Minum Antibiotik untuk Atasi Diare? Belum Tentu Efektif, Lho

Saat ini, di tengah masyarakat, masih banyak yang beranggapan bahwa antibiotik adalah obat serbaguna untuk mengatasi berbagai macam penyakit. Padahal, antibiotik tidak boleh dikonsumsi secara sembarangan, lho. Apa lagi, tidak semua penyakit memerlukan konsumsi antibiotik.

Diare adalah salah satu penyakit yang dianggap oleh masyarakat bisa disembuhkan oleh antibiotik. Padahal belum tentu. Memang benar, bahwa antibiotik dapat digunakan untuk mengatasi diare tetapi hanya ketika diare tersebut telah memenuhi kondisi atau syarat tertentu. Tidak semua diare bisa disembuhkan dengan antiobiotik.

Kapan antibiotik untuk diare diperlukan?

Antibiotik untuk diare hanya diberikan saat diare yang dialami diakibatkan oleh bakteri atau parasit. Penyakit diare yang disebabkan oleh virus atau jamur tidak akan bisa diatasi oleh antibiotik untuk diare.

Antibiotik untuk diare bisa diberikan saat diare disebabkan oleh infeksi dari bakteri V. cholerae, G. lamblia, E.coli, Salmonella, Shigella, dan Yersinia. Umumnya, antibiotik untuk diare jarang digunakan dan hanya digunakan untuk penyakit diare yang disebabkan oleh bakteri di atas.

Pengobatan diare tanpa antibiotik untuk diare

Diare yang tidak disebabkan oleh infeksi bakteri tidak memerlukan antibiotik untuk diare. Umumnya, penyakit diare yang bukan disebabkan oleh bakteri dapat diatasi dengan tindakan yang berfungsi untuk mengembalikan cairan dan mineral tubuh yang hilang.

Dokter akan merekomendasikan Anda untuk mengonsumsi air, jus, kuah, oralit dan cairan lainnya yang tidak mengganggu pencernaan. Bila diare sudah parah, dokter akan memberikan cairan melalui infus atau IV.

Cairan yang akan diberikan umumnya mengandung mineral seperti sodium dan potasium. Saat sedang diare, hindari mengonsumsi jus apel karena jus apel berpotensi membuat diare menjadi lebih parah.

Apabila diare disebabkan oleh kondisi medis tertentu, seperti penyakit peradangan usus besar (inflammatory bowel disease), dokter akan mengobati kondisi medis pemicu diare terlebih dahulu dan tidak memberikan antibiotik untuk diare.

Bagaimana menentukan kapan antibiotik untuk diare diperlukan?

Untuk mengetahui apakah diare yang dialami memerlukan antibiotik untuk diare, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Dokter akan memeriksa kondisi fisik dan rekam medis, serta obat-obatan yang telah dikonsumsi.

Setelahnya, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk menentukan apakah penyakit diare yang dialami memerlukan antibiotik untuk diare. Beberapa pemeriksaan yang dilakukan dapat berupa:

  • Pemeriksaan tinja

Pemeriksaan tinja meliputi mengecek sampel tinja Anda untuk melihat apakah diare disebabkan oleh bakteri atau parasit tertentu yang membutuhkan penanganan antibiotik untuk diare.

  • Tes darah

Selain pemeriksaan tinja, dokter juga akan merekomendasikan tes darah untuk mengetahui apa penyebab diare yang dialami dan apakah antibiotik untuk diare diperlukan.

  • Kolonoskopi

Kolonoskopi digunakan untuk memeriksa seluruh bagian usus besar Anda. Pemeriksaan kolonoskopi meliputi dimasukkannya selang tipis yang ringan ke dalam dubur. Tabung tersebut juga dilengkapi dengan alat yang bisa digunakan untuk mengambil sampel jaringan dalam usus besar.

  • Sigmoidoskopi fleksibel

Hampir serupa dengan kolonoskopi, pemeriksaan sigmoidoskopi fleksibel juga berperan untuk memeriksa usus besar. Hanya saja, sigmoidoskopi fleksibel melihat daerah usus besar bagian bawah saja.

Antibiotik bisa jadi pemicu diare!

Antibiotik untuk diare berfungsi untuk mengatasi penyakit diare yang disebabkan oleh bakteri atau parasit. Namun, kadang kala, antibiotik justru dapat menyebabkan diare!

Meski memiliki fungsi membunuh bakteri, sayangnya antibiotik tidak secara spesifik membunuh bakteri jahat pemicu diare. Akibatnya antibiotik membunuh bakteri yang baik ataupun yang jahat dalam pencernaan. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan pada pencernaan sehingga membuat dare.

Beberapa antibiotik yang rentan memicu diare saat dikonsumsi adalah clindamycin, penisilin, dan cephalosporin.

Saat diare disebabkan oleh konsumsi antibiotik, umumnya dokter akan mengurangi dosis antibiotik yang diberikan atau mengganti jenis obat yang diberikan. Oleh karenanya, selalu konsultasikan ke dokter apabila Anda mengalami diare atau saat ingin mengonsumsi antibiotik tertentu.

Healthline. https://www.healthline.com/health/antibiotics-diarrhea#diarrhea-from-antibiotics
Diakses pada 26 November 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diarrhea/diagnosis-treatment/drc-20352246
Diakses pada 26 November 2019

Medscape. emedicine.medscape.com/article/928598-medication
Diakses pada 26 November 2019

Artikel Terkait