Metode Amenore Laktasi (MAL), Cara KB Alami agar Tidak Kebobolan Hamil Setelah Melahirkan


Metode amenore laktasi adalah cara KB jangka pendek yang sekaligus mendukung kesuksesan pemberian ASI eksklusif. Anda harus menyusui setiap 4 jam di siang hari dan setiap 6 jam sepanjang malam agar tidak hamil setelah melahirkan.

(0)
Metode amenore laktasi dilakukan ibu dengan menyusui bayi sebagai cara KB alamiEfektivitas metode amenore laktasi untuk mencegah kehamilan mencapai 98% jika Anda menerapkannya sesuai pedoman.
Anda yang baru melahirkan mungkin ingin mempertimbangkan metode amenore laktasi (MAL) sebagai alternatif cara KB alami untuk mencegah kebobolan hamil lagi saat masih menyusui. Ya, cara KB alami dengan menyusui ini dikenal dinilai lebih aman dan tak kalah efektif dari jenis kontrasepsi lainnya.

Apa itu metode amenore laktasi?

Metode amenore laktasi (MAL) adalah salah satu cara KB alami yang disarankan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mencegah hamil setelah melahirkan.Penelitian dalam jurnal National Library of Medicine (NIH) menyebutkan bahwa menyusui ASI eksklusif dapat menurunkan kesuburan wanita. Hal ini dikarenakan proses menyusui memicu penurunan hormon gonadotropin, hormon luteinizing, dan hormon perangsang folikel yang semuanya berhubungan dengan kehamilan. Saat menyusui, Anda tidak akan berovulasi yang berarti tubuh tidak mengeluarkan sel telur matang untuk dibuahi.Metode kontrasepsi MAL juga dinilai lebih aman untuk ibu menyusui karena minim risik efek samping, serta tepat untuk dipilih sebagai KB temporer selama menentukan kontrasepsi jangka panjang. 

Seberapa efektif MAL untuk mencegah kehamilan?

Seberapa efektif cara KB alami dengan menyusui agar tidak hamil setelah melahirkan? Bila dilakukan dengan sempurna, metode MAL bisa seefektif alat kontrasepsi hormonal seperti pil KB dan suntik KB. Keberhasilan KB MAL diukur dengan melihat tiga ukuran kesuburan wanita, yakni masa menstruasi kembali, pola menyusui dan waktu pasca persalinan.Maka itu, metode kontrasepsi MAL hanya akan efektif jika Anda memenuhi kriteria sebagai berikut:
  • Bayi yang disusui berusia di bawah 6 bulan.
  • Ibu masih amenore (belum kembali menstruasi atau haid).
  • Memberikan ASI eksklusif atau sesuai permintaan bayi sepanjang siang dan malam. 
Ketika Anda memberikan ASI eksklusif sebagai cara mencegah kehamilan yang alami, Anda harus menyusui setidaknya setiap 4 jam di siang hari dan setiap 6 jam di malam hari.Selama Anda memenuhi kriteria di atas dan mampu rutin menyusui bayi tanpa terganggu, metode MAL efektif mencegah kehamilan secara alami setelah baru melahirkan. Efektivitas MAL cukup tinggi, dapat mencapai 98% jika Anda menerapkannya sesuai pedoman.Cara KB alami dengan MAL akan tidak lagi efektif jika Anda berhenti menyusui ASI secara eksklusif atau bayi sudah disapih dan masuk masa MPASI. MAL juga tidak akan efektif mencegah kehamilan jika Anda menyusui bayi bergantian dengan susu formula, atau menggunakan pompa payudara untuk memerah ASI. 

Kapan metode amenore laktasi tidak boleh dilakukan?

Beberapa kondisi penyakit tertentu menyebabkan ibu menyusui tidak bisa menggunakan metode ini untuk mencegah kehamilan.Bahkan, beberapa di antaranya juga merupakan kondisi yang tidak memperkenankan Anda untuk menyusui, seperti:
  • Bayi mengalami gangguan metabolisme tertentu seperti galaktosemia
  • Ibu mengonsumsi obat pengubah mood
  • Ibu mengonsumsi obat-obatan seperti reserpin, lithium atau antikoagulan
  • Ibu memiliki penyakit menular, seperti terkonfirmasi positif HIV/AIDS atau TBC
Beberapa jenis penyakit menular dapat berpindah dari ibu ke bayi melalui ASI. Maka itu, menyusui tidak direkomendasikan untuk ibu pengidap HIV atau penyakit infeksi tertentu lainnya.American Academy of Pediatrics (AAP) juga tidak merekomendasikan ibu penderita TBC untuk menyusui bayinya. Tuberkulosis memang tidak menyebar melalui ASI, tapi tetap dapat menginfeksi bayi lewat kontak fisik dekat dengan ibunya karena bateri TB menyebar lewat percikan liur. 

Kelebihan dan kekurangan metode MAL untuk ibu menyusui 

MAL adalah cara KB alami dengan menyusui yang banyak memberikan manfaat untuk ibu dan bayi. Bukan hanya karena bebas biaya dan lebih aman, metode ini juga tidak akan mengganggu hubungan seksual Anda dengan pasangan.Tidak seperti alat kontrasepsi lainnya, KB MAL tidak memiliki efek samping perdarahan atau menyebabkan menstruasi tidak teratur setelah melahirkan.Selain itu, menyusui bayi secara eksklusif juga memiliki banyak manfaat untuk bayi. Mulai dari memberikan antibodi alami yang melindungi bayi dari infeksi tertentu, mengurangi risiko asma dan alergi pada bayi hingga dapat meningkatkan bonding atau ikatan antara ibu dan bayi.Namun, metode kontrasepsi yang satu ini juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah terlalu banyak menyita waktu dan energi karena harus menyusui bayi sepanjang hari.Anda juga membutuhkan intensitas menyusui yang tinggi (bayi pandai menyusu atau ASI eksklusif berjalan dengan baik), karena jika proses menyusu mengalami hambatan, LAM dapat menjadi kurang efektif. MAL juga bukan metode kontrasepsi jangka panjang. Sehingga, setelah bayi tidak lagi menyusu secara eksklusif Anda perlu memikirkan alat kontrasepsi lainnya untuk mencegah kehamilan.Beberapa alat kontrasepsi lainnya yang aman untuk ibu menyusui dan bisa menjadi pertimbangan adalah seperti suntik KB, pil KB mini (mini pills), hingga metode kontrasepsi permanen seperti tubektomi.

Pesan dari SehatQ

Metode amenore laktasi adalah cara KB jangka pendek yang membantu mengatur jarak kelahiran secara alami sekaligus mendukung kesuksesan pemberian ASI eksklusif.Jika Anda ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai cara mencegah kehamilan selama masih menyusui, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
kehidupan pasca melahirkanmenyusuiasi eksklusifmanfaat asipenggunaan kbibu menyusuikontrasepsikeluarga berencana
WABA. https://www.waba.org.my/resources/lamDiakses pada 26 Januari 2021NIH. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/9678098/Diakses pada 26 Januari 2021Planned Parenthood. https://www.plannedparenthood.org/learn/birth-control/breastfeeding/what-are-disadvantages-using-breastfeeding-birth-controlDiakses pada 26 Januari 2021CDC. https://www.cdc.gov/reproductivehealth/contraception/mmwr/mec/appendixg.htmlDiakses pada 26 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait