Meski Tidak Nyeri, Pemicu Moluskum Kontagiosum Adalah Virus “Tahan Banting”

Benjolan kecil yang mengkilap dan teksturnya halus biasanya disebabkan karena virus moluskum kontagiosum
Virus Molluscum contagiosum menyebabkan munculnya benjolan di lapisan kulit teratas

Ada banyak sekali jenis infeksi kulit, salah satunya moluskum kontagiosum yang disebabkan karena virus Molluscum contagiosum. Ciri-ciri utama moluskum kontagiosum adalah munculnya bintik, ruam, dan benjolan di lapisan teratas kulit.

Biasanya, benjolan moluskum kontagiosum tidak menimbulkan rasa nyeri. Bahkan tanpa diberi pengobatan sekalipun, benjolan bisa hilang dengan sendirinya tanpa menimbulkan bekas.

Gejala terjadinya moluskum kontagiosum

Mengingat moluskum kontagiosum datang dari virus, maka penularan tentu terjadi saat ada kontak dengan virus Molluscum contagiosum. Meski demikian, bukan berarti gejala-gejala terjadinya moluskum kontagiosum langsung terlihat setelah terkena virus.

Bahkan bisa jadi gejala terjadinya moluskum kontagiosum baru terlihat setelah 6 bulan kemudian. Masa inkubasi penyakit ini rata-rata antara 2-7 minggu.

Beberapa ciri-ciri terjadinya moluskum kontagiosum adalah:

  • Muncul benjolan tunggal atau berkelompok hingga 20 buah
  • Benjolan kecil, tampak mengkilap, teksturnya halus
  • Diameter 2-5 milimeter
  • Bisa muncul di mana saja kecuali telapak tangan dan telapak kaki
  • Sering terlihat di wajah, perut, lengan, kaki, paha dalam, hingga kelamin

Gejala-gejala moluskum kontagiosum di atas kadang tidak disadari penderitanya karena tak menimbulkan rasa nyeri. Namun pada orang-orang dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, gejala dan benjolan yang muncul bisa jadi lebih besar.

Penularan moluskum kontagiosum

Penularan moluskum kontagiosum terjadi lewat kontak langsung dengan lesi orang lain yang menderitanya. Pada anak-anak, hal ini bisa terjadi saat mereka berinteraksi dan bermain bersama.

Sementara pada orang dewasa, moluskum kontagiosum juga bisa menular lewat hubungan seksual atau kontak saat beraktivitas seperti olahraga.

Tak hanya kontak langsung dengan lesi di kulit penderitanya, perlu diingat bahwa virus ini juga bisa bertahan di permukaan benda yang terkontaminasi. Misalnya, handuk atau mainan yang terkena virus dari penderita sebelumnya bisa juga mengenai orang lain yang menyentuh handuk atau mainan yang sama.

Benda-benda lain seperti sarung tangan, bola, yoga mat, helm, dan lainnya juga bisa menjadi sumber transmisi atau penularan moluskum kontagiosum.

Bagi penderita moluskum kontagiosum sendiri, infeksi bisa menyebar dari satu bagian tubuh ke lainnya. Sebagai contoh, apabila benjolan muncul di wajah dan penderita menggaruknya, virus ada di jari dan kukunya. Kemudian apabila ia menyentuh bagian tubuh lainnya, virus bisa berpindah ke bagian tersebut.

Faktor risiko mengalami moluskum kontagiosum

Ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan seseorang lebih rentan mengalami moluskum kontagiosum, seperti:

  • Anak-anak berusia antara 1-10 tahun
  • Penduduk negeri beriklim tropis
  • Penderita gangguan kekebalan tubuh
  • Penderita dermatitis atopik atau eksim
  • Orang yang kerap kontak kulit secara langsung seperti atlet atau pelatih

Lama waktu penyembuhan

Infeksi moluskum kontagiosum bisa hilang dengan sendirinya apabila kekebalan tubuh penderitanya cukup baik. Biasanya, lama waktu penyembuhan adalah sekitar 6-12 bulan dan tidak meninggalkan bekas luka.

Meski demikian, terkadang seseorang yang sudah sembuh dari moluskum kontagiosum masih memiliki benjolan di kulitnya. Butuh waktu lebih lama hingga benjolan hilang sepenuhnya.

Kabar baiknya, setelah lesi dan benjolan hilang dari tubuh, artinya virus Molluscum contagiosum tidak ada lagi dalam tubuh orang tersebut. Tidak ada lagi kemungkinan menyebarkan infeksi dari satu bagian tubuh ke lainya, kecuali jika terinfeksi virus yang sama lagi.

Berbeda dengan cacar air, individu yang sudah pernah mengalami moluskum kontagiosum masih punya kemungkinan mengalaminya lagi.

Lebih jauh lagi, ada beberapa langkah pencegahan untuk menghindari terinfeksi moluskum kontagiosum:

  • Selalu mencuci tangan di air mengalir
  • Hindari berbagi barang pribadi seperti pakaian, handuk, sabun batang, atau sisir
  • Hindari menggunakan alat olahraga yang mungkin sudah terkena kulit orang lain secara langsung
  • Jika sedang menderita moluskum kontagiosum, pastikan benjolan selalu bersih atau tertutup
  • Jangan mencukur bagian yang mengalami benjolan
  • Jangan melakukan kontak seksual apabila ada benjolan di kelamin

Di Indonesia yang beriklim tropis, virus bisa berkembang biak dengan sangat makmur. Ketimbang merutuki nasib tinggal di negara beriklim tropis, ada baiknya membekali diri dan orang-orang di sekitar kita – termasuk anak-anak – untuk selalu menjaga kebersihan dan membiasakan diri mencuci tangan.

Apabila Anda setiap harinya melakukan kontak dengan kulit orang lain karena tuntutan pekerjaan, Anda harus lebih waspada. Jika sehari-hari Anda aktif berolahraga atau menyentuh alat olahraga yang digunakan bersama, pastikan peralatan tersebut steril untuk menghindari kontaminasi virus.

Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/poxvirus/molluscum-contagiosum/index.html
Diakses 28 November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/molluscum-contagiosum#prevention
Diakses 28 November 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/molluscum-contagiosum/symptoms-causes/syc-20375226
Diakses 28 November 2019

Artikel Terkait