Micropenis adalah kondisi di mana penis memiliki ukuran di bawah rata-rata
Micropenis adalah salah satu masalah yang dapat mengurangi rasa percaya diri pria

Bentuk dan ukuran alat vital berbeda-beda pada pria. Ada yang berukuran besar dan ada pula yang kecil. Akan tetapi, ada ukuran penis yang terlalu kecil atau di bawah normal yang dikenal sebagai kondisi micropenis.

Kondisi ini tidak muncul secara tiba-tiba dan mulai bisa dideteksi saat masih bayi atau anak-anak. Sebenarnya bentuk penisnya persis seperti alat vital pria pada umumnya, tetapi ukurannya saja yang berada di bawah normal.

Apa itu micropenis?

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, micropenis adalah kondisi saat seorang pria memiliki ukuran penis yang sangat kecil di bawah normal dengan struktur yang normal. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena micropenis adalah kondisi yang jarang terjadi.

Bahkan, hanya sekitar 0,6 persen pria di dunia yang mengalami micropenis. Umumnya, dokter dapat dengan segera mengetahui kondisi ini ketika seseorang baru lahir atau masih anak-anak.

Meskipun memiliki ukuran yang kecil, alat vital pria yang menderita micropenis tetap bisa berfungsi seperti biasa, seperti buang air kecil, orgasme, dan ereksi.

Terkadang, pria yang mengalami micropenis memiliki kadar sperma yang lebih rendah. Namun, tidak selalu demikian dan masih diperlukan riset lebih lanjut mengenai hal ini.

Berapa ukuran penis yang dinyatakan sebagai micropenis?

Rata-rata ukuran alat vital pria dewasa biasanya adalah 13,24 centimeter saat ditarik, saat seorang pria memiliki ukuran penis kurang dari 9,3 centimeter saat ditarik, maka pria tersebut kemungkinan besar mengalami micropenis.

Ketika masih bayi, ukuran penis saat ditarik yang berada di bawah 1,9 centimeter dapat didiagnosa memiliki micropenis. Sementara ukuran alat vital anak laki-laki saat ditarik yang berada di bawah 3,8 centimeter mengindikasikan kemungkinan micropenis.

Namun, seseorang baru bisa dinyatakan memiliki micropenis ketika sudah melewati rangkaian pemeriksaan yang memastikan bahwa ukuran penis di bawah normal yang dimiliki memang diakibatkan oleh kondisi micropenis.

Selain melihat dari segi ukuran penis, Anda juga akan diperiksa kondisi fisik dan rekam medisnya. Anda juga mungkin akan diminta untuk mengikuti tes darah untuk pemeriksaan hormon dan tes pencitraan, seperti MRI untuk memeriksa anatomi.

Penyebab micropenis

Penyebab dari micropenis bisa berupa kurangnya produksi hormon androgen, seperti hormon testosteron, dalam tubuh. Micropenis juga bisa disebabkan karena tubuh yang tidak dapat merespon hormon androgen yang telah dihasilkan.

Kekurangan hormon testosteron saat masih janin dapat mengakibatkan tidak berkembangnya alat kelamin pada pria.

Pada dasarnya gangguan hormon adalah pemicu paling utama dari gangguan ini. Selain itu, Anda juga akan lebih berpotensi mengalami micropenis jika Anda memiliki riwayat anggota keluarga yang pernah menderitanya.

Terkadang kondisi medis tertentu yang berdampak pada salah satu bagian otak yaitu hipotalamus dan kelenjar pituitari bisa ikut andil dalam memunculkan kondisi micropenis.

Terpapar dengan pestisida dan senyawa-senyawa kimia beracun saat masih dalam kandungan dapat meningkatkan peluang Anda mengalami micropenis. Meskipun demikian, seringkali dokter juga tidak mampu menemukan penyebab pasti dari micropenis yang dialami.

Apakah ada cara untuk menangani micropenis?

Penderita micropenis tidak perlu resah karena kondisi ini bisa diatasi dengan beberapa cara, seperti:

  • Terapi hormon

Terapi hormon merupakan metode yang bisa dilakukan saat masih usia dini dan berperan untuk menstimulasi pertumbuhan penis. Saat terapi hormon, Anda akan diberikan injeksi, gel, atau salep pada alat kelamin yang berisi hormon testosteron.

  • Phalloplasty

Selain terapi hormon, alternatif lain yang bisa dicoba adalah bedah phalloplasty. Bedah ini lebih sering dilakukan pada pria yang masih remaja atau sudah dewasa. Bedah dijalankan ketika terapi hormon tidak efektif.

Bedah phalloplasty memodifikasi ukuran alat vital, tetapi ada beberapa efek samping yang mungkin bisa dialami, seperti disfungsi ereksi dan gangguan pada saluran kandung kemih.

Catatan dari SehatQ

Mircopenis ditandai dengan ukuran alat kelamin pria yang lebih kecil dari normalnya. Biasanya, gangguan ini sudah bisa didiagnosa saat masih kecil atau baru lahir.

Penderita micropenis sering merasa cemas karena ukuran penisnya, terutama saat sedang melakukan hubungan intim bersama pasangan. Anda bisa bertemu dengan psikolog atau psikiater saat Anda merasa cemas atau stres berat mengenai kondisi yang diderita.

Jika Anda ingin mengatasi micropenis yang dialami, Anda dapat berkonsultasi dengan urologis ataupun ahli bedah yang sudah profesional.

Healthline. https://www.healthline.com/health/micropenis
Diakses pada 17 Maret 2020

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323811#sexual-function
Diakses pada 17 Maret 2020

Artikel Terkait