logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Parenting

Memahami Middle Child Syndrome dan Ciri-cirinya pada Anak

open-summary

Middle child syndrome (sindrom anak tengah) adalah kondisi psikologis yang dapat membuat anak tengah merasa dikucilkan. Ciri-cirinya beragam, seperti takut bersosialiasi, merasa tidak berguna, hingga frustrasi. Untuk mengatasi kondisi ini, orangtua disarankan untuk memberikan perhatian lebih kepadanya.


close-summary

0

4 Feb 2022

| Fadli Adzani

Ditinjau oleh dr. Reni Utari

Middle child syndrome dapat membuat anak tengah merasa dikucilkan dan diabaikan.

Middle child syndrome adalah kondisi psikologis yang dapat dirasakan oleh anak tengah.

Table of Content

  • Karakteristik anak dengan middle child syndrome
  • Cara membantu anak menghadapi middle child syndrome
  • Apakah middle child syndrome benar-benar ada?
  • Catatan dari SehatQ

Bagi orangtua yang memiliki lebih dari dua anak, apakah Anda pernah mendengar istilah middle child syndrome (sindrom anak tengah)?

Advertisement

Dilansir dari Healthline, middle child syndrome adalah kondisi psikologis yang bisa membuat anak tengah merasa diabaikan dan dikucilkan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat memberikan dampak buruk yang terbawa hingga anak beranjak dewasa.

Untuk mengantisipasinya, tidak ada salahnya untuk mengenal ciri-ciri anak dengan middle child syndrome dan cara membantu anak tengah untuk melawan kondisi psikologis ini.

Karakteristik anak dengan middle child syndrome

middle child syndrome
Karakteristik middle child syndrome 

Saat si anak tengah merasa dikucilkan, diabaikan, dan merasa berbeda dari saudara kandungnya, terdapat beberapa dampak buruk yang bisa ia rasakan. Berikut adalah ciri-ciri anak dengan middle child syndrome:

1. Harga diri yang rendah

Ketika si anak tengah merasa dikucilkan, didiskriminasi, atau bahkan tidak dicintai oleh orangtuanya, ia bisa memiliki harga diri atau self-esteem yang rendah. Hal ini dipercaya dapat mengundang masalah mental lainnya.

2. Takut bersosialisasi

Takut bersosialisasi kemungkinan menjadi salah satu kepribadian anak tengah.

Sebab, ketika anak tengah merasa tidak diperhatikan oleh orangtuanya, ia pun bisa merasa takut bersosialiasi dan menarik diri karena beranggapan bahwa dirinya akan diperlakukan sama oleh teman-temannya di luar rumah.

Ini merupakan situasi yang sulit karena mereka membutuhkan perhatian, tapi takut akan penolakan.

3. Merasa tidak berguna

Middle child syndrome dapat membuat anak tengah merasa tidak terikat dengan orangtuanya. Hal ini diyakini bisa membuat mereka menyalahkan dirinya sendiri dan merasa tidak berguna.

Fakta anak tengah yang satu ini perlu dipahami dan segera diatasi agar dirinya tidak tenggelam dalam perasaan bersalah.

4. Merasa frustrasi

Perlu diingat, middle child syndrome juga bisa membuat anak tengah merasa bahwa dirinya dibeda-bedakan dari saudara kandunganya.

Padahal, setiap anak tentu menginginkan rasa kasih sayang dan kepedulian dari orangtuanya. Jika ia merasa dibeda-bedakan dari saudara kandungnya, maka ia bisa menjadi frustrasi, bahkan bersikap agresif.

5. Sering mencari perhatian

Perhatian dari orangtua dan orang di sekitarnya merupakan salah satu kebutuhan dasar dari anak. Namun, sindrom anak tengah dapat membuatnya menuntut perhatian lebih dengan membuat ulah dan meluapkan kemarahannya terhadap hal-hal kecil.

6. Sulit percaya terhadap seseorang

Biasanya, anak-anak akan mulai belajar untuk mempercayai seseorang jika dirinya merasa disayangi. Namun, akibat sindrom anak tengah, anak-anak bisa merasa sulit untuk percaya terhadap seseorang.

Akan tetapi, tidak semua anak dengan middle child syndrome akan merasakan hal ini. Ada juga anak tengah yang mudah mempercayai seseorang.

7. Melihat saudara kandungnya sebagai saingan

Middle child syndrome dianggap bisa membuat anak tengah melihat saudara kandungnya sebagai saingan. Hal ini terjadi saat si anak tengah merasa cemburu saat melihat saudara kandungnya mendapatkan perhatian dari orangtuanya.

Pada akhirnya, anak dengan middle child syndrome akan melihat saudara kandungnya sebagai saingan yang harus dikalahkan.

Cara membantu anak menghadapi middle child syndrome

middle child syndrome
Middle child syndrome atau sindrom anak tengah

Berbagai dampak buruk dari middle child syndrome di atas dapat mengganggu kesehatan mental anak Anda. Selain itu, kondisi ini juga dapat menjadi salah satu alasan kenapa anak kedua selalu diabaikan.

Oleh karena itu, Anda tidak boleh membiarkan dirinya menjadi korban dari middle child syndrome. Untuk menghindari masalah ini, ada berbagai cara untuk membuat anak tengah merasa disayangi.

  • Habiskan waktu bersamanya

Anda bisa menghabiskan waktu bersama anak tengah dengan mengajaknya berbincang atau bermain. Jika perlu, bawalah ia seorang diri untuk liburan bersama Anda. Sisihkanlah waktu spesial untuknya.

Perhatian yang diberikan oleh orangtuanya dapat membuat si anak tengah merasa disayangi. Sebab, bagi anak, waktu yang diberikan oleh orangtuanya juga merupakan bentuk kasih sayang yang tak ternilai harganya. Dengan begitu, kesehatan mental mereka tetap terjaga.

  • Jangan biarkan ia merasa diacuhkan

Saat Anda sedang makan malam atau menghabiskan waktu bersama anak-anak, cobalah libatkan si anak tengah untuk ikut berbincang bersama dan memberikan perhatian untuknya.

Cobalah tanyakan bagaimana hari-harinya di sekolah atau minta sarannya mengenai tempat yang harus dikunjungi selama libur sekolah.

Pastikan bahwa Anda dan anak-anak yang lain mendengarkan apa yang diucapkan oleh anak tengah. Hal ini juga dapat membuat anak tengah merasa dibutuhkan.

  • Bangun harga dirinya

Ada banyak cara yang bisa dilakukan orangtua untuk membangun harga diri anak tengah, misalnya memuji bakat terpendamnya dan merayakan pencapaiannya di sekolah.

Jangan karena anak pertama Anda memiliki prestasi yang luar biasa, Anda jadi lupa terhadap prestasi yang telah ditorehkan olehnya.

  • Doronglah individualitasnya

Setiap anak memiliki individualitas yang berbeda-beda, termasuk anak tengah. Untuk mendorong individualitasnya, Anda bisa membiarkannya memilih apa yang ia sukai dan menanyakan pendapatnya terhadap hal-hal yang terjadi di lingkungannya.

Misalnya, saat Anda mengajaknya untuk belanja, biarkan ia memilih baju yang ia sukai. Hal ini dipercaya dapat membangun rasa yang kuat terhadap dirinya sendiri.

  • Utarakan rasa cinta dan sayang yang Anda punya terhadap anak tengah

Salah satu masalah utama yang dirasakan anak dengan middle child syndrome adalah tidak merasa dicintai dan disayangi.

Untuk mengatasinya, Anda perlu untuk mengutarakan rasa cinta terhadap si anak tengah. Pastikan bahwa ayah dan ibunya memiliki rasa cinta yang besar terhadap anak-anaknya, termasuk si anak tengah.

  • Bantu anak untuk utarakan perasaannya

Jika Anda sudah mengutarakan rasa cinta dan kasih sayang kepada anak, kini giliran dia yang mengungkapkan perasaannya kepada Anda.

Psikologi anak tengah dapat diperbaiki saat ia tahu bahwa perasaannya diterima oleh orangtua. Kesepian yang ia alami dapat mereda jika perasaan dan unek-uneknya telah diutarakan.

Maka dari itu, orangtua perlu mendukung anak untuk mengutarakan perasaan serta unek-uneknya kepada Anda.

Misalnya, saat anak tengah sedang marah-marah. Jadikan ini kesempatan untuk berbicara padanya dan minta ia untuk mengutarakan perasaan yang selama ini mungkin ia pendam.

  • Mendukungnya secara emosional

Sindrom anak kedua dapat membuat anak tengah merasa diacuhkan. Sebab, orangtua dapat lebih fokus dengan anak pertama maupun anak terakhir.

Maka dari itu, Anda perlu mendukungnya secara emosional. Pastikan kepada anak kedua bahwa kesempatannya untuk bermain dengan orangtua akan datang.

Tegaskan juga pada anak bahwa rasa cinta dan kasih sayang orangtua kepada anak terus mengalir tanpa henti.

Saat sedang menghabiskan waktu bersama anak kedua, tunjukkanlah foto-foto dirinya saat masih kecil. Hal ini dinilai ampuh untuk mendukung sisi emosionalnya.

Baca Juga

  • Bahagia Bekerja Sesuai Passion dan Manfaatnya Bagi Kesehatan
  • 9 Cara Mengatasi Stres Kerja yang Dialami Karyawan
  • Manfaat Menerapkan Konsep IKIGAI dalam Hidup dan Cara untuk Menemukannya

Apakah middle child syndrome benar-benar ada?

Dikutip dari Web MD, middle child syndrome adalah bagian dari psikologi yang didasari oleh urutan lahir.

Urutan lahir yang dimaksud dimulai dari anak sulung atau tertua, anak kedua, anak ketiga, hingga anak bungsu atau anak terakhir. Meskipun sejumlah ahli percaya bahwa urutan lahir dapat berdampak pada kepribadian dan struktur keluarga, ada juga ahli yang tak setuju.

Seorang psikolog bernama Alfred Adler beranggapan bahwa urutan lahir dapat berdampak pada perkembangan anak. Ia percaya bahwa jumlah saudara kandung yang dimiliki oleh seorang anak dapat berdampak pada potensi anak tersebut.

Adler juga beranggapan, meskipun beberapa saudara kandung tinggal di rumah yang sama, kepribadian mereka tetap akan memiliki perbedaan. Ia juga berkata, setiap anak perlu dilihat sebagai seorang individu yang berbeda, sesuai dengan urutan lahir mereka.

Walau begitu, middle child syndrome atau sindrom anak tengah tidak dianggap sebagai kondisi medis yang resmi. Banyak juga ahli yang tak setuju dengan teori dari Adler.

Catatan dari SehatQ

Setiap anak, mulai dari anak pertama, anak tengah, atau anak terakhir, memerlukan cinta dan kasih sayang dari orangtuanya secara adil.

Maka dari itu, jagalah anak tengah Anda dari middle child syndrome atau sindrom anak tengah dengan memberikan rasa perhatian dan kasih sayang terhadapnya.

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan anak, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang

Advertisement

tips parentingkesehatan mentalkesehatan anakparenting stress

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved