Minuman yang Mengandung Kafein dan Kadarnya, Bukan Hanya Kopi!


Minuman yang mengandung kafein ternyata tak hanya kopi. Lantas, apa saja daftar minuman dengan kafein di dalamnya? Bagaimana dengan kadarnya? Ini penjelasan lengkapnya untuk Anda.

(0)
17 Nov 2020|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Minuman yang mengandung kafein antara lain minuman bersoda dengan ColaMinuman Cola bersoda termasuk minuman yang mengandung kafein
Minuman yang mengandung kafein selama ini memang identik dengan kopi. Padahal, jenis minuman yang mengandung kafein sangat beragam, mulai dari teh, cokelat, maupun minuman bersoda serta berbagai merek energy drink.Sebelum membahas tentang minuman yang mengandung kafein, perlu diketahui bahwa kafein adalah zat stimulan alami pada daun teh, biji kopi, dan biji kakao. Zat ini dapat menstimulasi otak dan sistem saraf pusat dengan cara tertentu, sehingga Anda akan tetap terjaga dan terhindar dari rasa lelah untuk sementara.Saat ini, kafein merupakan salah satu zat yang paling banyak dikonsumsi orang-orang di seluruh dunia. Mungkin Anda salah satunya. Agar tetap sehat saat mengonsumsi kafein, ada baiknya mengetahui takaran yang aman bagi tubuh.

Minuman yang mengandung kafein dan kadarnya

Bukan rahasia lagi jika kafein banyak terdapat dalam berbagai minuman alami maupun kemasan. Karena secara alamiah kafein ditemukan pada daun teh, biji kopi, dan biji kakao, otomatis minuman yang mengandung bahan-bahan di atas pasti mengandung zat tersebut.
Seperti kopi, ternyata teh mengandung kafein
Minuman bersoda juga menggunakan kacang Cola (Cola acuminata) asal Afrika yang juga mengandung kafein, sebagai bahan pemberi rasa seperti yang kita kenal saat ini.Begitu pula dengan berbagai minuman berenergi yang menggunakan biji guarana (Paullina cupana) sebagai bahan baku, sehingga mengandung kafein di dalamnya.Meski menggunakan bahan baku yang relatif sama, berbagai jenis minuman tersebut mengandung kafein dengan kadar berbeda. Namun menurut Alcohol and Drug Foundation Australia, berikut ini rata-rata kadar kafein dalam 100 ml berbagai jenis minuman.
  • Minuman bersoda: 9,7 mg
  • Minuman berenergi: 32 mg
  • Teh hijau seduh: 12,1 mg
  • Teh hitam seduh: 22,5 mg
  • Kopi long black: 74,7 mg
  • Kopi flat white: 86,9 mg
  • Kopi capuccino: 101,9 mg
  • Kopi espresso yang diseduh langsung dari biji kopi: 194 mg
  • Susu cokelat: 20 mg
  • Minuman cokelat pekat (dark chocolate): 59 mg
Sebelum mengonsumsi maupun menyeduh minuman yang mengandung kafein ini dari botol, kaleng, atau sachet, Anda bisa melihat kadar kafein yang pada kemasan. Kadar kafein bisa bertambah bila Anda mengombinasikan kedua jenis minuman, misalnya kopi dengan cokelat (mochaccino).

Batas aman konsumsi minuman yang mengandung kafein

Kafein sebenarnya boleh dikonsumsi setiap hari. Hanya saja, takarannya harus dibatasi maksimal 400 mg per hari bagi orang dewasa yang sehat, atau sekitar 2 cangkir espresso, 4 cangkir kopi capuccino, atau 10 kaleng minuman bersoda.Namun sekali lagi, kandungan kafein pada setiap minuman dari berbagai merek bisa berbeda-beda, sehingga Anda sebaiknya memeriksa di kemasan produk. Ingat pula bahwa minuman berkafein (seperti minuman bersoda dan energy drink) juga mengandung gula, yang tidak baik jika dikonsumsi secara berlebihan.Selain itu, ibu hamil, ibu menyusui, maupun wanita yang sedang menjalani program hamil sebaiknya mengurangi konsumsi kafein hingga setengahnya, alias maksimal 200 mg saja per hari. Sementara itu, minuman yang mengandung kafein juga sebaiknya tidak dikonsumsi oleh anak-anak.

Efek mengonsumsi minuman berkafein terlalu banyak

Hati-hati, konsumsi kopi berlebihan bisa picu migrain
Bagi Anda yang gemar minum kopi lebih dari 4 cangkir per hari, beralihlah mengonsumsi kopi tanpa kafein (decaf coffee). Kopi yang diolah dengan membuang kandungan kafein dari biji kopi ini memang tidak sepenuhnya nol kafein. Namun kadarnya cukup kecil, yakni hanya sekitar 7 mg per 180 ml kopi seduh.Ketika dikonsumsi dalam batas normal, kafein dapat membuat tubuh lebih berenergi, membuat mood lebih baik, dan meningkatkan kinerja otak. Sebaliknya, terlalu banyak mengonsumsi kafein dapat membuat Anda mengalami gangguan kesehatan, seperti:
  • Sakit kepala dan migrain
  • Gemetar (tremor)
  • Tidak bisa tidur
  • Gangguan kecemasan
  • Detak jantung tidak beraturan
  • Tekanan darah tinggi
Pada ibu hamil, kafein mudah masuk ke plasenta sehingga meningkatkan risiko terjadinya keguguran atau bayi lahir dengan berat badan rendah.Sementara itu orang yang tengah mengonsumsi obat pelemas otot atau antidepresan sebaiknya menghindari konsumsi kafein, karena dikhawatirkan bisa berinteraksi dengan obat dan mengganggu efektivitasnya.Untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang dampak konsumsi kafein bagi kesehatan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
makanan dietkopikafeinateh
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/what-is-caffeine
Diakses pada 4 November 2020
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/decaf-coffee-good-or-bad
Diakses pada 4 November 2020
ADF. https://adf.org.au/drug-facts/caffeine/
Diakses pada 4 November 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/caffeine/art-20045678
Diakses pada 4 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait