Mikrosefalus dan Pengaruhnya Terhadap Gangguan Tumbuh Kembang Anak

(0)
11 Jun 2019|Giovanni Jessica
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Mikrosefalus menyebabkan gangguan tumbuh kembang anak yang dapat memengaruhi kualitas hidupnyaMikrosefalus dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang anak
Pada tahun 2016 lalu, seluruh dunia digegerkan dengan menyebarnya virus zika, terutama bagi ibu hamil. Infeksi virus ini dapat menyebabkan penyakit mikrosefalus saat bayi lahir.Namun, sebelum munculnya virus zika, konsumsi obat, alkohol, dan infeksi virus lainnya juga telah diketahui dapat menyebabkan mikrosefali. Berbagai penyebab dari kondisi ini tentu membuat para calon orantua khawatir. Lantas seperti apa kondisi mikrosefali pada bayi dan apa dampaknya untuk si Kecil? Mari simak ulasan selengkapnya berikut.

Mikrosefalus pada bayi

Mikrosefalus adalah kondisi ketika kepala bayi memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan ukuran normal. Kondisi ini ditakutkan bukan karena ukuran kepala yang tampak tidak proporsional, tetapi dampaknya terhadap gangguan tumbuh kembang yang bisa terjadi pada anak.Gangguan tumbuh kembang anak dengan mikrosefali bergantung pada waktu berhentinya pertumbuhan otak. Anak dengan mikrosefali ringan umumnya tidak akan memiliki gangguan.Mereka tetap dapat tumbuh sesuai dengan tahapan tumbuh kembang berdasarkan umurnya. Sebaliknya, anak dengan mikrosefali berat bisa mengalami gangguan dalam belajar dan bergerak.

Penyebab mikrosefalus pada bayi

Dikutip dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC), penyebab mikrosefalus pada kebanyakan bayi tidak diketahui. Ada beberapa bayi yang mengidap mikrosefali karena perubahan gen mereka. Namun, pada kasus yang parah, penyebab terjadinya kondisi ini bisa disebabkan karena saat hamil ibu mengalami hal berikut:
  • Infeksi tertentu selama kehamilan seperti rubella, toksoplasmosis atau cytomegalovirus
  • Malnutrisi parah
  • Terpapar zat berbahaya seperti alkohol, obat-obatan hingga bahan kimia beracun
  • Gangguan suplai darah ke otak bayi selama perkembangan
  • Terinfeksi virus Zika saat hamil
Hingga saat ini, CDC masih terus mempelajari apa penyebab dari cacat lahir atau kondisi mikrosefali pada bayi. Jika Anda sedang hamil, pastikan selalu berkonsultasi dengan dokter untuk meminimalisir terjadinya kondisi ini pada bayi Anda.

Gejala mikrosefalus pada bayi

Pertanda masalah tumbuh kembang anak dengan mikrosefali bisa segera diketahui saat lahir ataupun ketika anak mencapai usia sekolah. Masalah yang umum dihadapi dalam tumbuh kembang anak, yaitu gangguan bicara, berkomunikasi, dan gangguan belajar. Selain itu, gangguan emosional dan sosial juga dapat terjadi dalam tumbuh kembang anak.Anak mulai mengeluarkan suara seperti "ah" dan "oh" pada usia 6 bulan dan dapat berbicara kalimat pendek ketika memasuki usia 2 tahun. Akan tetapi, perkembangan kemampuan berbicara ini mengalami keterlambatan pada anak dengan mikrosefali. Pada kasus yang berat, anak tidak dapat berbicara hingga dewasa.Mikrosefali umumnya menyebabkan gangguan perkembangan kemampuan motorik, seperti keterlambatan untuk dapat duduk dan berjalan. Dalam keadaan normal, anak sudah dapat duduk pada usia 9 bulan dan dapat berjalan sendiri pada usia 18 bulan.

Diagnosis mikrosefali pada bayi

Dikutip dari CDC, mikrosefali dapat didiagnosis selama kehamilan atau setelah bayi lahir seperti berikut.

1. Selama masa kehamilan

Mikrosefalus pada bayi terkadang dapat didiagnosis dari hasil tes USG (yang menghasilkan gambar tubuh). Untuk melihat gejala mikrosefali, USG sebaiknya dilakukan pada akhir trimester ke-2 atau ke-3. 

2. Setelah bayi lahir

Tanda mikrosefali pada bayi bisa dideteksi pada bayi baru lahir saat melakukan pemeriksaan fisik berupa pengukuran lingkar kepala segera setelah si Kecil lahir. Petugas medis kemudian akan membandingkan hasil pengukuran tersebut dengan standar lingkar kepala bayi normal berdasarkan usia dan jenis kelamin.Bayi dengan mikrosefali memiliki lingkar kepala lebih kecil. Nilai pengukuran ini biasanya menunjukkan angka lebih dari 2 SD di bawah rata-rata atau kurang dari presentil ke-3. Selanjutnya ketika menemukan gejala mikrosefali, petugas medis bisa meminta satu atau lebih tes seperti MRI untuk membantu memastikan diagnosis tersebut.

Risiko gangguan tumbuh kembang anak dengan miksrosefalus

Bisakah otak bayi yang mikrosefali berkembang dengan baik? Jika bayi mengalami kondisi ini, maka perkembangan otaknya akan terganggu.Kondisi perkembangan otak yang terhambat pada mikrosefali menyebabkan penderitanya rentan mengalami gangguan lumpuh otak (cerebral palsy) dan retardasi mental. Selain itu, anak dengan mikrosefali lebih berisiko untuk mengalami epilepsi, gangguan penglihatan, dan gangguan pendengaran.

1. Cerebral palsy atau lumpuh otak

Cerebral palsy atau lumpuh otak merupakan suatu gangguan perkembangan pada otak yang membuat penderitanya mengalami hambatan dalam mengontrol otot-otot tubuhnya.Bergantung pada jenis dan tingkat keparahannya, penderita mikrosefali dengan cerebral palsy akan mengalami gangguan perkembangan secara fisik maupun kognitif (kemampuan anak untuk berpikir dan memahami hal baru).

2. Retardasi mental

Kemampuan mental atau intelegensi anak di bawah rata-rata dan kurangnya kemampuan dalam menjalankan aktivitas harian merupakan pertanda adanya retardasi mental pada anak.Kemampuan yang dicapai anak dalam tumbuh kembang sesuai dengan tingkat keparahan retardasi mental yang dialami. Hal ini dapat diukur dengan tes intelligence quotient (tes IQ). Anak dengan nilai IQ di bawah 70 dikatakan mengalami retardasi mental.

Apa mikrosefalus bisa disembuhkan?

Kondisi mikrosefali tidak dapat disembuhkan. Tidak ada cara untuk memperbaiki ukuran kepala anak. Hal yang dapat dilakukan adalah mencegah perburukan dan mendampingi anak dalam tumbuh kembangnya. Berbagai pilihan untuk mengatasi gangguan tumbuh kembang yang terjadi bergantung pada tingkat keparahannya.Apabila terapi dilakukan lebih awal, maka tumbuh kembang anak dapat berlangsung dengan lebih baik. Pilihan terapi yang dapat dilakukan adalah terapi wicara, fisioterapi, dan terapi okupasi. Walaupun anak tidak mengalami gangguan tumbuh kembang saat lahir, anak dengan mikrosefali perlu melakukan pemeriksaan rutin untuk memastikan tumbuh kembang anak tidak mengalami keterlambatan.Jika Anda ingin bertanya seputar kehamilan agar bisa terhindar dari kondisi Mikrosefalus, Anda bisa konsultasikan langsung dengan chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
tumbuh kembang bayitumbuh kembang anakmikrosefali
CDC. https://www.cdc.gov/ncbddd/birthdefects/microcephaly.html
Diakses pada Mei 2019
Genetics Home Reference. https://ghr.nlm.nih.gov/condition/microcephaly-seizures-and-developmental-delay
Diakses pada Mei 2019
Aggarwal A, Mittal H, Patil R, Debnath S, Rai A. Clinical profile of children with developmental delay and microcephaly. J Neurosci Rural Pract. 2013;4(3):288–91.WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/what-is-microcephaly
Diakses pada Mei 2019
University of Rochester Medical Center. https://www.urmc.rochester.edu/childrens-hospital/developmental-disabilities/conditions/microcephaly.aspx
Diakses pada Mei 2019
CDC. https://www.cdc.gov/ncbddd/actearly/milestones/index.html
Diakses pada Mei 2019
Betterhealth. https://www.betterhealth.vic.gov.au:443/health/conditionsandtreatments/cerebral-palsy
Diakses pada Mei 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait