Migrain pada Ibu Menyusui, Obat Apa yang Aman Dikonsumsi?


Berhati-hatilah dalam memilih obat migrain untuk ibu menyusui karena tidak semua jenis obat ini aman bagi Si Kecil. Obat migrain yang aman meliputi asetaminofen dan ibuprofen.

(0)
11 Dec 2020|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Tidak semua obat migrain untuk ibu menyusui aman dikonsumsi.Ibuprofen dan parasetamol merupakan segelintir obat migrain untuk ibu menyusui yang aman dikonsumsi.
Memilih obat migrain untuk ibu menyusui tidak boleh sembarangan. Sebab, beberapa jenis obat migrain bisa menimbulkan efek samping berbahaya jika tidak dikonsumsi dengan benar. Untuk itu, ada baiknya Anda mulai mengenali jenis-jenis obat migrain yang aman dikonsumsi ibu menyusui.

Penyebab migrain pada ibu menyusui

Menurut sebuah studi, sekitar 30-40 persen wanita akan mengalami sakit kepala setelah melahirkan. Sakit kepalal ini biasanya akan muncul di minggu pertama setelah persalinan.Pada enam minggu pertama setelah melahirkan, perasaan nyeri akibat sakit kepala bisa semakin terasa dan cenderung berlangsung lama. Fenomena ini terjadi akibat adanya fluktuasi hormon setelah melahirkan.Masih dari studi yang sama, sekitar 55 persen wanita yang sering mengalami migrain sebelum melahirkan, akan kembali terserang penyakit yang sama usai persalinan.Selain itu, wanita yang rentan mengidap migrain saat sedang datang bulan juga berisiko terserang migrain selama hamil dan setelah melahirkan.Ada dua jenis sakit kepala yang dapat dirasakan setelah melahirkan, di antaranya:
  • Sakit kepala primer, seperti sakit kepala tegang dan migrain
  • Sakit kepala sekunder, yang umumnya disebabkan oleh berbagai kondisi medis.

Obat migrain untuk ibu menyusui yang aman dikonsumsi

Obat migrain untuk menyusui sangat beragam, mulai dari ibuprofen hingga parasetamol
Asetaminofen merupakan salah satu obat migrain yang aman untuk busui
Obat migrain yang dikonsumsi ibu menyusui dapat masuk ke dalam ASI dan terminum oleh bayi. Sebuah penelitian menyatakan, obat migrain untuk ibu menyusui baru dianggap aman jika bayi hanya mendapatkan kurang dari 10 persen obat yang terserap ke dalam ASI tersebut.Untuk mengatasi migrain pada ibu menyusui, ada sejumlah obat migrain yang aman dikonsumsi. Pastikan Anda sudah berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba berbagai obat migrain berikut ini.
  • Asetaminofen (parasetamol)

Asetaminofen atau parasetamol dianggap sebagai obat migrain untuk ibu menyusui yang aman. Tidak hanya ibu menyusui, biasanya obat ini juga dikonsumsi oleh ibu hamil yang menderita sakit kepala.
  • Ibuprofen

Obat-obatan antiradang nonsteroid (NSAID), seperti naproxen dan indomethacin, boleh dikonsumsi oleh ibu menyusui yang mengalami migrain. Namun, ibuprofen lebih dianjurkan karena keamanannya sudah diteliti oleh sejumlah riset.
  • Penghambat beta (beta blockers)

Obat-obatan penghambat beta, seperti propranolol dan metoprolol, dianggap sebagai obat pencegah migrain yang paling direkomendasikan untuk ibu menyusui karena hanya sedikit kandungan keduanya yang terserap ke dalam ASI.
  • Kortikosteroid

Kortikosteroid oral, seperti prednisone dan prednisolone, dianggap relatif aman untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui. Sebab, hanya sekitar 1-2 persen saja yang terserap ke dalam ASI.Sebelum mencoba berbagai obat migrain di atas, pastikan Anda berkonsultasi dulu pada dokter untuk mengetahui dosis dan aturan pemakaian yang tepat.

Obat migrain yang tidak boleh dikonsumsi oleh ibu meyusui

Berkonsultasi ke dokter sangat dianjurkan sebelum mengonsumsi obat migrain untuk ibu menyusui
Ada beberapa obat migrain yang dilarang untuk busui
Selain obat-obatan di atas, Anda juga harus tahu obat migrain apa saja yang dilarang saat sedang menyusui.
  • Aspirin

Jangan pernah mengonsumsi aspirin atau obat apa pun yang mengandung aspirin saat Anda sedang menyusui karena obat ini dapat menyebabkan efek samping merugikan pada Si Kecil.
  • Ergotamine

Ergotamine dan ergot alkaloid adalah obat-obatan migrain yang harus sepenuhnya dihindari. Obat ini dipercaya bisa menyebabkan bayi muntah-muntah, diare dan kejang. Selain itu, ergotamine juga bisa memengaruhi produksi ASI.
  • Calcium-channel blockers (antagonis kalsium)

Belum ada data yang cukup untuk memastikan keamanan obat calcium-channel blockers atau antagonis kalsium pada ibu menyusui. Itulah sebabnya Anda disarankan untuk tidak mengonsumsinya.

Cara mencegah migrain dan sakit kepala saat menyusui

Menderita migrain dan sakit kepala lainnya saat sedang menyusui, tentunya bisa mengganggu kenyamanan Anda. Berikut adalah sejumlah kebiasaan yang bisa dilakukan untuk mencegahnya.
  • Beristirahat dengan cukup

Saat bayi Anda sedang tertidur, gunakan waktu luang ini untuk beristirahat. Istirahat yang cukup dapat mencegah munculnya sakit kepala.
  • Minum air lebih teratur

Minum air secara teratur juga dipercaya bisa mencegah sakit kepala. Cobalah untuk selalu menyimpan segelas air putih di samping Anda saat sedang menyusui Si Kecil
  • Mengonsumsi makanan sehat

Makanan sehat dan bernutrisi tinggi bisa mencegah berbagai penyakit, tidak terkecuali sakit kepala. Tambahkan berbagai makanan sehat dalam pola makan sehari-hari Anda, seperti buah dan sayuran.
  • Cobalah untuk rileks

Berjalan kaki, membaca buku, berbincang dengan suami atau sahabat adalah segelintir cara untuk membuat pikiran menjadi rileks dan terhindar dari stres. Dengan begitu, sakit kepala seperti migrain bisa dicegah.

Catatan dari SehatQ

Meskipun sejumlah penelitian telah membuktikan keamanan obat migrain untuk ibu menyusui, Anda tetap diwajibkan untuk datang ke dokter dan berkonsultasi dulu sebelum mengonsumsinya. Hal ini dilakukan untuk menghindari efek samping merugikan yang bisa berdampak buruk bagi diri Anda dan juga Si Kecil.Bagi Anda yang ingin berkonsultasi langsung ke dokter tanpa ribet, segeralah bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang juga!
migrainminum obat saat menyusuiibu menyusui
Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/migraines-and-breastfeeding-1719863#citation-1
Diakses pada 27 November 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/postpartum-headaches
Diakses pada 27 November 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait