Obat cacing sangat efektif untuk mengobati cacingan, asal sesuai dengan jenis cacing yang memicu infeksi
Cacingan bisa disembuhkan dengan mengonsumsi obat cacing yang tepat

Cacing parasit adalah organisme yang mengambil makanannya dari tubuh manusia. Orang yang menderita cacingan bisa saja tidak mengalami keluhan apapun pada awalnya. Tapi ada juga sebagian penderita yang mengeluhkan gangguan pencernaan.

Pemberian obat cacing sangat efektif bagi banyak orang untuk mengatasi masalah cacingan. Obat ini juga dianjurkan untuk mencegah kondisi cacingan. 

Seperti apa gejala cacingan?

Gejala cacingan sebetulnya berbeda-beda pada tiap penderita, tergantung dari jenis cacing yang menginfeksi. Akan tetapi, orang yang mengidap cacingan secara umum akan merasakan keluhan sebagai berikut:

Pada beberapa kasus, terdapat bukti jelas yang menunjukkan seseorang mengalami cacingan, yaitu keluarnya cacing bersama dengan feses saat buang air besar. 

Keberadaan cacing-cacing di saluran pencernaan akan menimbulkan masalah kesehatan. Cacing menyebabkan berkurangnya penyerapan nutrisi di usus, sehingga pengidap rawan mengalami kurang gizi.

Pada anak-anak, cacingan bahkan bisa memicu gangguan pertumbuhan. Cacing bisa juga menyebabkan perdarahan pada usus dan hilangnya zat besi, yang berujung pada anemia

Meski jarang, cacingan dapat pula menyebabkan penyumbatan pada usus. Kondisi ini harus segera ditangani secara medis di rumah sakit atau fasilitas kesehatan

Obat cacing yang bisa menyembuhkan cacingan

Ada beberapa jenis obat cacing yang bisa digunakan untuk mengatasi infeksi cacing. Dokter bisa memberikan obat, tergantung dari jenis cacing yang menginfeksi dan lokasi terjadinya cacingan di saluran pencernaan.

Beberapa obat cacing yang bisa jadi pilihan meliputi:

Sebagian besar obat cacing bekerja untuk mengatasi infeksi cacing dengan cara mencegah cacing menyerap makanan atau melumpuhkan cacing. 

Mebendazole, albendazole, dan tiabendazole bekerja dengan mencegah cacing menyerap gula dari usus manusia, sehingga cacing akan kelaparan sampai mati. Sementara praziquantel dan ivermectin akan melumpuhkan cacing di dalam usus agar bisa ikut terbuang ke luar tubuh bersama feses. 

Durasi pengobatan dengan obat cacing tidaklah lama. Ada obat cacing yang diberikan dalam dosis tunggal dan ada yang harus dikonsumsi beberapa kali sehari selama dua atau tiga hari.

Obat-obat cacing tersebut efektif dalam membunuh cacing, namun tidak sampai membasmi telur cacing yang ada di dalam saluran pencernaan. 

Biasanya, pemberian obat cacing akan diulang dalam waktu dua minggu. Pada pemberian pertama, obat hanya akan membunuh cacing dan tidak bisa membasmi telur cacing.

Melalui pemberian obat cacing kedua, obat akan membunuh cacing yang baru menetas sebelum sempat bertelur lagi. 

Cegah cacingan dengan mencermati cara penularannya

Cacingan umumnya menular dari feses orang terinfeksi cacing, atau dari makanan dan air yang terkontaminasi oleh telur cacing. Jalan penularan ini meliputi:

1. Akibat menyentuh benda yang terkontaminasi telur cacing

Sebagai contoh, pengidap cacingan tidak mencuci tangan setelah menggunakan toilet dan menyentuh suatu benda hingga mengontaminasinya dengan telur cacing. Orang lain yang menyentuh benda tersebut dan kemudian makan tanpa mencuci tangan, bisa tertular infeksi cacing. 

2. Menyentuh tanah yang mengandung telur cacing

Contoh penularan ini bisa terjadi pada anak-anak bermain di tanah, lalu makan tanpa cuci tangan. Anda yang berkebun tanpa memakai sarung tangan juga bisa mengalaminya.

3. Mengonsumsi makanan dan air yang terkontaminasi telur cacing

Buah yang bisa dikonsumsi tanpa harus dikupas, air yang tidak direbus hingga mendidih, maupun makanan yang diolah di tempat yang tidak bersih, bisa saja tercemar cacing serta telur-telurnya.

4. Berjalan tanpa alas kaki

Jika Anda berjalan dengan telanjang kaki di tanah yang mengandung cacing dan telurnya, Anda bisa saja tertular infeksi parasit ini. Terutama di daerah yang belum memiliki sarana sanitasi dan saluran air yang memadai.

5. Makan daging atau ikan mentah atau kurang matang saat dimasak

Cacing maupun telur-telurnya bisa saja bertahan di dalam pahan pangan ini, sehingga bisa berkembang biak dalam saluran cerna orang yang telah mengonsumsinya. 

Cacing yang memicu cacingan tak hanya satu jenis

Jenis-jenis cacing yang biasanya menjadi parasit dalam tubuh manusia bisa terbagi dalam beberapa kelompok berikut:

  • Cacing gelang

Jenis cacing gelang yang sering menyebabkan cacingan pada manusia adalah ascaris (cacing tambang), dan trichuris.

Jenis cacing gelang biasanya masuk ke tubuh manusia lewat telurnya yang menempel pada makanan atau mengontaminasi minuman. Telur cacing kemudian menetas di dalam usus manusia.

  • Cacing pita

Cacing pita juga hidup di usus manusia. Jenis cacing ini bisa masuk saluran cerna melalui konsumsi daging atau ikan mentah atau tidak dimasak hingga matang.

  • Cacing pipih

Jenis cacing ini bisa hidup di usus, paru-paru, dan organ hati. Infeksi cacing pipih bisa terjadi akibat berenang di sungai atau mandi menggunakan air yang mengandung cacing pipih. 

Jika ada salah satu anggota keluarga Anda yang mengidap cacingan, seluruh anggota keluarga akan disarankan untuk ikut mengonsumsi obat cacing. Pasalnya, cacingan cukup mudah menular pada orang-orang yang tinggal serumah dengan penderita.

Langkah mencegah cacingan yang paling penting adalah menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Mulai dari selalu mencuci tangan (terutama sebelum makan dan setelah menggunakan toilet), menghindari konsumsi makanan dan air yang tidak dimasak hingga matang.

Apabila memiliki risiko mengalami cacingan, Anda atau anak Anda juga boleh mengonsumsi obat cacing untuk berjaga-jaga. Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dulu agar dosisnya bisa ditentukan sesuai dengan kesehatan Anda.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324042.php#symptoms
Diakses pada 31 Oktober 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/worms-in-humans/
Diakses pada 31 Oktober 2019

Patient Info. https://patient.info/skin-conditions/itchy-bottom-pruritus-ani/worm-medicines-anthelmintics
Diakses pada 31 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed