Middle Child Syndrome Dapat Dialami Anak Tengah, Orangtua Perlu Waspada

(0)
29 Mar 2021|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Middle child syndrome dapat membuat anak tengah merasa dikucilkan dan diabaikan.Middle child syndrome adalah kondisi psikologis yang dapat dirasakan oleh anak tengah.
Bagi para orangtua yang memiliki lebih dari dua anak, apakah Anda pernah mendengar sebutan middle child syndrome atau sindrom anak tengah?Dilansir dari Healthline, middle child syndrome adalah kondisi psikologis yang bisa membuat anak tengah merasa diabaikan dan dikucilkan. Jika tidak segera ditangani, middle child syndrome dapat memberikan dampak buruk yang terbawa hingga anak beranjak dewasa.Untuk mengantisipasinya, tidak ada salahnya untuk mengenal ciri-ciri anak dengan middle child syndrome dan cara membantu anak tengah untuk melawan kondisi psikologis ini.

Ciri-ciri anak dengan middle child syndrome

Saat si anak tengah merasa dikucilkan, diabaikan, dan merasa berbeda dari saudara kandungnya, terdapat beberapa dampak buruk yang bisa ia rasakan. Berikut adalah ciri anak dengan middle child syndrome:

1. Harga diri yang rendah

Di saat anak tengah merasa dikucilkan, didiskriminasi, atau bahkan tidak dicintai oleh orangtuanya, ia bisa memiliki harga diri atau self-esteem yang rendah. Hal ini dipercaya dapat mengundang masalah mental lainnya.

2. Takut bersosialisasi

Saat anak tengah merasa tidak diperhatikan oleh orangtuanya, ia pun bisa merasa takut bersosialiasi dan menarik diri karena beranggapan bahwa dirinya akan diperlakukan sama oleh teman-temannya di luar rumah.Ini merupakan situasi yang sulit bagi si anak tengah karena mereka membutuhkan perhatian, tapi takut akan penolakan.

3. Merasa tidak berguna

Middle child syndrome dapat membuat anak tengah merasa tidak terikat dengan orangtuanya. Hal ini diyakini bisa membuat si anak tengah menyalahkan dirinya sendiri dan merasa tidak berguna.

4. Merasa frustrasi

Perlu diingat, middle child syndrome juga bisa membuat anak tengah merasa bahwa dirinya dibeda-bedakan dari saudara kandunganya.Padahal, setiap anak tentu menginginkan rasa kasih sayang dan kepedulian dari orangtuanya. Jika ia merasa dibeda-bedakan dari saudara kandungnya, maka ia bisa menjadi frustrasi, bahkan bersikap agresif.

5. Sering mencari perhatian

Perhatian dari orangtua dan orang di sekitarnya merupakan salah satu kebutuhan dasar dari anak. Namun, sindrom anak tengah dapat membuat Si Kecil menuntut perhatian lebih dengan membuat ulah dan meluapkan kemarahannya terhadap hal-hal kecil.

6. Sulit percaya terhadap seseorang

Biasanya, anak-anak akan mulai belajar untuk memercayai seseorang jika dirinya merasa disayangi. Namun, akibat sindrom anak tengah, anak-anak bisa merasa sulit untuk percaya terhadap seseorang.Akan tetapi, tidak semua anak dengan middle child syndrome akan merasakan hal ini. Ada juga anak tengah yang mudah memercayai seseorang.

7. Melihat saudara kandungnya sebagai saingan

Middle child syndrome dianggap bisa membuat anak tengah melihat saudara kandungnya sebagai saingan. Hal ini terjadi saat si anak tengah merasa cemburu di saat melihat saudara kandungnya mendapatkan perhatian dari orangtuanya.Pada akhirnya, anak dengan middle child syndrome akan melihat saudara kandungnya sebagai saingan yang harus dikalahkan.

Cara membantu anak menghadapi middle child syndrome

Berbagai dampak buruk dari middle child syndrome di atas dapat mengganggu kesehatan mental anak Anda.Oleh karena itu, Anda tidak boleh membiarkan dirinya menjadi korban dari middle child syndrome. Untuk menghindari masalah ini, ada berbagai cara untuk membuat anak tengah merasa disayangi.
  • Habiskan waktu bersamanya

Anda bisa menghabiskan waktu bersama anak tengah dengan mengajaknya berbincang atau bermain. Jika perlu, bawalah ia seorang diri untuk liburan bersama Anda. Sisihkanlah waktu spesial untuknya.Perhatian yang diberikan oleh orangtuanya dapat membuat si anak tengah merasa disayangi. Sebab, bagi anak, waktu yang diberikan oleh orangtuanya juga merupakan bentuk kasih sayang yang tak ternilai harganya. Dengan begitu, kesehatan mental anak tengah akan terjaga.
  • Jangan biarkan ia merasa diacuhkan

Saat Anda sedang makan malam atau menghabiskan waktu bersama anak-anak, cobalah libatkan si anak tengah untuk ikut berbincang bersama dan memberikan perhatian untuknya. Cobalah tanyakan bagaimana hari-harinya di sekolah atau minta sarannya mengenai tempat yang harus dikunjungi selama libur sekolah.Pastikan bahwa Anda dan anak-anak yang lain mendengarkan apa yang diucapkan oleh anak tengah. Hal ini juga dapat membuat anak tengah merasa dibutuhkan.
  • Bangun harga dirinya

Ada banyak cara yang bisa dilakukan orangtua untuk membangun harga diri anak tengah, misalnya memuji bakat terpendamnya dan merayakan pencapaiannya di sekolah.Jangan karena anak pertama Anda memiliki prestasi yang luar biasa, Anda jadi lupa terhadap prestasi yang telah ditorehkan oleh anak tengah.
  • Doronglah individualitasnya

Setiap anak memiliki individualitas yang berbeda-beda, termasuk anak tengah. Untuk mendorong individualitasnya, Anda bisa membiarkannya memilih apa yang ia sukai dan menanyakan pendapatnya terhadap hal-hal yang terjadi di lingkungannya.Misalnya, saat Anda mengajaknya untuk belanja, biarkan ia memilih baju yang ia sukai. Hal ini dipercaya dapat membangun rasa yang kuat terhadap dirinya sendiri.
  • Utarakan rasa cinta dan sayang yang Anda punya terhadap anak tengah

Salah satu masalah utama yang dirasakan anak dengan middle child syndrome adalah tidak merasa dicintai dan disayangi.Untuk mengatasinya, Anda perlu untuk mengutarakan rasa cinta terhadap si anak tengah. Pastikan bahwa ayah dan ibunya memiliki rasa cinta yang besar terhadap anak-anaknya, tak terkecuali si anak tengah.

Catatan dari SehatQ

Setiap anak, mulai dari anak pertama, anak tengah, atau anak terakhir, memerlukan cinta dan kasih sayang dari orangtuanya secara adil.Maka dari itu, jagalah anak tengah Anda dari middle child syndrome atau sindrom anak tengah dengan memberikan rasa perhatian dan kasih sayang terhadapnya.Jika Anda memiliki pertanyaan seputar kesehatan anak, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ secara gratis. Unduh di App Store atau Google Play sekarang
tips parentingkesehatan mentalkesehatan anakparenting stress
Healthline. https://www.healthline.com/health/mental-health/middle-child-syndrome#is-it-real
Diakses pada 15 Februari 2021
Parenting First Cry. https://parenting.firstcry.com/articles/middle-child-syndrome-signs-and-tips-to-prevent-it/
Diakses pada 15 Februari 2021
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/how-raise-happy-cooperative-child/202008/middle-child-syndrome
Diakses pada 15 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait