logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
Forum
Bayi & Menyusui

Miconazole untuk Bayi, Ketahui Keamanan dan Cara Menggunakannya

open-summary

Miconazole untuk bayi adalah salep yang berguna mengatasi infeksi jamur pada kulit dan mulut. Namun hati-hati. Digunakan sembarangan, obat ini bisa menimbulkan efek samping berupa iritasi hingga mual dan muntah.


close-summary

Ditinjau secara medis oleh dr. Karlina Lestari

4 Jun 2021

Miconazole untuk bayi aman digunakan dalam pengawasan dokter

Miconazole untuk bayi terbukti aman asal harus diawasi dokter

Table of Content

  • Keamanan miconazole untuk bayi
  • Cara penggunaan miconazole untuk bayi
  • Efek samping miconazole untuk bayi
  • Cara mencegah infeksi jamur pada bayi
  • Catatan dari SehatQ

Miconazole adalah salep untuk mengatasi infeksi jamur pada kulit dan mulut. Namun, apakah boleh menggunakan miconazole untuk bayi?

Advertisement

Mengingat, kulit bayi masih tipis dan sensitif sehingga pemakaian obat keras dikhawatirkan dapat membahayakan kulitnya.

Keamanan miconazole untuk bayi

Miconazole aman digunakan sebagai krim anti jamur untuk bayi. Obat ini biasanya digunakan untuk mengatasi ruam popok yang diakibatkan infeksi jamur, atau infeksi jamur seperti kurap, panu, serta sariawan (oral thrush).

Meski demikian, berdasarkan MIMS atau Monthly Index of Medical Specialities, miconazole tidak direkomendasikan untuk mengobati oral thrush pada bayi di bawah 4 bulan.

Sebelum menggunakan salep miconazole untuk bayi, pastikan Anda membaca selebaran informasi obat yang disediakan untuk memastikan apakah miconazole itu khusus untuk pemakaian kulit atau bisa di mulut.

Cara penggunaan miconazole untuk bayi

Oles miconazole untuk bayi hanya di bagian kulit yang terinfeksi
Oles miconazole untuk bayi hanya di bagian kulit yang terinfeksi

Penggunaan miconazole untuk bayi umumnya dibedakan berdasarkan lokasi infeksi jamurnya, yaitu kulit dan mulut. Inilah cara menggunakan miconazole yang tepat:

1. Miconazole untuk kulit

Miconazole sebagai salep kulit gatal untuk bayi berguna untuk mengatasi:

  • Ruam popok akibat jamur
  • Panu
  • Kurap
  • Kutu air.

Untuk meredakan ruam popok beserta infeksi jamur, salep kulit gatal untuk bayi ini diformulasikan dengan zinc oksida.

Salep miconazole dan zinc oksida hanya boleh diberikan untuk bayi berusia 4 minggu ke atas, dan hanya boleh dioles di bagian yang terkena infeksi.

Oles sebanyak 1-2 kali sehari selama 2-4 minggu atau sesuai anjuran dokter. Pastikan area yang dioles telah bersih dan kering.

Anda tidak perlu menutup kulit yang telah dioles miconazole, kecuali jika dianjurkan dokter.

Untuk penyakit kulit pada bayi ini, miconazole hanya boleh digunakan setelah mendapatkan diagnosis dari dokter.

Baca Juga

  • Perbedaan Melasma dan Flek Hitam, Bercak Gelap di Kulit
  • Penyebab Bibir Bayi Hitam dan Cara Mengatasinya
  • 11 Cara Mengatasi Payudara Bengkak ketika Menyapih

Perlu diketahui, miconazole dan zinc oksida hanya digunakan untuk mengobati, bukan mencegah ruam popok yang disertai infeksi jamur.

Untuk kasus infeksi kulit pada bayi akibat kurap, obat miconazole bisa didapat secara bebas.

Namun, pastikan Anda mencari salep yang diproduksi khusus untuk bayi yang sesuai dengan usia bayi Anda.

Menurut penelitian terbitan Paediatrics & Child Health, untuk mengatasi kurap, miconazole untuk bayi akan bekerja efektif bila dioles sekali atau dua kali sehari selama 14-21 hari.

Sementara, studi yang diterbitkan pada jurnal Pediatrics in Review, penggunaan miconazole untuk panu, kurap, kutu air, biasanya berlangsung selama 2-4 minggu, tetapi hanya diperbolehkan untuk anak berusia 2 tahun ke atas.

2. Miconazole untuk mulut

Agar tidak tersedak, pastikan pemberian miconazole untuk bayi di bagian mulut memenuhi tenggorokan
Agar tidak tersedak, pastikan pemberian miconazole untuk bayi di bagian mulut memenuhi tenggorokan

Imbauan dari Derby and Derbyshire Clinical Commissioning dari NHS menyatakan bahwa miconazole untuk sariawan (oral thrush) akibat jamur Candida tidak dianjurkan untuk bayi berusia di bawah 4 bulan. Hal ini dikarenakan untuk menghindari risiko bayi tersedak.

