Meski Wangi, Pengharum Ruangan Sintetis Bisa Membahayakan Kesehatan

Pengharum ruangan sintetis mengandung banyak sekali zat kimia yang dapat membahayakan kesehatan
Pengharum ruangan termasuk salah satu alergen (penyebab alergi) terbesar di dunia

Dalam sehari, coba ingat-ingat berapa kali Anda terpapar pengharum ruangan sintetis dan mau tak mau terhirup masuk ke pernapasan? Setidaknya ada lebih dari 4.000 zat kimia yang digunakan dalam produk pewangi. Lebih buruk lagi, tidak ada otoritas global atau negara tertentu yang mengatur keamanan bahan kimia dalam produk pewangi.

Bahkan jika diteliti lebih lanjut, banyak zat kimia – yang belum tentu aman – dan bersembunyi di balik nama “pewangi”. Zat kimia ini bisa menyebabkan masalah kesehatan kronis, termasuk kanker.

Berbahayakah pengharum ruangan sintetis?

Jika masih ragu apakah pengharum ruangan benar-benar berbahaya, seorang peneliti veteran tentang pewangi bernama Anne Steinemann pernah merilis hasil penelitiannya. Tercatat beberapa dampak dari zat kimia berbahaya terhadap kesehatan, yaitu:

  • Masalah pernapasan (18%)
  • Gangguan kelenjar mukosa (16%)
  • Masalah kulit (10%)
  • Serangan asma (8%)
  • Masalah gangguan saraf (7%)
  • Masalah kognitif (5%)
  • Masalah pencernaan (5%)
  • Masalah jantung (4%)
  • Masalah kekebalan tubuh (4%)
  • Masalah gangguan fungsi sendi (3%)

Dalam laporan Women’s Voices for the Earth (WVE) tahun 2018 lalu, lebih dari 1.200 zat kimia pewangi yang marak digunakan telah ditandai sebagai “chemicals of concern” bahkan beberapa negara di Eropa melarang penggunaannya.

Tahun 2007 lalu, ada penelitian yang menemukan bahwa komponen sintetis pada pewangi memiliki konsentrasi 10.000 kali lebih kuat, bahkan sampai ditemukan pada ASI dan jaringan tubuh manusia.

Penelitian seputar berbahayanya pengharum ruangan sintetis ini masih perlu dikembangkan lebih jauh, terlebih setiap pengharum ruangan sintetis pasti mengandung lebih dari satu zat kimia. 

Setidaknya dalam pengharum ruangan atau produk pewangi lainnya terdapat bahan-bahan kimia berbahaya seperti:

  • Karsinogen
  • Alergen
  • Penyebab iritasi pernapasan
  • Racun lingkungan
  • Zat yang mengganggu hormon endokrin
  • Zat kimia neurotoksin

Tak hanya pada pengharum ruangan, bahan-bahan itu bisa ditemukan pada lilin aromaterapi, deterjen, sampo, kosmetik, deodoran, sabun, tabir surya, parfum, dan produk perawatan tubuh lainnya.

Dampak pengharum ruangan terhadap kesehatan

Orang yang paling rawan terdampak zat kimia berbahaya dari pengharum ruangan sintetis adalah ibu hamil, anak-anak, dan juga bayi. Beberapa penyakit yang bisa muncul akibat pengharum sintetis adalah:

1. Kanker

Menurut Breast Cancer Fund, salah satu cara paling efektif menghindari kanker payudara adalah dengan menghindari pewangi sintetis karena risiko mengganggu keseimbangan hormon.

Zat kimia seperti styrene yang digunakan dalam rokok juga banyak ditemukan pada pengharum ruangan sintetis. Selain itu, phthalates juga merupakan jenis kelompok zat kimia yang kerap dianggap sebagai pewangi. Zat-zat kimia itu dapat menyebabkan kanker, disrupsi endokrin, juga keracunan.

2. Cacat lahir & autisme

Masih akibat kandungan phthalates dalam pewangi sintetis, rupanya zat ini bisa menyebabkan potensi autisme, ADHD, dan masalah gangguan saraf pada ibu hamil. Itu sebabnya, ibu hamil harus sangat hati-hati apabila sering terpapar pengharum ruangan sintetis setiap harinya.

Menurut temuan yang dirilis pada tahun 2010 lalu, janin yang terus menerus terpapar zat kimia dapat mengalami gangguan perkembangan otak dan konsekuensinya berlangsung seumur hidup.

3. Alergi & keracunan

Pengharum ruangan atau pewangi termasuk alergen terbesar di dunia. Reaksi alerginya meliputi sakit kepala, migrain, iritasi sinus, hingga masalah alergi pada kulit. Tak hanya itu, emisi dari produk pewangi sintetis bisa menyebabkan iritasi pada tenggorokan, mata, dan juga hidung. 

4. Asma

Penderita asma yang terpapar parfum atau pengharum ruangan sintetis bisa memburuk kondisinya. Terlebih, produk pewangi sintetis adalah musuh utama bernapas secara alami sehingga tidak disarankan terhirup oleh penderita asma.

Cara membuat pengharum ruangan alami

Jika pengharum ruangan sintetis bisa mengancam kesehatan, ada baiknya membuat sendiri pengharum ruangan alami. Selain tidak berbahaya, pengharum ruangan alami juga mudah dibuat dari bahan-bahan di sekitar. Contohnya:

  • Cuka putih dan kopi  bisa mengusir bau tidak sedap secara alami
  • Gunakan essential oils dengan aroma menenangkan seperti lavender dan peppermint sebagai pewangi alami
  • Tempatkan tumbuhan yang bisa menetralisir bau tidak sedap di rumah
  • Menaruh jeruk dan kayu manis di air bisa menghilangkan bau apek di rumah atau dapur
  • Campurkan soda kue dan essential oil untuk membuat rumah beraroma lebih segar

Ada banyak alternatif membuat sendiri pengharum ruangan alami dan aman untuk kesehatan. Cari mana yang paling disukai aromanya, sekaligus tidak mempertaruhkan kesehatan jika terus menerus terhirup.

Bustle. https://www.bustle.com/articles/114266-9-natural-ways-to-make-your-home-smell-amazing
Diakses 15 Maret 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5093181/#CR2
Diakses 15 Maret 2020

The Guardian. https://www.theguardian.com/us-news/2019/may/23/fragrance-perfume-personal-cleaning-products-health-issues
Diakses 15 Maret 2020

Dr. Axe. https://draxe.com/health/dangers-synthetic-scents/
Diakses 15 Maret 2020

Artikel Terkait