Minoxidil, Obat Penumbuh Rambut untuk Solusi Rambut Menipis

Minoxidil adalah obat penumbuh rambut yang bisa jadi solusi kebotakan
Minoxidil adalah salah satu jenis obat penumbuh rambut

Apa solusi untuk rambut yang mulai menipis bahkan cenderung botak? Selain menggunakan rambut palsu, cangkok rambut, atau bahkan mengecat kulit kepala, minoxidil bisa jadi jawabannya. Minoxidil adalah obat oles (topikal) yang dapat membantu menumbuhkan rambut di kulit.

Bahkan, dalam buku The Black Book of Hollywood Beauty Secret karya Kym Douglas dan Cindy Pearlman, sebuah produk kecantikan berbahan dasar minoxidil disebut juga sering digunakan oleh para artis Hollywood untuk melebatkan alis. Trik ini rupanya sudah umum dilakukan, baik itu oleh para artis laki-laki maupun perempuan.

Tentu trik tersebut tidak seusai dengan indikasi penggunaan obat yang satu ini. Belum lagi risiko yang bisa timbul jika obat tersebut masuk ke mata. Namun bagi sebagian orang, perkara rambut memang berperan besar dalam urusan penampilan. Jangan gegabah, kenali dulu seluk beluk obat ini sebelum Anda mencoba khasiatnya.

Minoxidil efektif tumbuhkan rambut, tapi tidak permanen

Minoxidil adalah obat penumbuh rabut berbentuk busa atau cairan yang umumnya digunakan untuk mengatasi kebotakan. Namun, hanya beberapa tipe kebotakan saja yang sebenarnya bisa diatasi oleh obat ini. Minoxidil, dianggap tidak efektif untuk mengatasi kebotakan dengan jenis di bawah ini.

  • Kebotakan yang terjadi di bagian depan kepala atau garis rambut yang semakin lama semakin ke belakang.
  • Kebotakan yang terjadi secara tiba-tiba
  • Kebotakan yang tidak jelas penyebabnya, tanpa adanya anggota keluarga dengan riwayat kebotakan
  • Kerontokan rambut yang terjadi setelah melahirkan

Selain untuk keempat kondisi di atas, minoxidil dianggap efektif untuk merangsang pertumbuhan rambut. Tidak hanya di kulit kepala, obat ini juga banyak menjadi bahan baku obat penumbuh kumis dan jenggot.

Namun tahukah Anda, jika minoxidil tidak akan memberikan hasil permanen? Apabila ingin terus terhindar dari kebotakan, Anda harus menggunakannya terus-menerus secara teratur.

Rambut baru yang tumbuh setelah penggunaan minoxidil pun biasanya akan kembali rontok beberapa bulan setelah obat tak lagi digunakan. Minoxidil paling efektif digunakan saat Anda baru mengalami kebotakan atau di awal usia 40 tahun.

Cara menggunakan minoxidil

Saat membeli minoxidil, Anda juga akan mendapatkan instruksi penggunaan secara lengkap pada kemasannya. Pastikan Anda mengikuti instruksi tersebut secara tepat, tanpa mengurangi atau menambah dosis pemakaian.

Secara umum, berikut ini tahapan penggunaan minoxidil, si obat penumbuh rambut:

  • Pastikan kulit kepala dan rambut Anda kering sebelum menggunakan obat ini
  • Oleskan minoxidil dalam jumlah yang diinstruksikan oleh kemasan. Saat mengoleskan di area yang botak atau berambut tipis, lakukan dari arah dalam ke luar.
  • Jangan keramas setidaknya selama 4 jam setelah obat ini diaplikasikan.
  • Setelah menggunakannya, pastikan Anda mencuci bagian tubuh lain yang sekiranya terkena, seperti telapak tangan.
  • Jangan menggunakan pengering rambut untuk mengeringkan kulit kepala setelah mengoleskan minoxidil.
  • Biarkan minoxidil mengering dengan sendirinya selama 2-4 jam setelah dioleskan, termasuk saat malam hari sebelum tidur. Tidur dalam keadaan obat yang masih basah, bisa menodai sarung bantal, pakaian, dan sprei kasur Anda.

Apabila Anda menggunakan minoxidil dalam sediaan busa, berikut ini cara menggunakannya yang tepat.

  • Sisir rambut dan belah menjadi dua atau lebih, untuk membuka area kulit kepala yang mengalami penipisan rambut.
  • Tuang busa minoxidil ke tangan dan oleskan pada area kulit kepala yang membutuhkannya.
  • Lalu dengan menggunakan jari, ratakan busa minoxidil ke seluruh area yang membutuhkan dan pijat kulit kepala dengan perlahan.
  • Setelah selesai, langsung cuci tangan hingga bersih.

Sebaiknya Anda tidak menggunakan produk perawatan rambut lain bersamaan dengan minoxidil. Namun, Anda masih bisa mewarnai rambut, menjalani cangkok rambut, serta menggunakan kondisioner asalkan sudah mencuci kulit kepala hingga benar-benar bersih sebelumnya.

Efek samping penggunaan minoxidil

Sama seperti obat lainnya, minoxidil juga memiliki efek samping yang mungkin terjadi. Kondisi yang paling umum terjadi adalah perubahan pada warna dan tekstur rambut. Bagi sebagian orang, obat ini bisa menyebabkan alergi dengan gejala sebagai berikut:

  • Bentol-bentol
  • Susah bernapas
  • Pembengkakan di wajah, bibir, lidah, dan tenggorokan

Timbulnya risiko serius setelah penggunaan minoxidil secara topikal, jarang terjadi. Namun, jika obat ini sampai masuk ke aliran darah, maka efek samping yang parah bisa terjadi. Segera hubungi dokter apabila Anda mengalami efek samping di bawah ini setelah menggunakan minoxidil:

  • Iritasi kulit kepala yang parah
  • Pertumbuhan yang tidak diinginkan di wajah
  • Nyeri dada
  • Peningkatan detak jantung
  • Pembengkakan di kaki dan tangan
  • Kenaikan berat badan secara signifikan
  • Rasa ingin pingsan
  • Pusing
  • Kulit kemerahan, hangat dan terasa sedikit nyeri

Minoxidil adalah obat yang bisa dibeli secara bebas. Meski begitu, bukan berarti efek samping dan risiko lainnya dapat dianggap remeh. Ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat ini.

Drugs. https://www.drugs.com/mtm/minoxidil-topical.html
Diakses pada 6 Februari 2020

WebMD. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-3503/minoxidil-topical/details
Diakses pada 6 Februari 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/minoxidil-topical-route/side-effects/drg-20068750?p=1
Diakses pada 6 Februari 2020

Medline Plus. https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a689003.html
Diakses pada 6 Februari 2020

Artikel Terkait