Methylparaben Adalah Zat yang Harus Dihindari pada Kosmetik Anda, Ini Faktanya

(0)
Methylparaben adalah bahan pengawet kosmetikMethylparaben adalah bahan pengawet yang ditemukan pada kosmetik
Methylparaben adalah bahan kimia turunan dari kandungan paraben yang kerap ditemukan pada kosmetik (make-up). Bahan kimia ini juga sering digunakan sebagai salah satu komposisi yang ada pada produk perawatan kulit, seperti body lotion.Lantas, apa peran methylparaben pada produk kosmetik? Kenapa bahan kimia ini perlu dihindari?

Apa itu methylparaben?

Methylparaben mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur
Methylparaben adalah bahan pengawet yang sering ditambahkan pada kosmetik. Food and Drug Administration (FDA) menyatakan, methylparaben sebagai bahan pengawet berguna untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur yang berbahaya.Bahan kimia ini juga kerap ditemukan pada obat dan makanan. Artinya, methylparaben bertujuan untuk melindungi produsen maupun konsumen.Biasanya, produsen tidak hanya menggunakan methylparaben untuk mengawetkan produk. Methylparaben (atau nama lainnya adalah ethylparaben, propylparaben, dan butylparaben) juga bertujuan untuk melindungi produk kosmetik dari kontaminasi mikroorganisme dari lingkungan luar.

Apakah methylparaben aman?

Methylparaben ditemukan pada urin
Penelitian yang dilakukan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memaparkan, methylparaben dan propylparaben dapat ditemukan secara alami pada air seni (urin) manusia. Meski demikan, CDC melihat hal ini tidak memiliki kaitan langsung dengan efek buruk pada kesehatan.Hingga saat ini, FDA masih meneliti tentang keamanan paraben. FDA mengklaim jika mereka belum memiliki bukti-bukti lengkap mengenai dampak methylparaben bagi kesehatan.

Risiko bahaya methylparaben untuk kesehatan

Methylparaben adalah pengawet yang mampu melindungi pengguna produk kosmetik dari infeksi bakteri dan jamur. Sampai saat ini metilparaben tergolong aman. Namun, methylparaben dipercaya tetap dapat memberikan efek samping pada kesehatan jika digunakan berlebihan dalam jangka panjang.Berikut adalah beberapa risiko bahaya methylparaben untuk kesehatan yang ditemukan sejauh ini:

1. Memicu dermatitis kontak

Methylparaben berisiko timbulkan eksim
Riset yang dipaparkan pada jurnal National Center of Biotechnology Information menemukan, methylparaben adalah bahan yang mampu memicu peradangan pada kulit, yaitu dermatitis kontak atau eksim.Peradangan terjadi ketika methylparaben yang ada pada produk kosmetik dioles pada kulit yang terluka.Namun meski belum ditemukan hubungan antara efek methylparaben pada  kulit yang terluka dengan gejala dermatitis kontak, Anda diharapkan tetap berhati-hati menggunakannya. Terutama jika memiliki riwayat alergi.

2. Kematian sel pada kulit

Methylparaben picu kerutan akibat penuaan dini
Riset yang terbit pada jurnal Toxicology menunjukkan, jika terpapar sinar UV-B, kulit yang menggunakan kosmetik mengandung methylparaben akan mendapatkan efek radikal bebas (stres oksidatif) dan meningkatkan produksi nitric oxide. Dalam hal ini, pada kondisi kulit abnormal, nitric oxide merupakan kandungan yang justru memicu adanya peradangan. Selain itu, saat methylparaben yang ada pada kulit terkena paparan sinar UV-B, lapisan pelindung kulit yang tersusun atas lapisan lemak pun ikut rusak. Efeknya ternyata bukan hanya itu.Bahkan, methylparaben dicurigai mampu memicu kematian sel kulit. Hal ini dikarenakan efek radikal bebas, produksi nitric oxide, dan rusaknya lapisan pelindung kulit mampu memicu penuaan dini pada kulit sehingga sel pun mati.

Aturan kadar methylparaben dalam produk kecantikan

Batas maksimum methylparaben adalah 0,4 hingga 0,8 persen
Methylparaben adalah bahan pengawet yang harus dicantumkan pada label keterangan komposisi kosmetik. Tak jarang pula kerap ditemukan nama lain dari kandungan methylparaben, seperti 4-hydroxy methyl ester benzoic acid dan methyl 4-hydroxybenzoate.Tidak hanya methylparaben, keseluruhan zat kimia turunan paraben, termasuk propylparaben, ethylparaben, maupun butylparaben juga harus tertera pada komposisi yang dicetak pada kemasan produk kecantikan.Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun mengatur methylparaben dalam produk kosmetik. Dalam hal ini, berdasarkan keputusan kepala BPOM Nomor HK.00.05.1745 yang dikutip dari Journal of Pharmacy, methylparaben adalah pengawet tunggal yang harus digunakan maksimal 0,4%.Tidak hanya methylparaben, ambang batas propylparaben sebagai pengawet tunggal pun juga sama. Sebagai pengawet campuran, methylparaben dan propylparaben yang digunakan maksimal sebesar 0,8%.Sayangnya, masih banyak produk kosmetik yang ditemukan belum mencantumkan kadar methylparaben, propylparaben, maupun kandungan paraben yang lainnya.

Catatan dari SehatQ

Methylparaben adalah kandungan yang berfungsi sebagai pengawet pada produk kosmetik dan skincare. Dengan adanya kandungan tersebut, produk yang Anda gunakan dapat tetap steril dan terhindar dari kontaminasi bakteri dan jamur yang membahayakan.Sejauh ini, belum ada temuan yang sudah diresmikan pihak berwenang terkait dampak methylparaben bagi kesehatan. Meski demikian, ada beberapa hasil riset yang menunjukkan bahwa methylparaben mungkin dapat berdampak buruk bagi kulit.Maka demi menjamin keamanan, hampir sebagian besar label produk kosmetik mencatut peringatan agar tidak mengoleskan produk ketika kulit sedang terluka.Jika Anda mengalami gejala eksim setelah mengoleskan kosmetik dengan methylparaben pada kulit, segera kontak dokter melalui chat di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.
perawatan kulitproduk kecantikankosmetik
Healthline. https://www.healthline.com/health/methylparaben (Diakses pada 01 Oktober 2020)Food and Drug Administration. https://www.fda.gov/cosmetics/cosmetic-ingredients/parabens-cosmetics (Diakses pada 01 Oktober 2020)Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/biomonitoring/Parabens_FactSheet.html (Diakses pada 01 Oktober 2020)Journal of Pharmacy. https://ojs.stikesnas.ac.id/index.php/jf/article/view/12 (Diakses pada 01 Oktober 2020)National Center of Biotechnology Information. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Methylparaben (Diakses pada 01 Oktober 2020)Toxicology. doi.org/10.1016/j.tox.2006.07.018 (Diakses pada 01 Oktober 2020)
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait