logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Bukan Hanya Kopi, Ini Dia Berbagai Minuman yang Mengandung Kafein

open-summary

Minuman berkafein memang identik dengan kopi. Bagi Anda yang hendak mengurangi konsumsi kopi tapi tetap membutuhkan sedikit kafein, ada beberapa minuman yang mengandung kafein selain kopi yang bisa dicoba. Teh misalnya.


close-summary

5

(1)

6 Mei 2022

| Rena Widyawinata

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Minuman yang mengandung kafein antara lain minuman bersoda dengan Cola

Minuman Cola bersoda termasuk minuman yang mengandung kafein

Table of Content

  • Ragam minuman yang mengandung kafein 
  • Batas aman konsumsi minuman yang mengandung kafein
  • Efek mengonsumsi minuman berkafein terlalu banyak

Kebanyakan orang akan teringat dengan kopi jika disuruh menyebutkan salah satu minuman berkafein. Padahal, ada banyak minuman yang mengandung kafein selain kopi.

Advertisement

Jika Anda sedang berusaha menghindari kafein atau mau beralih ke kafein jenis lain, tentu penting untuk paham apa saja minuman atau bahkan makanan yang mungkin mengandung kafein. 

Tak hanya kopi, ini dia berbagai minuman yang mengandung kafein lengkap dengan kadarnya.

Ragam minuman yang mengandung kafein 

Kafein adalah zat alami yang umumnya ditemukan di daun, buah, dan biji berbagai tanaman. Kopi, teh, dan kakao alias cokelat adalah tiga contoh tanaman mengandung kafein yang paling umum.

Zat ini memiliki sifat stimulan. Artinya, kafein bekerja dengan cara merangsang otak dan sistem saraf pusat untuk menjaga Anda tetap sadar dan berenergi.

Makanya, tak heran jika makanan atau minuman berenergi biasanya mengandung kafein juga di dalamnya.

Nah, mengingat senyawa ini banyak ditemukan di berbagai tanaman, ada berbagai minuman berkafein selain kopi. Beberapa jenis minuman yang mengandung kafein, antara lain:

1. Kopi

Kopi adalah minuman berkafein yang paling dikenal. Sebenarnya, kadar kafein di dalam kopi bisa jadi beda-beda tergantung jenis, takaran saji, teknik roasting, hingga merek kopi. 

Umumnya, dalam satu cangkir kopi (sekitar 240 ml) mengandung sekitar 100 mg kafein. Dengan asumsi ini, masih aman untuk Anda minum 4 gelas kopi dalam sehari.

Pasalnya, batas aman kafein untuk orang dewasa adalah 400 mg. 

Sementara itu, untuk kopi decaf juga masih mengandung sedikit kafein. Dalam 240 ml, terdapat sekitar 1-50 mg kafein. 

Secara lebih spesifik, berikut ini adalah takaran kafein dalam berbagai jenis kopi:

  • Kopi long black: 74,7 mg
  • Kopi flat white: 86,9 mg
  • Kopi cappuccino: 101,9 mg
  • Espresso yang diseduh langsung dari biji kopi: 194 mg

2. Cokelat

Sama seperti kopi, biji cokelat juga mengandung kafein. Jadi, bukan hanya minuman, makanan yang mengandung cokelat pun bisa mengandung kafein.

Setiap makanan atau minuman cokelat mengandung nilai kafein yang berbeda-beda tergantung kadar biji cokelat (kakao)  asli yang digunakan. Dark chocolate umumnya memiliki kandungan kafein yang paling tinggi karena kemurniannya, sementara milk chocolate biasanya lebih sedikit karena campuran yang lebih banyak.

Jika dilihat dari kadar kakao yang digunakan, berikut adalah kandungan kafein dalam 100 gram-nya:

  • 100% biji kakao (dark chocolate 100%): 240 mg kafein, atau setara dengan 2,5 cangkir kopi
  • 55% kakao: 124 mg kafein
  • 33% kakao (milk chocolate): 45 mg kafein (setara dengan secangkir teh hitam 

Namun, kebanyakan minuman cokelat yang beredar biasanya telah dicampur susu dan bahan-bahan lainnya. Jadi, jumlah kafein yang terkandung di dalam minuman cokelat bisa saja telah berkurang jauh.

Sebagai gambaran, satu gelas minuman cokelat, atau yang setara dengan 250 ml, mengandung kafein sebanyak 0-2 mg. 

3. Teh

Teh adalah minuman yang mengandung kafein selain kopi. Walau demikian, jumlah kafein pada teh tentu lebih rendah dibandingkan kopi.

Beda jenis teh, beda pula kandungan kafein di dalamnya. Teh hitam, teh hijau, dan teh putih pada dasarnya dibuat dari daun teh yang sama. Yang membedakan adalah waktu panen dan proses oksidasi yang terjadi.

Oksidasi itulah yang kemudian memengaruhi jumlah kafein di dalam teh. Di antara ketiganya, teh hitam adalah teh yang mengalami oksidasi sehingga punya kandungan kafein yang lebih tinggi dibandingkan dua lainnya.

Dalam satu cangkir teh hitam (sekitar 240 ml), mengandung sekitar 47-90 mg kafein. Sementara itu, untuk ukuran yang sama, teh hijau mengandung 20–45 mg dan teh putih 6–60 mg.

Perlu diingat, kadar kafein di atas adalah untuk teh yang berbentuk daun kering (teh tubruk). Sementara untuk teh hijau bubuk, atau kita lebih akrab dengan matcha, kandungan kafeinnya bisa jadi lebih banyak.

Bahkan, matcha green tea bubuk termasuk ke dalam salah satu minuman berkafein tinggi. Dalam 1,5 sendok teh bubuk matcha green tea terkandung 35 mg kafein. Anda mungkin membutuhkan lebih dari 1,5 sendok untuk membuat minuman green tea.

BACA JUGA: Serupa Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Green Tea dan Matcha

4. Minuman bersoda

Minuman cola bersoda juga merupakan salah satu minuman yang mengandung kafein. Minuman bersoda dibuat dengan menggunakan kacang kola (Cola acuminata) asal Afrika yang juga mengandung kafein. Kacang ini biasanya digunakan sebagai pemberi rasa minuman cola yang kita kenal saat ini.

Salah satu perusahaan pembuat minuman cola terkemuka menyebutkan jumlah kafein yang terkandung dalam minuman soda miliknya. Dalam satu kaleng minuman soda berukuran 330 ml, terkandung sekitar 34 mg kafein. Sementara itu, untuk yang versi dietnya mengandung 46 mg kafein.

Meski jumlahnya terhitung lebih sedikit dibanding kopi, Anda sebaiknya tetap berhati-hati mengonsumsi minuman bersoda. Tak jarang, minuman bersoda mengandung gula tinggi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya obesitas.

5. Minuman berenergi

Salah satu manfaat dari kafein adalah membuat kita lebih berenergi dan mencegah kantuk. Itu sebabnya, banyak minuman berenergi yang juga mengandung kafein.

Salah satu bahan dasar pembuatan minuman berenergi adalah biji guarana (Paullina cupana). Biji inilah yang mengandung kafein.

Sebuah studi dalam jurnal Birth Defects Research menyebutkan kandungan kafein dari minuman berenergi bisa sangat bervariasi, mulai dari 50-505 mg. Ini tergantung merek dan bahan-bahan yang digunakan.

Sebagai contoh, dalam sekaleng (240 ml) minuman berenergi yang paling populer, Red Bull, mengandung 80 mg kafein. 

6. Teh Yerba Mate

Yerba Mate merupakan salah satu minuman berkafein selain kopi yang populer di Amerika Selatan. Di Indonesia, beberapa menggunakannya sebagai teh pelangsing. 

Teh Yerba Mate merupakan teh herbal yang terbuat dari daun tanaman Ilex paraguariensis yang telah dikeringkan. Minuman yang juga dikenal sebagai teh Paraguay ini diketahui mengandung kafein alami dan punya sifat antioksidan.

Kandungan kafein dalam teh Yerba Mate sendiri beragam tergantung dari cara Anda membuatnya. Dalam 240 ml teh Yerba Mate bisa mengandung 20-180 mg kafein.

Baca Juga

  • Manfaat Teh Saffron: Salah Satunya Bantu Redakan Gejala PMS
  • Apakah Salad Sayur Bagus untuk Diet? Ini Padu Padan Menu Sehatnya
  • Manfaat Minum Teh Sebelum Tidur, Ini Jenis Teh yang Direkomendasikan

Batas aman konsumsi minuman yang mengandung kafein

Kafein sebenarnya boleh dikonsumsi setiap hari. Hanya saja, batas aman konsumsi kafein per hari bagi orang dewasa adalah 400 mg atau setara dengan 4 cangkir kopi sehari. 

Namun, tetap ingat, kandungan kafein pada setiap minuman dari berbagai merek bisa berbeda-beda. Anda sebaiknya memeriksa di label nilai gizi kemasan produk. Ingat pula bahwa minuman berkafein (seperti minuman bersoda dan energy drink) juga mengandung gula, yang tidak baik jika dikonsumsi secara berlebihan.

Selain itu, ibu hamil, ibu menyusui, maupun wanita yang sedang menjalani program hamil sebaiknya mengurangi konsumsi kafein hingga setengahnya, alias maksimal 200 mg saja per hari. Sementara itu, minuman yang mengandung kafein juga sebaiknya tidak dikonsumsi oleh anak-anak.

Efek mengonsumsi minuman berkafein terlalu banyak

no caption
Hati-hati, konsumsi kopi berlebihan bisa picu migrain

Sekalipun kafein memiliki banyak manfaat kesehatan, mengonsumsinya terlalu banyak juga bisa berakibat fatal. Beberapa dampak atau bahaya konsumsi kafein terlalu banyak, antara lain:

  • Sakit kepala dan migrain
  • Gemetar (tremor)
  • Tidak bisa tidur
  • Gangguan kecemasan
  • Detak jantung tidak beraturan
  • Tekanan darah tinggi

Pada ibu hamil, kafein mudah masuk ke plasenta sehingga meningkatkan risiko terjadinya keguguran atau bayi lahir dengan berat badan rendah.

Sementara itu orang yang tengah mengonsumsi obat pelemas otot atau antidepresan sebaiknya menghindari konsumsi kafein, karena dikhawatirkan bisa berinteraksi dengan obat dan mengganggu efektivitasnya.

Jika Anda termasuk orang sangat mencintai kopi sehingga mungkin akan terasa kesulitan, Anda bisa memulai dengan mencoba minum kopi decaf terlebih dulu atau beralih ke minuman yang mengandung kafein lebih rendah selain kopi, seperti teh.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang dampak konsumsi kafein bagi kesehatan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

makanan dietkopikafeinateh

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved