Minum Susu Setelah Minum Obat, Ini Hal yang Harus Diperhatikan


Minum susu setelah minum obat sebenarnya boleh dilakukan, terutama untuk mencegah iritasi lambung akibat efek samping obat.

(0)
Minum susu setelah minum obat sebenarnya boleh saja dilakukanMinum susu setelah minum obat bisa membantu meredakan efek iritasi lambung yang sering muncul
Setelah mengonsumsi obat, kebanyakan orang menghindari sejumlah minuman, salah satunya susu. Minum susu setelah minum obat dinilai diyakini bisa menimbulkan interaksi yang berdampak buruk untuk kesehatan.Meski begitu, beberapa orang mempunyai pendapat berbeda. Minum susu setelah minum obat dianggap tak memberi efek yang berarti bagi tubuh dan kesehatan mereka secara keseluruhan. Lantas, bagaimanakah fakta sebenarnya?

Bolehkah minum susu setelah minum obat?

Minum susu setelah minum obat sebenarnya boleh saja dilakukan. Minum susu bisa membantu meredakan efek iritasi lambung yang mungkin muncul ketika Anda mengonsumsi obat tertentu. Beberapa obat yang bisa dikonsumsi bersamaan dengan susu, di antaranya:Meski begitu, Anda sebaiknya tidak minum susu secara berlebihan saat minum obat. Satu gelas susu sudah cukup untuk membantu meredakan efek iritasi akibat obat-obatan di atas. Selain susu, Anda juga dapat mengurangi efek iritasi lambung dengan makan biskuit maupun roti.

Obat yang tidak boleh diminum berbarengan dengan susu

Meski dapat membantu meredakan efek iritasi lambung, Anda tidak boleh minum susu setelah minum obat berjenis antibiotik. Konsumsi susu perlu dihindari supaya penyerapan antibiotik di saluran pencernaan bisa berjalan dengan optimal.Dalam beberapa kelompok antibiotik seperti tetrasiklin, kalsium dalam susu dapat menghambat proses penyerapan obat yang dilakukan usus. Terganggunya proses penyerapan antibiotik oleh usus ini terjadi karena kalsium dalam susu mengikat antibiotik. Hal tersebut tentunya membuat efektivitas antibiotik menjadi berkurang. Ketika obat antibiotik tidak bekerja secara efektif, infeksi dalam tubuh Anda tidak akan tertangani dengan baik dan bisa saja malah semakin parah.Selain tetrasiklin, Anda sebaiknya juga tidak minum susu setelah minum obat antibiotik dengan jenis kuinolon seperti ciprofloxacin, levofloxacin, dan moxifloxacin. Sama seperti tetrasiklin, minum susu membuat proses penyerapan kuinolon oleh usus menjadi terganggu.Selain kedua antibiotik tersebut, berikut obat-obatan yang sebaiknya tidak diminum bersamaan dengan susu:
  • Obat kolesterol
  • Obat hipertensi seperti diuretik thiazide
  • Obat osteoporosis seperti alendronate
  • Obat antikejang seperti phenytoin, carbamazepine, dan phenobarbital

Makanan dan minuman selain susu yang bisa memengaruhi efek obat

Ketika minum obat, memerhatikan apa yang Anda makan dan minum setelahnya sangatlah penting dilakukan. Hal tersebut wajib dilakukan untuk menghindari efek samping yang dapat ditimbulkan.Berikut sejumlah makanan dan minuman yang dapat memengaruhi pengobatan Anda:

1. Grapefruit

Mengonsumsi grapefruit setelah minum obat dapat menyebabkan kinerja obat alergi seperti fexofenadine menjadi kurang efektif. Di sisi lain, grapefruit bisa membuat efek obat kolesterol seperti atorvastatin menjadi terlalu kuat.

2. Cokelat hitam

Cokelat hitam dapat melemahkan efek obat yang dimaksudkan untuk menenangkan dan membuat Anda ngantuk seperti zolpidem. Sebaliknya, makanan ini bisa meningkatkan kekuatan beberapa obat stimulan, salah satunya methylphenidate. Apabila Anda merupakan menderita depresi yang minum monoamine oxidase inhibitors (MOI) untuk mengatasinya, mengonsumsi cokelat hitam berpotensi membuat tekanan darah menjadi sangat tinggi.

3. Alkohol

Minum alkohol setelah minum obat dapat membuat kinerja obat tekanan darah dan jantung menjadi kurang efektif, bahkan tidak berguna. Selain membuat kinerja sejumlah obat jadi kurang efektif, kebiasaan tersebut juga berpotensi memicu kemunculan efek samping yang membahayakan nyawa Anda.

4. Kopi

Minum kopi setelah minum obat dapat meningkatkan efek dari obat-obatan seperti aspirin, epinefrin (obat untuk mengatasi reaksi alergi serius), dan albuterol (obat yang dipakai mengatasi masalah pernapasan penderita asma). Selain itu, kopi juga berisiko mempersulit tubuh untuk menyerap dan menggunakan zat besi.

5. Makanan kaya kandungan vitamin K

Mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan vitamin K seperti brokoli, kubis, kangkung, dan bayam dapat memengaruhi kinerja obat pengencer darah seperti warfarin. Asupan vitamin K yang berlebih dalam tubuh Anda dapat meningkatkan risiko pembekuan darah.

6. Ginseng

Sama seperti makanan kaya kandungan vitamin K, ginseng dapat membuat kinerja pengencer darah menjadi kurang efektif. Selain itu, ginseng juga melemahkan efek obat-obat antiinflamasi nonsteroid seperti ibuprofen dan naproxen.Bagi penderita depresi yang minum obat MOI, ginseng berpotensi memicu rasa sakit kepala, masalah tidur, membuat Anda menjadi hiperaktif, dan merasa gugup.

7. Ginkgo biloba

Ginkgo biloba dapat melemahkan efek obat yang digunakan untuk mengontrol kejang. Obat-obatan yang menjadi kurang maksimal apabila dikonsumsi dengan ginkgo biloba antara lain carbamazepine dan asam valproat.

Catatan dari SehatQ

Minum susu setelah minum obat sebenarnya boleh dilakukan, apalagi untuk mencegah efek obat yang dapat mengiritasi lambung seperti aspirin, NSAID, dan kortikosteroid. Di sisi lain, minuman ini tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan antibiotik karena bisa mengurangi efektivitasnya.Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai minum susu setelah minum obat, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
susuminum obat
Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/specialists/healthy-living/why-milk-and-antibiotics-dont-mix/
Diakses pada 9 Desember 2020
NHS. https://www.nhs.uk/common-health-questions/medicines/why-must-some-medicines-be-taken-with-or-after-food/
Diakses pada 9 Desember 2020
WebMD. https://www.webmd.com/drug-medication/ss/slideshow-affect-medication
Diakses pada 9 Desember 2020
Med Shadow. https://medshadow.org/4-foods-can-mess-meds/
Diakses pada 9 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait