Microtia Adalah Cacat Lahir yang Picu Gangguan Pendengaran pada Bayi

(0)
Microtia adalah kondisi di mana telinga bagian luar hilang sebagianMicrotia bisa saja terjadi karena adanya kelainan faktor genetik yang diturunkan dari kedua orangtua
Kelainan genetik menjadi salah satu faktor yang sering mengakibatkan bayi lahir dalam keadaan cacat. Salah satu kondisi cacat lahir yang disebabkan oleh faktor genetik adalah microtia. Kondisi ini berpotensi membuat bayi mengalami gangguan pendengaran sehingga mempersulit mereka untuk belajar berbicara.

Apa itu microtia?

Microtia adalah kondisi di mana telinga bagian luar dari bayi yang baru lahir hilang sebagian. Bisa terjadi pada salah satu telinga atau keduanya, microtia merupakan kondisi yang langka. Dari 10.000 kelahiran, hanya ada 1 sampai 5 bayi yang mungkin mengalami kondisi yang memiliki arti “telinga kecil” ini.Bayi yang menderita microtia biasanya mengalami cacat pada satu telinga saja, khususnya bagian kanan. Kondisi ini dibagi ke dalam 4 tingkat keparahan, di antaranya:
  • Tingkat 1: bagian luar telinga kecil, tetapi terlihat normal. Namun, ada kemungkinan bahwa saluran telinga anak Anda menyempit atau bahkan tidak ada.
  • Tingkat 2: Sepertiga bagian bawah telinga anak Anda, termasuk daun telinga kemungkinan berkembang dengan normal, tetapi Dua pertiga bagian atasnya kecil serta bentuknya terlihat aneh. Selain itu, saluran telinganya mungkin menyempit atau bahkan tidak ada.
  • Tingkat 3: paling umum terjadi di mana bagian kecil telinga luar seperti lobus dan tulang rawan bagian atas belum berkembang. Anak yang mengalami kondisi ini biasanya tidak memiliki saluran telinga.
  • Tingkat 4: bentuk microtia paling parah yang membuat anak Anda tidak memiliki telinga atau saluran telinga. Dikenal juga sebagai anotia, kondisi ini bisa terjadi pada salah satu telinga ataupun keduanya.

Penyebab bayi mengalami microtia

Hingga saat ini, dokter belum mengetahui pasti apa yang menjadi penyebab bayi mengalami microtia. Dalam beberapa kasus, microtia terjadi karena adanya kelainan faktor genetik yang diturunkan dari kedua orangtua bayi.Sejumlah kasus lain menunjukkan bahwa microtia adalah bagian dari sindrom craniofacial microsomia, kondisi yang memengaruhi perkembangan wajah bayi sebelum lahir. Namun, terdapat risiko bayi lahir dengan microtia akan meningkat ketika ibunya mengalami kondisi seperti:
  • Berusia di atas 35 tahun
  • Mengalami sakit parah selama masa kehamilan
  • Tidak mendapat cukup asupan karbohidrat dan asam folat selama masa kehamilan
  • Menderita diabetes
  • Pernah melahirkan bayi dengan kondisi serupa
  • Menggunakan obat-obatan tertentu selama masa kehamilan
  • Meminum alkohol selama masa kehamilan

Dapatkah microtia dideteksi sejak dalam kandungan?

Microtia baru bisa dideteksi saat bayi sudah dilahirkan
Saat bayi lahir, dokter biasanya baru dapat mendeteksi microtia
Dokter biasanya baru dapat mendeteksi microtia ketika bayi Anda lahir. Untuk mendapatkan gambaran yang rinci terkait kondisi telinga bayi Anda, dokter biasanya akan melakukan tes pencitraan (CT scan). Tes ini juga berguna untuk membantu dokter mencari kelainan pada tulang telinga bagian tengah.Setelah mendapat gambaran, dokter akan mengarahkan pemeriksaan ke spesialis THT dan audiolog. Spesialis THT akan memastikan apakah saluran telinga bayi Anda ada atau tidak. Sementara itu, audiolog bertugas untuk mengevaluasi tingkat keparahannya.Dapat diikuti dengan cacat lahir lain, dokter kemungkinan akan merekomendasikan USG ginjal untuk mengevaluasi perkembangannya.

Beragam cara untuk mengatasi microtia

Jika anak Anda menderita microtia tetapi tidak mengalami masalah pendengaran, maka tidak ada perawatan yang perlu dilakukan. Di sisi lain, opsi operasi bedah dapat dilakukan untuk memperbaiki bentuk telinga dan fungsi pendengaran.Berikut ini sejumlah cara mengatasi microtia pada anak:

1. Operasi cangkok tulang rawan rusuk

Dalam operasi ini, dokter nantinya akan mengambil tulang rawan dari rusuk anak Anda untuk kemudian dibuatkan telinga baru. Dokter kemungkinan akan membuka liang telinga anak yang tertutup supaya fungsi pendengarannya bisa bekerja lebih baik.

2. Operasi cangkok medpor

Operasi cangkok medpor menggunakan bahan sintetis untuk membentuk telinga baru pada anak. Setelah terpasang, dokter akan menutupi implan dengan jaringan dari kulit kepala anak Anda. Sayangnya, tidak banyak dokter bedah yang melakukan operasi cangkok medpor untuk mengatasi microtia.

3. Telinga palsu (prostetik)

Selain mengambil tulang rawan rusuk atau menggunakan bahan sintesis, Anda bisa mengatasi microtia pada anak dengan menggunakan prostetik. Namun, alat ini hanya menunjang dari sisi penampilan saja dan tidak memperbaiki fungsi pendengaran. Supaya terpasang dengan baik dan sempurna, dokter mungkin akan melakukan operasi kecil.

4. Alat bantu dengar

Bisa dipakai dengan cara dipasang atau ditanamkan dalam telinga, alat bantu dengar membantu meningkatkan fungsi pendengaran anak Anda. Ketika memiliki pendengaran yang baik, anak tentunya tidak akan mengalami kesulitan dalam belajar berbicara.Untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai microtia pada anak dan cara mengatasinya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
bayi & menyusuicacat lahircacat bawaanbayi prematurtelingatelinga bayi
Healthline. https://www.healthline.com/health/microtia
Diakses pada 14 Oktober 2020
WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/microtia-anotia
Diakses pada 14 Oktober 2020
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21063-microtia
Diakses pada 14 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait