Mie Shirataki, "Mie Ajaib" yang Bermanfaat untuk Kesehatan

Selain bisa menurunkan kadar gula darah, mie shirataki diklaim mampu menjaga berat badan ideal.
Mie shirataki bisa dijadikan pengganti mie tepung pada umumnya.

Mie shirataki adalah mie yang terbuat dari serat akar tanaman konjak, yakni glukomanan. Makanan yang populer di Jepang ini juga dijuluki sebagai "mie ajaib" karena memiliki segudang manfaat. Pencinta mie bisa memilih mie shirataki bisa sebagai menu yang menyehatkan.

Mie shirataki, mie rendah kalori dengan segudang manfaat

Ingin makan kenyang tapi rendah kalori? Mie shirataki jawabannya. Mie shirataki sama sekali tidak mengandung lemak. Namun, mie shirataki mengandung serat sebanyak 0,5 gram. Itulah sebabnya, mie shirataki tetap mengenyangkan walau rendah kalori.

Tidak hanya itu saja. Mie yang sekarang sudah mudah didapatkan di swalayan ini ternyata memiliki manfaat kesehatan yang tak diduga-duga, seperti berikut ini.

1. Kandungan serat kentalnya tinggi

Glukomanan, bahan utama mie shirataki, adalah serat larut yang dapat menyerap air dan membentuk gel. Tidak heran, ketika sudah dikunyah dan masuk ke dalam perut, mie shirataki sangat mudah dicerna oleh sistem pencernaan.

Ditambah lagi, serat kental ini dapat berfungsi sebagai prebiotik dan menstimulasi pertumbuhan bakteri baik dalam usus besar.

Di usus besar, bakteri baik akan membantu proses fermentasi serat menjadi asam lemak rantai pendek, yang melawan peradangan, serta meningkatkan sistem imun tubuh.

2. Menurunkan berat badan

Sedang berusaha menurunkan berat badan? Mie shirataki bisa menjadi solusinya. Serat kental yang dikandungnya mampu menunda pengosongan lambung, sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama.

Apalagi, proses fermentasi serat menjadi asam lemak rantai pendek, dapat merangsang pelepasan hormon usus yang bisa meningkatkan rasa kenyang.

Sebanyak 7 penelitian membuktikan, mengonsumsi glukomanan selama 4-8 minggu dapat membantu menurunkan 1,4-2,5 kilogram berat badan.

Dalam studi lain, glukomanan dapat menurunkan 2,5 kilogram berat badan pada orang dengan obesitas, tanpa mengurangi porsi makannya.

Walau begitu, para responden dalam penelitian ini tidak mengonsumsi glukomanan dalam bentuk mie shirataki, melainkan suplemen.

3. Menurunkan kadar gula darah dan insulin

Glukomanan terbukti bisa menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes. Kemampuan ini berasal dari serat kental yang bisa menunda pengosongan lambung.

Dalam sebuah riset, penderita diabetes tipe 2 yang mengonsumsi glukomanan selama tiga minggu, terbukti berhasil menurunkan kadar fruktosamin (penanda kadar gula darah).

Dari penelitian lainnya, penderita diabetes tipe 2 yang mengonsumsi glukomanan sebelum melahap glukosa, terbukti mampu mengurangi kadar gula darahnya, hanya dalam waktu 2 jam.

4. Menurunkan kolesterol

Mie shirataki
Mie shirataki saat masih "polos"

Beberapa penelitian juga menyatakan bahwa glukomanan yang dikandung mie shirataki dapat menurunkan kadar kolesterol.

Para peneliti menjelaskan, glukomanan mampu meningkatkan pembuangan kolesterol lewat feses atau tinja sehingga lebih sedikit yang akan diserap kembali ke aliran darah.

Sebuah laporan dari 14 studi memperlihatkan, glukomanan bisa menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dengan rata-rata 16 miligram/desiliter (dL) dan trigliserida dengan rata-rata 11 miligram/desiliter.

5. Meredakan sembelit

Manfaat mie shirataki selanjutnya adalah berpotensi meredakan sembelit. Sebab, glukomanan juga terbukti bisa mengatasi sembelit yang dirasakan anak-anak maupun orang dewasa.

Dalam sebuah penelitian, sembelit kronis berhasil ditangani pada 45% partisipan anak-anak. Sedangkan untuk orang dewasa, suplemen glukomanan terbukti melancarkan pergerakkan usus, sehingga sembelit dapat diredam.

Sebagai pencinta mie, mungkin Anda kesulitan untuk melepas mie berbahan tepung. Namun, demi kesehatan dan berat badan ideal, cobalah makan mie shirataki sesekali. Siapa tahu, Anda ketagihan dan mulai terbiasa dengan mie shirataki.

Apakah mie shirataki punya efek samping?

Bagi sebagian orang, glukomanan yang dikandung mie shirataki bisa menyebabkan masalah ringan sistem pencernaan, seperti feses yang terlalu lembek dan perut kembung.

Oleh karena itu, jangan langsung mengubah pola makan Anda secara tiba-tiba. Mie shirataki lebih baik dikonsumsi secara bertahap, jika ingin rutin menyantapnya. Dengan demikian, tubuh pun mampu beradaptasi.

Selain itu, glukomanan bisa mengganggu beberapa pengobatan, seperti obat diabetes. Untuk mencegahnya, minumlah obat diabetes, 1-4 jam setelah mengonsumsi mie shirataki.

Cara menyajikan mie shirataki

Mie shirataki
Kreasikan mie shirataki Anda dengan bahan sehat lainnya

Pada awalnya, mungkin menyajikan dan memasak mie shirataki agak menantang. Sebab, saat dibuka dari kemasannya, mie shirataki berbau amis, karena air di dalam mie shirataki telah menyerap bau akar tanaman konjak.

Maka dari itu, bersihkanlah dulu mie shirataki dengan air bersih, selama beberapa menit. Setelah itu, bau amisnya akan menghilang.

Selanjutnya, rebus dulu mie shirataki selama beberapa menit, untuk memberikan tekstur kenyal seperti mie tepung. Mie ini pun siap Anda olah dengan bumbu favorit.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/shirataki-noodles-101
Diakses pada 11 Maret 2020

Calorie King. https://www.calorieking.com/us/en/foods/f/calories-in-noodles-shirataki-noodles/drjIw0ObSzWuWHPgzrOkDg
Diakses pada 11 Maret 2020

Artikel Terkait