Dosis yang bisa Anda gunakan sebanyak seperempat sendok takar yang telah disediakan sebanyak empat kali sehari.

Bila dokter memberikan miconazole agar sariawan sembuh, pastikan gel tidak memenuhi tenggorokan bayi agar tidak tersedak.

Berikan gel miconazole sedikit demi sedikit. Bila perlu, Anda bisa membagi dosisnya dalam beberapa kali sehari.

Selain itu, jangan berikan miconazole di belakang tenggorokan agar napas bayi tak terhalang. 

Pastikan juga Anda sudah mencuci tangan dan memotong kuku agar tidak melukai mulut bayi dan mencegah risiko bakteri masuk ke mulut.

Efek samping miconazole untuk bayi

Ruam dan gatal adalah salah satu efek samping penggunaan miconazole untuk bayi
Ruam dan gatal adalah salah satu efek samping penggunaan miconazole untuk bayi

Beberapa kemungkinan efek samping dan keluhan yang muncul setelah menggunakan miconazole sebagai salep kulit gatal untuk bayi adalah sebagai berikut:

  • Iritasi
  • Sensasi terbakar
  • Ruam
  • Gatal.

Sementara, gel miconazole untuk mulut bayi bisa menimbulkan efek samping yang umum berupa:

  • Mual dan muntah
  • Obat yang tertelan
  • Mulut kering
  • Rasa tidak nyaman pada mulut.

Efek samping lainnya adalah:

  • Rasa makanan/minuman berubah
  • Tersedak
  • Diare
  • Warna lidah berubah
  • Rasa sakit pada mulut
  • Reaksi alergi
  • Hepatitis.

Perlu diingat, meski efek samping miconazole dicantumkan di sini, bukan berarti semua bayi yang menggunakannnya akan mengalami efek samping tersebut. Maka dari itu, perlu adanya arahan dan pantauan dokter. 

Cara mencegah infeksi jamur pada bayi

Selalu rutin ganti popok bayi agar tidak terinfeksi jamur
Selalu rutin ganti popok bayi agar tidak terinfeksi jamur

Meski pengobatan infeksi jamur terbilang mudah, akan lebih baik bila Anda menghindari penyakit kulit pada bayi dengan menerapkan pola hidup sehat, yakni:

  • Tidak membiarkan si Kecil merangkak di area yang rawan berjamur, seperti kamar mandi.
  • Tidak membawa bayi keluar rumah bila bayi lainnya terkena infeksi jamur.
  • Memakaikan kaus kaki dan sepatu pada bayi yang mulai belajar berjalan.
  • Rutin mengganti popok dan pakaian basah.
  • Tidak berbagi bantal, selimut, atau kasur dengan anggota keluarga lainnya yang terinfeksi jamur
  • Menjaga kelembapan kulit bayi dengan mandi, rutin, mengganti pakaian, dan menjaga kebersihan tubuh bayi dengan baik.

Sementara untuk mencegah infeksi jamur pada mulut bayi, sebaiknya gunakan bantalan menyusui yang tidak memiliki sekat plastik agar jamur Candida tidak tumbuh.

Diketahui, puting ibu yang berjamur bisa menular ke mulut bayi dan menyebabkan sariawan (oral thrush).

Jangan lupa untuk segera sembuhkan infeksi jamur pada puting bila ibu menyusui menemukan keluar cairan putih selain ASI dan disertai rasa sakit saat menyusui.

Pastikan pula botol bayi, cup feeder, alat makan lainnya, atau benda-benda yang menyentuh mulut bayi selalu steril.

Catatan dari SehatQ

Miconazole untuk bayi terbukti aman untuk mengatasi infeksi jamur. Meski demikian, tetap selalu konsultasikan pada dokter anak atau dokter kulit bila Anda ingin memulai memberikan salep kulit gatal untuk bayi atau gel untuk mulutnya.

Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter dan setelah mendapatkan obatnya. Lalu, baca aturan pakai yang telah tertera pada kemasan atau selebaran produk.

Tetap selalu jaga kebersihan dan kurangi risiko infeksi agar terhindar dari penyakit yang menular ini.

Advertisement

perawatan kulitbayi & menyusuibayikesehatan kulitpenyakit kulitinfeksi jamurmasalah kulitinfeksi kulitmerawat bayi

Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq
    FacebookTwitterInstagramYoutubeLinkedin

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Perusahaan

Dukungan

Butuh Bantuan?

Jam operasional:
07:00 - 20:00 WIB

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved