journal of Psychopharmacology, minyak cendana berhasil mencegah insomnia atau gangguan tidur pada tikus.

Menurut penelitian tersebut, senyawa minyak cendana bernama beta-santalol, memiliki efek penenang pada tikus yang menghirupnya. Dengan demikian, hewan uji ini pun merasakan peningkatan kualitas tidur.

Namun, riset pada manusia masih perlu dilakukan untuk membuktikan manfaat minyak cendana yang satu ini.

Manfaat minyak cendana dalam pengobatan tradisional

Kayu cendana
Kayu cendana sebelum diubah menjadi minyak atsiri

Dalam pengobatan tradisional, minyak cendana juga memiliki banyak kegunaan. Meski begitu, kebanyakan dari klaim ini belum terbukti secara ilmiah.

Selama berabad-abad, minyak cendana telah digunakan dalam metode pengobatan Ayurveda dari India. Tidak hanya itu, pengobatan tradisional Tiongkok juga memanfaatkan “kehebatan” minyak cendana.

Dalam pengobatan tradisional ini, minyak cendana dipercaya memiliki berbagai manfaat untuk menyembuhkan penyakit berupa:

  • Flu
  • Infeksi saluran kemih
  • Gangguan pada organ hati dan kantong empedu
  • Masalah pencernaan
  • Masalah pada otot
  • Gangguan mental
  • Wasir
  • Kudis

Layaknya bahan-bahan alami yang digunakan dalam pengobatan tradisional, manfaat minyak cendana dalam mengobati berbagai penyakit di atas pun masih belum diteliti secara menyeluruh.

Maka dari itu, Anda disarankan untuk tidak menggunakannya sebagai pengobatan utama dalam menyembuhkan penyakit-penyakit tersebut.

Efek samping minyak cendana

Minyak cendana
Minyak cendana

Minyak cendana dianggap aman saat digunakan untuk aromaterapi ataupun dioleskan ke kulit. Namun hati-hati, jangan terlalu sering mengoleskan minyak cendana ke kulit Anda. Sebab, ada efek samping seperti ruam, iritasi, dan bahkan luka bakar yang bisa muncul.

Bahkan, menghirup aroma minyak cendana terlalu lama pun berisiko meningkatkan tekanan darah dan detak jantung.

Minyak cendana juga bisa menimbulkan reaksi alergi pada beberapa orang, terutama saat dioleskan ke kulit. Segera hentikan penggunaannya dan kunjungi dokter jika Anda mengalami reaksi alergi seperti ruam.

Jangan pernah meminum minyak cendana atau minyak atsiri lainnya. Efek samping yang ditimbulkan bisa berbahaya, bahkan mampu merusak ginjal, menyebabkan munculnya darah di urine, sampai mual dan muntah.

Selain itu, jauhkan minyak cendana dari anak-anak dan ibu hamil atau menyusui. Belum ada penelitian yang membahas tentang keamanan minyak cendana saat digunakan oleh anak-anak maupun ibu hamil.

Catatan dari SehatQ:

Jangan pernah menggunakan minyak cendana untuk mengobati gangguan kesehatan, sebelum berkonsultasi pada dokter. Sebab, ada efek samping yang malah bisa merugikan kesehatan Anda.

Ditambah lagi, belum banyak riset yang membuktikan manfaat minyak cendana dalam mengobati berbagai penyakit.

Healthline. https://www.healthline.com/health/what-is-sandalwood
Diakses pada 16 Juni 2020

Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/the-benefits-of-sandalwood-essential-oil-88792
Diakses pada 16 Juni 2020

Artikel Terkait