Micin Terbuat dari Apa? Ini Penjelasan Lengkapnya

(0)
12 Feb 2021|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Micin terbuat dari campuran asam glutamat dan natriumMicin atau MSG memberi rasa gurih pada masakan
Apakah Anda suka menambahkan micin ke dalam masakan? Penyedap rasa yang juga dikenal sebagai vetsin atau monosodium glutamate (MSG) ini merupakan bumbu tambahan yang sering digunakan untuk membuat masakan terasa lebih gurih dan lezat. Tidak hanya itu, MSG juga dapat ditemukan pada banyak makanan yang dijual di pasaran. Meski membuat masakan menjadi gurih dan lezat, banyak yang menganggap micin tidak sehat. Konsumsi micin berlebihan bahkan dianggap bisa membuat seseorang menjadi bodoh. Untuk meluruskan berbagai opini yang ada di masyarakat ini, ada baiknya kita mengetahui micin terbuat dari apa dan efeknya bagi kesehatan.

Micin terbuat dari apa?

Micin merupakan bubuk kristal berwarna putih yang menyerupai garam atau gula. Penyedap ini terbuat dari campuran natrium dan asam glutamat. Namun, micin hanya mengandung sepertiga dari jumlah natrium garam meja.Sementara itu, asam glutamat sebenarnya adalah asam amino yang ditemui dalam berbagai makanan, misalnya daging sapi, tomat, rumput laut, kacang, keju, hingga jamur. Asal-usul micin berawal dari zaman dahulu, di mana masyarakat Jepang gemar mengonsumsi kaldu rumput laut yang kaya glutamat. Pada tahun 1908, profesor Jepang bernama Kikunae Ikeda mengekstrak glutamat dari kaldu ini dan menstabilkannya dengan natrium. Temuannya pun tidak mengecewakan, MSG atau micin yang ia buat mampu memberikan rasa yang gurih. 
Micin berupa bubuk kristal berwarna putih
Selanjutnya, proses pengkristalan MSG dilakukan dengan cara memfermentasi pati (karbohidrat kompleks), tebu, atau molase. Setelah terbentuk menjadi kristal, micin pun bisa ditambahkan ke dalam berbagai masakan.Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menganggap MSG sebagai asupan yang aman dikonsumsi. Adapun rata-rata asupan MSG harian adalah 1,2-1,7 gram. Jika Anda mengonsumsinya di atas rata-rata atau secara berlebihan, dikhawatirkan dapat mendatangkan sejumlah masalah kesehatan.

Efek mengonsumsi micin

Bahaya MSG pertama kali ‘viral’ di tahun 1969, yaitu ketika ada penelitian yang melakukan pengujian pada anak tikus dengan cara menyuntikkan MSG dengan dosis tinggi ke bawah kulitnya. Hasilnya pun mengkhawatirkan karena tikus-tikus kecil tersebut mengalami sejumlah masalah otak yang berbahaya. Meski demikian, temuan ini dapat dibantahkan. Memang benar bahwa MSG dalam jumlah yang tinggi dapat meningkatkan kadar glutamat dalam darah. Namun, manusia umumnya tidak akan kuat mengonsumsi MSG dalam jumlah yang begitu besar seperti pada penelitian di atas. Selain itu, MSG masuk ke tubuh manusia melalui makanan, bukan dengan disuntikkan. Dalam takaran yang normal, micin tidak memberikan efek sama sekali pada otak. Lantas, apakah efek mengonsumsi micin?
  • Membantu merasa kenyang

Micin dipercaya bisa membantu merasa kenyang
Micin atau MSG dipercaya dapat membantu Anda merasa kenyang. Rasa gurih yang dihasilkan MSG merangsang reseptor pada lidah dan saluran pencernaan yang memicu pelepasan hormon pengatur nafsu makan. Namun, ada penelitian lain menunjukkan bahwa MSG justru meningkatkan asupan kalori. Jadi, jangan mengandalkan micin untuk membuat Anda kenyang.
  • Sensitivitas pada sebagian orang

Orang yang sensitif terhadap MSG akan mengalami efek samping jika mengonsumsinya, seperti sakit kepala, sesak, mati rasa, kesemutan, lemas, berkeringat, jantung berdebar, sakit dada, dan mual. Gejala ini bisa muncul apabila Anda mengonsumsi 3 gram MSG setiap kali makan. Meski tidak diketahui secara pasti mengapa terjadi, interaksi antara asam glutamat dengan neuron (bagian dalam sistem saraf pusat) diduga menjadi pemicunya. Selain itu, micin juga bisa memicu serangan asma pada orang yang rentan mengalaminya. Namun, hal ini masih harus dibuktikan oleh lebih banyak penelitian pada manusia.
  • Meningkatkan risiko obesitas

Konsumsi micin juga dikaitkan dengan penambahan berat badan. Namun, dibutuhkan lebih banyak bukti yang ilmiah untuk mendukung klaim ini.Terlepas dari pro dan kontra mengenai efek micin, sebaiknya Anda mengonsumsinya secara bijak. Hindari konsumsi micin secara berlebihan sehingga Anda terhindar dari risiko yang mungkin ditimbulkan oleh bumbu penambah rasa ini.Jika Anda ingin bertanya lebih lanjut mengenai efek penggunaan micin, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
msgbahaya msghidup sehat
FDA. https://www.fda.gov/food/food-additives-petitions/questions-and-answers-monosodium-glutamate-msg
Diakses pada 29 Januari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/msg-good-or-bad#bottom-line
Diakses pada 29 Januari 2021
Food Insight. https://foodinsight.org/monosodium-glutamate-msg-from-a-to-umami/
Diakses pada 29 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait