Benarkah Minum Kopi Saat Sahur Berbahaya untuk Kesehatan?


Minum kopi saat sahur tidak disarankan. Anda sebaiknya mengonsumsi makanan bergizi dan air putih yang cukup ketika sahur. Rasa lemas dan mengantuk saat puasa dapat diatasi dengan cara lain yang lebih menyehatkan ketimbang minum kopi.

(0)
30 Apr 2021|Ade Irawan
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Minum kopi saat sahur tidak disarankan karena akan menyebabkan dehidrasiKopi bersifat diuretik yang justru menyebabkan Anda akan kekurangan cairan
Selama puasa, banyak orang harus kembali mengubah kebiasaan dan pola aktivitas mereka. Salah satu yang sering terjadi adalah konsumsi kopi setiap harinya. Waktu untuk mengonsumsi kopi selama puasa hanya dari berbuka hingga imsak. Lalu, apakah minum kopi saat sahur bisa memunculkan efek pada tubuh?

Bolehkah minum kopi saat sahur selama bulan puasa?

Anda tidak disarankan minum kopi saat sahur. Kopi bersifat diuretik atau mengeluarkan cairan dari tubuh sehingga dikhawatirkan akan menyebabkan dehidrasi bila Anda minum kopi saat sahur.Jumlah kafein yang disarankan dalam satu hari hanyalah 400 mg atau sekitar 4—5 cangkir sehari. Bila Anda sulit mengubah kebiasaan minum kopi, maka Anda dapat mengonsumsinya saat berbuka atau setelah makan besar, namun cukup 1 cangkir saja.Jika ingin tetap meminum kopi, tunggulah sekitar dua jam atau setelah Anda mengonsumsi makanan berbuka. Cara ini juga bisa menjaga Anda tidak langsung tertidur setelah menyantap makanan berbuka. Secangkir kopi pun baik membuat Anda tetap terjaga untuk menjalankan ibadah selama bulan Ramadan.

Akibat mengurangi konsumsi kopi tiba-tiba

Mengurangi konsumsi kopi saat bulan puasa ternyata memiliki efek bagi tubuh
Berhenti minum kopi secara tiba-tiba menyebabkan sakit kepala
Kopi mengandung kafein yang sebenarnya punya segudang manfaat. Kafein bisa meningkatkan kerja otak dan menjaga kesehatan otak. Selain itu, kafein juga akan membantu tubuh untuk mengganti sel yang rusak. Namun, menghilangkan asupan kafein secara tiba-tiba juga akan berdampak buruk untuk tubuh. Seseorang yang terbiasa mengonsumsi kafein dari kopi atau teh akan merasa sakit kepala saat kehilangan asupan tersebut. Di samping itu, rasa cemas dan menurunnya konsentrasi akan dirasakan jika Anda mengurangi konsumsi kafein dengan drastis.Beberapa orang pun merasakan kelelahan saat tubuhnya tidak mendapatkan kafein untuk pertama kalinya. Kurang semangat ini pun dipicu oleh mood yang tidak baik. Hal ini disebabkan kafein akan memaksa tubuh untuk meminta lagi dan lagi saat sudah rutin dikonsumsi.Selama berpuasa, Anda disarankan untuk mengatur jadwal tidur agar dapat menjalani hari-hari tanpa kantuk. Anda sebaiknya tidur pukul 9 malam dan bangun saat sahur. Memperbaiki pola tidur dapat membantu menggantikan efek kopi.

Cara menghilangkan gejala ‘putus kafein' saat puasa

Selama menjalani puasa, tubuh pun harus beradaptasi kembali dengan kebiasaan tidak minum kopi. Anda bisa mengurangi bahkan menghilangkan gejala yang muncul dengan melakukan beberapa langkah:

1. Mengurangi asupan secara perlahan

Jika menghentikannya secara langsung menimbulkan gejala pada tubuh, cobalah lakukan secara perlahan. Cobalah untuk mengurangi satu gelas kopi atau teh setiap harinya. Jika Anda terbiasa minum 3 cangkir dalam sehari bisa menguranginya menjadi 2 cangkir dalam kurun waktu dua atau tiga hari.

2. Minumlah sehabis berbuka

Sebaiknya minum kopi setelah menyantap makanan di waktu berbuka
Minum kopi saat puasa boleh dilakukan setelah Anda makan besar
Bukan berbuka dengan kopi, melainkan setelah makan besar seperti nasi, lauk, dan sayur barulah Anda meminum kopi. Kopi tidak boleh dikonsumsi saat perut kosong karena akan meningkatkan asam lambung dan berisiko memicu penyakit lambung seperti GERD, dispepsia, dan ulkus lambung.

3. Minum kopi dengan minim kafein

Saatnya juga untuk mengganti kopi dengan jenis yang minim kafein (decaf). Kadar kafein dalam kopi decaf sudah dihilangkan hingga 98 persen. Karena kadar kafeinnya sangat minim, Anda mungkin tidak akan merasakan sensasi yang sama saat meminumnya.

4. Terhidrasi dengan baik

Selama puasa, tubuh akan butuh asupan air yang sangat banyak. Untuk itu, pastikan Anda tetap meminum air putih dalam jumlah yang tepat. Berbukalah dengan dua gelas air putih, selingi dengan minum kopi, lalu lanjutkan dengan dua gelas air lagi. Sebelum tidur dan saat sahur, pastikan Anda juga mendapatkan masing-masing dua gelas air. Cukupi kebutuhan air putih 8 gelas per hari

5. Tidur yang cukup

Pengganti kafein yang paling tepat adalah tidur cukup. Pastikan Anda tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap harinya. Mempertahankan pola ini akan membuat Anda lebih segar selama puasa.

Catatan dari SehatQ

Minum kopi saat sahur bukanlah pilihan bijak karena justru akan berisiko menyebabkan dehidrasi. Anda boleh minum kopi setelah buka puasa namun harus tetap dalam batas yang disarankan dan bukan dalam keadaan perut kosong. Selain itu, cukupi asupan air dan tidur juga selama bulan puasa untuk menjaga tubuh tetap segar.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar minuman yang diperbolehkan dikonsumsi selama puasa, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips puasaramadankopi
Healthline https://www.healthline.com/nutrition/intermittent-fasting-coffee
Diakses pada 26 April 2021
Healthline https://www.healthline.com/nutrition/caffeine-withdrawal-symptoms#TOC_TITLE_HDR_2
Diakses pada 26 April 2021
Cleveland Clinic Abu Dhabi https://www.clevelandclinicabudhabi.ae/en/health-byte/pages/tips-to-manage-caffeine-intake-during-ramadan.aspx
Diakses pada 26 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait