Minum Teh Saat Hamil, Aman atau Tidak? Ketahui Penjelasannya

Minum teh saat hamil aman dilakukan asal dalam jumlah yang wajar
Minum teh saat hamil harus dibatasi pada kisaran yang aman

Ketika hamil, apa pun yang dikonsumsi tentu harus diperhatikan karena bisa saja memengaruhi janin yang tengah dikandung. Sebagian ibu hamil yang memiliki kebiasaan minum teh pun mungkin mulai merasa ragu, apakah hal tersebut aman dilakukan? Ternyata, ada beberapa hal penting mengenai minum teh saat hamil yang harus ibu ketahui.

Amankah minum teh saat hamil?

Teh mengandung lebih sedikit kafein dibanding kopi dan umumnya dianggap aman untuk diminum saat hamil. Namun, bumil harus membatasi jumlahnya dan memilih jenis teh yang tepat. Teh non-herbal seperti matcha, teh hitam, teh hijau, teh putih, dan oolong biasanya mengandung banyak kafein. 

Kafein dapat dengan mudah melewati plasenta dan sulit dipecah oleh hati bayi yang umumnya belum sempurna. Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang terpapar banyak kafein selama kehamilan memiliki risiko lebih tinggi lahir prematur, berat badan lahir rendah, atau cacat lahir. Bahkan asupan kafein yang tinggi selama kehamilan juga dapat meningkatkan risiko keguguran atau lahir mati (stillbirth).

Akan tetapi, risiko tersebut lebih rendah jika ibu hamil membatasi asupan kafein hingga maksimum 200 mg per hari. Sebuah studi pada tahun 2012 menunjukan bahwa mengonsumsi teh lebih dari tiga cangkir per hari dapat mengganggu penyerapan asam folat yang berfungsi untuk mencegah cacat tabung saraf pada janin. Oleh sebab itu, Bumil disarankan hanya mengonsumsi satu atau dua cangkir teh sehari, terutama selama trimester pertama.

Di sisi lain, meski hanya mengandung sedikit kafein namun sebagian teh herbal juga mengandung senyawa lain yang dianggap tidak aman selama kehamilan karena dapat mendatangkan risiko keguguran atau kelahiran prematur. Adapun teh herbal tersebut, antara lain adas, fenugreek, sage, borage, licorice, thyme, pennyroyal, dan lainnya. Jadi, sangat penting bagi Anda untuk memilih jenis teh yang tepat.

Teh yang aman diminum saat hamil

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa teh herbal yang mengandung bahan-bahan berikut aman dikonsumsi selama kehamilan:

  • Teh daun rasberi

Teh daun rasberi dianggap aman dan diyakini dapat mempersingkat waktu persalinan, serta membantu mempersiapkan rahim ibu untuk melahirkan. Penelitian pun menemukan bahwa teh ini mampu mempersingkat tahap kedua masa persalinan sekitar 10 menit. Konsumsilah teh ini pada trimester kedua dan ketiga kehamilan.

  • Teh peppermint

Teh peppermint dianggap aman dan umumnya digunakan untuk membantu meredakan kembung, mual, sakit perut, atau mulas. Teh ini sangat tepat dikonsumsi oleh ibu hamil yang mengalami gejala morning sickness.

  • Teh jahe

Teh jahe menjadi salah satu obat herbal yang paling banyak dimanfaatkan karena khasiatnya. Teh ini aman dikonsumsi dan dapat mengurangi mual dan muntah pada ibu hamil. Akan tetapi, tetap pastikan tidak mengonsumsinya secara berlebihan.

  • Teh rooibos

Teh rooibos merupakan teh yang baik untuk dikonsumsi selama kehamilan karena bebas kafein dan memiliki sifat antioksidan. Antioksidan telah dikaitkan dengan berbagai fungsi untuk kesehatan, salah satunya meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

  • Teh chamomile

Jika Anda mengalami kesulitan tidur yang biasa terjadi pada ibu hamil, maka minum satu cangkir teh chamomile dapat membantu mengatasi insomnia, kegelisahan, dan membuat tubuh lebih rileks. Akan tetapi, bila dikonsumsi secara berlebihan justru dapat membuat Anda tetap terjaga. Pastikan pula Anda tidak memiliki alergi terhadap serbuk sari sebelum mengonsumsi teh ini.

Mengonsumsi teh dalam jumlah yang wajar dapat membantu bumil memenuhi kebutuhan cairan, meringankan gejala kehamilan, serta memberi nutrisi kehamilan yang penting seperti kalsium, magnesium, dan zat besi. Namun, jangan menambahkan gula secara berlebihan pada teh.

Gula mengandung indeks glikemik yang tinggi sehingga dapat melonjakkan gula darah dengan cepat. Hal ini membuat ibu berisiko terkena diabetes gestasional, yaitu diabetes yang umum terjadi pada ibu hamil.

Diabetes gestasional kerap ditandai dengan kehausan, mudah lelah, mulut kering, sering buang air kecil, dan penglihatan buram. Selain itu, akan lebih baik jika Anda mengurangi atau menghilangkan kandungan kafein pada teh terlebih dahulu.

Caranya dengan merendam daun teh atau kantung teh selama 30 detik, kemudian buang air rendaman tersebut. Selanjutnya, isi kembali cangkir dengan air hangat dan seduh kembali hingga teh siap diminum. Konsultasikanlah pada dokter jika Anda masih memiliki pertanyaan mengenai minum teh saat hamil.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/is-tea-safe-during-pregnancy#potentially-suitable-teas
Diakses pada 11 Mei 2020

Baby Center. https://www.babycentre.co.uk/x536400/is-it-safe-to-drink-herbal-teas-in-pregnancy
Diakses pada 11 Mei 2020

Parents. https://www.parents.com/pregnancy/my-body/is-it-safe/how-much-tea-can-you-drink-when-pregnant/
Diakses pada 11 Mei 2020

Artikel Terkait