Milk Blister Ganggu Proses Menyusui? Kenali 11 Cara Mencegahnya Ini

Jangan biarkan milk blister membuat pasokan ASI untuk Si Kecil terhambat!
Milk blister bisa ganggu proses menyusui, mari kenali cara mencegahnya.

Milk blister seringkali dirasakan oleh ibu menyusui. Perasaan perih ketika Si Kecil mengisap air susu ibu (ASI) dari puting, tentu dirasakan oleh penderita milk blister. Sebenarnya, milk blister bisa dicegah, lho. Mari kenali cara mencegah milk blister ini.

Milk blister dapat diatasi di rumah dengan cara ini

Milk blister adalah luka lepuh pada area puting yang dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti kelebihan pasokan ASI, tekanan berlebih pada area payudara tertentu, hingga ragi yang bisa menyebabkan kulit melepuh.

Walau jarang terjadi, milk blister bisa menyumbat saluran susu. Itulah sebabnya, memahami cara mencegah milk blister akan sangat berguna bagi busui.

1. Membasahi puting dengan air garam

Untuk menghilangkan penyumbatan ASI akibat milk blister, busui bisa membasahi atau merendam puting dalam air garam hangat. Lakukan hal ini sebanyak 3-4 kali dalam sehari, sampai saluran susu tidak tersumbat lagi.

2. Memijat puting

Memijat puting dengan lembut juga bisa menjadi cara mengatasi milk blister. Selain puting, pijat bagian payudara lainnya, supaya susu yang menyumbat puting bisa dikeluarkan.

Cara mengatasi milk blister ini baiknya dilakukan setelah mandi, supaya kulit payudara lebih lembut dan mudah dipijat. Namun ingat, jangan memijatnya terlalu kencang, karena akan timbul rasa nyeri pada payudara.

3. Mengompres puting

Ibu menyusui
Atasi milk blister, supaya ASI tetap lancar

Menempelkan kompres hangat pada puting dipercaya bisa mengatasi milk blister. Siapkanlah satu kain kecil yang bersih, kemudian basahi dengan air hangat dan peraslah. Setelah itu, tempelkan pada puting selama 15 menit.

Lakukan hal ini sebelum menyusui Si Kecil, agar proses menyusui bisa lancar.

4. Menggunakan minyak zaitun

Tidak hanya digunakan sebagai pelengkap makanan, minyak zaitun yang banyak manfaatnya ini juga bisa digunakan untuk melembapkan puting. Letakkan saja kasa atau pad yang sudah dibasahi minyak zaitun di dalam bra, supaya puting tidak kering.

Gantilah kasa itu 2 kali sehari. Sebelum menyusui, jangan lupa bersihkan puting dari minyak zaitun, ya.

5. Mengoleskan sedikit ASI ke puting

ASI memiliki sifat antibakteri. Tidak heran banyak orang percaya bahwa mengoleskan ASI ke puting bisa mencegahnya dari infeksi akibat milk blister.

Belum ada penelitian yang bisa membuktikan efektivitas cara yang satu ini. Namun, tidak ada ruginya jika dicoba, kan?

6. Lebih sering menyusui

Lebih sering menyusui dipercaya bisa menghilangkan dan mencegah penyumbatan akibat milk blister. Isapan bayi saat menyusui ternyata bisa membantu merangsang aliran susu ke puting, dan mencegah adanya penyumbatan.

7. Menggunakan pompa ASI

Terkadang, isapan bayi saja belum cukup untuk mengatasi penyumbatan ASI akibat milk blister. Maka dari itu, menggunakan pompa ASI bisa membantu Anda mengatasi masalah ini.

Terutama jika milk blister telah menyebabkan aliran susu mengental di bagian puting. Alat pompa ASI pun bisa mengisapnya dengan tenaga yang diatur menggunakan mesin. Pompalah ASI sampai susu yang mengental atau mengeras, bisa dikeluarkan.

8. Mengoleskan salep

Bayi menyusui
Milk blister harus dicegah, supaya pasokan ASI tetap lancar

Carilah salep yang mengandung chamomile atau calendula, untuk meredakan rasa perih pada bagian puting yang terdampak milk blister.

Salep ini bisa membuat puting tetap lembap, sehingga rasa gatal dan nyeri akibat milk blister, dapat dihindari.
Kebanyakan dari salep ini tetap aman digunakan saat menyusui. Namun ada baiknya Anda berkonsultasi dulu dengan dokter, untuk memastikan salep puting yang aman untuk digunakan saat menyusui.

9. Mengonsumsi suplemen lesitin

Lesitin adalah zat alami yang sering ditambahkan ke dalam makanan. Beberapa orang percaya, lesitin dapat mencegah saluran tersumbat dengan meningkatkan kandungan asam lemak tak jenuh ganda pada ASI, dan mengurangi gumpalan ASI yang lengket.

Meski begitu, belum ada studi yang bisa membuktikan keampuhan suplemen lesitin untuk mengatasi milk blister.

10. Mengubah pola makan

Mengonsumsi makanan yang sehat bisa membantu sistem tumbuh melawan infeksi jamur, yang menyebabkan milk blister. Selain mengonsumsi buah dan sayuran, tidak ada salahnya busui juga tetap mengonsumsi multivitamin prenatal.

Namun jangan lupa, diskusikan dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen ini.

11. Mengonsumsi obat pereda nyeri

Mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual di apotek juga bisa dilakukan sebagai cara mengatasi nyeri akibat milk blister. Namun, carilah obat pereda nyeri yang aman untuk dikonsumsi busui seperti ibuprofen. Obat ini aman dikonsumsi ibu menyusui selama tidak ada riwayat penyakit maag atau asma.

Konsultasikan dulu dengan dokter jika Anda masih ragu untuk mengonsumsi obat pereda nyeri.

Cara mencegah milk blister

Beberapa cara dapat dilakukan, untuk mencegah milk blister. Hal-hal sederhana seperti membersihkan puting setelah menyusui, menimang bayi di posisi yang tepat saat menyusui, menjaga tubuh agar tetap terhidrasi, hingga menggunakan bra yang nyaman bisa Anda lakukan.

Selain itu, jika ada infeksi yang terjadi pada payudara, jangan ragu untuk datang ke dokter dan meminta perawatan. Sebab, infeksi pada payudara yang tidak segera ditangani, bisa menyebabkan milk blister.

Kapan harus berkonsultasi dengan dokter?

Jika milk blister tetap tidak sembuh dengan cara-cara di atas, segera kunjungi dokter. Terutama jika milk blister menyebabkan rasa sakit saat menyusui.

Dokter bisa membuka saluran tersumbat pada puting dan membersihkannya untuk mencegah infeksi. Hal ini juga dapat membuat aliran ASI kembali lancar.

Biasanya, dokter juga akan merekomendasikan salep seperti antibiotik, supaya infeksi pada puting dapat teratasi.

Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/milk-blister#What-Causes-Milk-Blebs-or-Blisters?
Diakses pada 9 Maret 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321714#best-remedies
Diakes pada 9 Maret 2020

Artikel Terkait