Metode Vasektomi Mencegah Kehamilan karena Hal Ini


Metode vasektomi dapat mencegah kehamilan karena efektif mencegah sperma bercampur dengan cairan semen ketika ejakulasi. Metode ini sebaiknya dipilih sebagai jalan terakhir untuk mencegah kehamilan pasangan.

(0)
11 Feb 2021|Asni Harismi
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Metode vasektomi dapat mencegah kehamilan karena mencegah sperma bercampur dengan cairan semenMetode vasektomi efektif mencegah kehamilan, dan tidak berisiko menimbulkan impotensi
Metode vasektomi dapat mencegah kehamilan karena mampu menghalau sperma agar tidak bercampur dengan cairan semen saat ejakulasi.Sayangnya, banyak mitos yang beredar di masyarakat mengenai metode sterilisasi pada pria ini.
Agar tidak termakan hoaks, ketahuilah fakta-fakta di balik mitos seputar vasektomi berikut ini.

Metode vasektomi dapat mencegah kehamilan karena apa? Cari tahu faktanya

Metode vasektomi dapat mencegah kehamilan karena efektivitasnya yang terbilang tinggi. Namun, beredarnya mitos mengenai metode ini tak ayal membuat para pria enggan menjalaninya. Apakah semua kabar yang beredar itu benar?Simak penjelasan beserta kebenarannya berikut ini.

1. Pria yang sudah melakukan vasektomi tidak bisa ereksi?

Tidak benar.Mitos yang menghubungkan vasektomi dengan disfungsi ereksi beredar luas di masyarakat, padahal anggapan ini salah menurut medis. Metode vasektomi dapat mencegah kehamilan karena saluran vas deferens diikat sehingga sel sperma tidak akan bercampur dengan semen dan masuk ke dalam rahim saat Anda ejakulasi.Interupsi terhadap proses ini tidak akan memengaruhi kemampuan penis untuk ereksi dan mencapai klimaks. Ereksi dan klimaks sendiri lebih dipengaruhi oleh stimulasi pada saraf-saraf yang ada di penis, peningkatan aliran darah ke penis, hingga kondisi mental, bukan ada atau tidaknya sel sperma pada semen saat ejakulasi.

2. Gairah seks akan menurun setelah menjalani vasektomi?

Tidak benar.Sama seperti penjelasan ereksi di atas, vasektomi tidak akan mengakibatkan gairah seks menurun. Jika merasa libido menurun setelah vasektomi, hal tersebut mungkin disebabkan oleh kondisi mental seperti stres atau sugesti.

3. Metode vasektomi sangat menyakitkan?

Tidak benar.Anda mungkin akan merasa sedikit tidak nyaman saat menjalani vasektomi, tapi secara keseluruhan metode ini tidaklah menyebabkan rasa sakit. Vasektomi tergolong operasi kecil yang bahkan hanya memerlukan waktu pengerjaan selama 15-30 menit dan bisa dilakukan di ruang praktek dokter.Selama menjalani vasektomi, Anda pun masih dalam keadaan sadar karena dokter hanya akan menyuntikkan bius lokal di sekitar area kemaluan. Anda pun tidak akan merasakan sensasi nyeri selama dokter ‘mengutak-atik’ vas deverens atau saluran sperma.Umumnya, vasektomi dilakukan dengan membuat sayatan kecil di area kemaluan. Namun, jika tidak ingin mendapat sayatan atau jahitan, Anda dapat memilih vasektomi yang lebih modern, yakni vasektomi tanpa insisi.

4. Pria tidak mungkin lagi memiliki anak setelah menjalani vasektomi?

Vasektomi akan menyulitkan pria dalam memiliki anak
Benar.Metode vasektomi dapat mencegah kehamilan karena efektivitasnya bahkan mendekati 100%. Hingga saat ini, vasektomi pun masih dianggap sebagai pilihan kontrasepsi paling ampuh bagi para pria yang sudah tidak ingin lagi memiliki anak, tapi masih tetap ingin bisa berhubungan seksual seperti biasa.Meskipun demikian, efektivitas vasektomi yang nyaris 100% ini tidak serta-merta Anda rasakan selepas operasi. Anda mungkin harus menunggu hingga 3 bulan sebelum sel sperma betul-betul ‘bersih’ dari salurannya dan Anda menjadi benar-benar steril.Untuk memastikan kebersihan saluran sperma ini, Anda dapat memeriksakan diri ke dokter. Oleh dokter, sampel semen dari hasil ejakulasi Anda akan diteliti di laboratorium untuk mendeteksi keberadaan sel sperma di dalamnya.Selama masih ditemukan sel sperma di dalam semen, artinya Anda masih mungkin membuahi pasangan. Selama itu pula Anda masih harus melakukan hubungan seks yang aman (misalnya dengan menggunakan kondom atau ejakulasi di luar vagina) agar pasangan tidak hamil.

5. Pria yang menjalani vasektomi berisiko lebih besar terkena kanker prostat?

Tidak benar.Anggapan yang menyatakan vasektomi meningkatkan peluang seorang pria mengalami kanker prostat sebetulnya masih kontroversial. Salah satu anggapan yang membenarkan bahwa pria yang divasektomi berpotensi sedikit lebih besar terkena jenis kanker pada pria ini bahkan pernah dipublikasikan oleh American Cancer Society.Kendati demikian, beberapa penelitian terbaru menunjukkan bahwa vasektomi tidak berhubungan dengan munculnya sel kanker pada prostat. Anda pun tidak perlu takut menjalani vasektomi karena mitos yang satu ini.Secara teori, mengembalikan fungsi saluran sperma setelah vasektomi memang dimungkinkan. Namun pada kenyataannya, prosedur ini jarang berhasil. Dengan kata lain, vasektomi sebaiknya Anda jadikan sebagai metode pencegah kehamilan yang terakhir dan hanya dilakukan ketika sudah benar-benar mantap untuk tidak memiliki anak lagi.

Catatan dari SehatQ

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai vasektomi sebagai pilihan kontrasepsi, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
vasektomimerencanakan kehamilankontrasepsikeluarga berencana
WebMD. https://www.webmd.com/sex/birth-control/vasectomy-overview
Diakses pada 5 Februari 2021
WebMD. https://www.webmd.com/sex/birth-control/rm-quiz-vasectomy#
Diakses pada 5 Februari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/birth-control-vasectomy
Diakses pada 5 Februari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/erectile-dysfunction/impotence-after-vasectomy
Diakses pada 5 Februari 2021
Planned Parenthood. https://www.plannedparenthood.org/learn/birth-control/vasectomy/what-can-i-expect-if-i-have-vasectomy
Diakses pada 5 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait