Metode Melahirkan Lotus Birth: Saat Tali Plasenta Tak Perlu Dipotong

Pada lotus birth, tali pusat bayi tidak langsung dipotong setelah melahirkan
Praktik lotus birth tidak memotong tali pusat bayi setelah bayi dilahirkan dan membiarkannya lepas sendiri

Seiring berkembangnya zaman, mulai muncul berbagai praktik persalinan yang berbeda dari biasanya. Sebut saja water birth. Praktik persalinan yang dilakukan di dalam air ini dipercaya dapat melancarkan persalinan dan membuat ibu hamil lebih nyaman. Oleh karena itu water birth cukup populer belakangan ini. Tapi pernahkah Anda mendengar istilah lotus birth? Sebuah praktik melahirkan yang belakangan ini juga mulai mendapat popularitas.

Lotus birth adalah salah satu praktik melahirkan yang tidak memotong tali pusat saat bayi lahir, sehingga bayi dibiarkan terlahir dengan tali pusat yang utuh. Berbeda dengan cara melahirkan kebanyakan yang langsung memotong tali pusat bayi setelah lahir.

Apa itu lotus birth?

Meski terdengar seperti praktik zaman dulu di mana perlengkapan medis untuk persalinan masih sangat terbatas, lotus birth sebenarnya terbilang baru. Lotus birth mulai populer sejak tahun 1974 di mana seseorang wanita di Amerika Serikat bernama Clair Lotus Day melahirkan bayinya dengan cara demikian. Lotus terinspirasi dari seekor simpanse yang setelah melahirkan tidak langsung memutuskan plasenta bayinya. Namun membiarkannya lepas sendiri.

Seperti apa praktiknya? Pada lotus birth, plasenta akan keluar dari rahim ibu lima sampai 30 menit setelah bayi sudah keluar. Orangtua bisa langsung menggendong Si Kecil setelah kelahiran dengan metode lotus birth.

Akan tetapi, Anda membutuhkan suatu tempat steril untuk bisa menampung dan membawa plasenta yang masih melekat pada buah hati dan tetap memberikan air susu ibu atau susu formula kepada bayi setidaknya tiap dua sampai tiga jam sekali.

Bau darah bisa saja menguap dari plasenta dan beberapa orang terkadang menaruh garam ataupun rempah-rempah tertentu untuk mengeringkannya lebih cepat. Sebaiknya gunakan sponge alih-alih membasuhnya untuk membersihkan tali pusat yang menempel dengan bayi.

Pada dasarnya,  tali plasenta akan secara perlahan mengering dan membusuk sebelum akhirnya lepas dari pusar bayi. Sampai saat itu tiba, pakaikan buah hati baju yang memiliki lubang atau resleting di bagian tengahnya sebagai tempat keluarnya tali plasenta.

Perbedaan metode lotus birth dan cara melahirkan biasanya

Metode persalinan yang dilakukan sekarang ini berawal pada abad pertengahan.Penjepitan atau pengikatan tali plasenta berguna untuk mencegah pendarahan berlebih hingga pembuluh darah di tali pusat menutup saat tali plasenta dipotong.

Namun, pemotongan atau pengikatan tali plasenta yang terlalu awal dapat melemahkan janin, karenanya hal tersebut baru dapat dilakukan ketika tali plasenta berhenti berdenyut.

Metode yang umumnya digunakan sekarang ini adalah menjepit tali plasenta ketika tali pusat sudah tidak berdenyut atau terpisah ke dalam vagina. Akan tetapi, saat bedah sesar, tali plasenta akan langsung dijepit agar Si Kecil bisa langsung dikeluarkan.

Menunda penjepitan selama 30 detik sampai tiga menit dapat meningkatkan kadar sel darah merah melancarkan peredaran darah, mengurangi kebutuhan untuk transfusi darah dan mengalami komplikasi tertentu, serta meningkatkan zat besi pada bulan pertama kelahiran.

Namun, tidak berarti tidak memotong tali plasenta seperti metode lotus birth dapat memberikan efek positif yang lebih banyak, karena menunda terlalu lama belum terbukti dapat menimbulkan dampak positif tertentu.

Apakah ada manfaat dari lotus birth?

Belum banyak penelitian yang dilakukan mengenai metode lotus birth dan manfaatnya.  Namun ada beberapa manfaat lotus birth yang diyakini dalam masyarakat, seperti:

  • Menurunkan risiko mengalami infeksi akibat pemotongan tali plasenta
  • Bentuk spiritualitas untuk menghargai hubungan ibu dan anak
  • Menurunkan kemungkinan luka di pusar bayi
  • Meningkatkan sel darah dan nutrisi dari tali plasenta

Sayangnya, manfaat-manfaat lotus birth ini belum didukung oleh riset yang memadai. Masih dibutuhkan studi lebih lanjut untuk membuktikannya. Apalagi, saat sudah keluar dari kandungan, tali plasenta tidak berguna lagi bagi bayi.

Meskipun demikian, metode lotus birth mungkin akan berguna dalam keadaan mendesak atau saat sedang menunggu perawatan medis.

Misalnya, saat sedang terjadi bencana alam, tidak memotong tali plasenta dapat memperkecil risiko infeksi dan pendarahan sampai kemunculan petugas medis.

Selalu hubungi layanan gawat darurat jika Anda dan pasangan sedang terjebak di situasi yang membutuhkan perhatian medis.

Risiko menjalani metode lotus birth

Meskipun lotus birth dipercaya mampu mengurangi infeksi akibat pemotongan tali plasenta, tetapi tidak memutuskan tali pusat juga berpotensi menimbulkan infeksi karena tali plasenta sebenarnya adalah jaringan yang sudah mati.

Tali plasenta yang terinfeksi dapat menyebar dan menginfeksi bayi. Selain itu, Si Kecil juga rentan mengalami tercabutnya tali pusat secara tidak sengaja.

Tanda-tanda bayi mengalami infeksi pada tali pusarnya adalah:

  • Demam tinggi
  • Tali pusar berbau tidak sedap
  • Tali pusar mengeluarkan nanah
  • Tampak kemerahan pada kulit perut tempat menempelnya tali pusar

Catatan dari SehatQ

Metode lotus birth tentunya sangat berbeda dengan cara melahirkan anak biasanya yang meliputi penjepitan dan pemotongan tali plasenta. Masih dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk mengetahui informasi, manfaat, dan risiko yang dapat terjadi saat menjalani metode ini

Dari sisi medis, praktik melahirkan seperti ini adalah hal yang sulit, karena harus selalu menjaga kondisi tali pusat agar tidak menimbulkan infeksi sehingga banyak klinik yang tidak menerima praktik persalinan ini.

Selalu konsultasikan dengan dokter kandungan Anda sebelum memilih melakukan metode melahirkan lotus birth.

Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/lotus-birth#considerations
Diakses pada 10 Februari 2020

Live Science. https://www.livescience.com/59270-are-there-risks-to-lotus-birth.html
Diakses pada 10 Februari 2020