Cewek Berkumis Mungkin Memiliki Masalah Hormon, Ini Penjelasannya


Cewek berkumis seringkali dikaitkan dengan nafsu seksual yang tinggi. Padahal, kondisi ini disebabkan oleh faktor genetik, hormon testosteron, hingga penyakit serius.

(0)
Wanita berkumis disebabkan oleh genetikBeberapa wanita ada yang memiliki kumis sehingga membuat penampilannya terlihat manis
Kumis memang kerap identik tumbuh pada wajah pria. Akan tetapi, nyatanya beberapa wanita juga ada yang berkumis.Meski sebenarnya terlihat manis, tumbuhnya kumis tipis pada wajah seringkali membuat wanita tidak percaya diri lantaran penampilannya. Selain itu, kondisi tersebut juga kerap dikaitkan dengan tingginya gairah seksual wanita.Sebenarnya, apa yang menyebabkan wanita berkumis? Lantas, adakah cara untuk mengatasinya?

Apa penyebab cewek berkumis?

Dalam dunia medis, kondisi penyebab tumbuhnya kumis tipis di wajah dan bagian tubuh tertentu pada seorang wanita disebut hirsutisme.Selain kumis, wanita yang mengalami hirsutisme juga dapat mengalami pertumbuhan rambut pada bagian tubuh lainnya, seperti dagu, dada, perut, lengan, dan punggung. Alih-alih halus, rambut yang tumbuh tersebut bertekstur kasar dan berwarna gelap.Melansir American Family Physician, penyebab paling umum dari hirsutisme adalah sindrom ovarium polikistik atau PCOS (polycystic ovary syndrome). PCOS adalah penyebab dari tiga dari setiap empat kasus hirsutisme.PCOS membuat wanita mengalami ketidakseimbangan produksi hormon androgen. Hormon androgen adalah hormon yang memicu pertumbuhan karakteristik seks sekunder laki-laki, seperti kumis dan jenggot. Hormon ini umumnya lebih banyak dimiliki pria, sementara tubuh wanita secara alami menghasilkan androgen dalam jumlah yang sangat sedikit.Wanita dengan PCOS juga memiliki masalah jerawat, menstruasi tidak teratur, diabetes, kenaikan berat badan, dan kesuburan.Kendati demikian, ada beberapa kondisi medis lain yang dapat menyebabkan wanita jadi berkumis, yakni:

1. Faktor genetik

Terkadang, cewek berkumis disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan. Ya, apabila Anda memiliki keluarga kandung, seperti ibu dan saudara perempuan yang berkumis, maka kemungkinan besar Anda akan mempunyai kondisi yang serupa.Cewek berkumis juga umum dialami oleh para perempuan dari Asia Selatan, Timur Tengah, dan wilayah Mediterania.

2. Peningkatan hormon testosteron

Penyebab wanita berkumis lainnya adalah peningkatan hormon. Munculnya kumis atau banyak tumbuh rambut pada tubuh wanita juga dapat disebabkan oleh tingginya jumlah testosteron (androgen) di dalam tubuhnya.Hormon testosteron normalnya berjumlah lebih banyak pada pria, dan berjumlah sedikit pada tubuh wanita. Ketika jumlah hormon testosteron banyak, maka menyebabkan kondisi hirsutisme.Peningkatan hormon androgen dan kondisi hirsutisme umum terjadi pada wanita yang mempunyai:
  • Sindrom Cushing, yaitu suatu kondisi di mana Anda memiliki kadar hormon stres kortisol dalam jangka waktu yang lama.
  • Tumor yang terletak pada kelenjar adrenal atau ovarium.

3. Perubahan hormon

Perubahan hormon saat menopause dapat menyebabkan munculnya rambut pada tubuh. Tak heran jika wanita yang mengalami perubahan hormon saat menopause akan berkumis.

4. Penggunaan obat-obatan

Penggunaan obat-obatan bisa menyebabkan perubahan hormon dalam tubuh
Ada berbagai jenis obat-obatan yang menyebabkan perubahan hormon
Beberapa jenis obat-obatan dapat menyebabkan perubahan hormon dalam tubuh. Akibatnya, perempuan bisa memiliki rambut di wajah atau tubuhnya. Jenis obat-obatan yang dapat menyebabkan perubahan hormon, antara lain:
  • Obat hormon, seperti steroid anabolik
  • Obat yang memicu pertumbuhan rambut, seperti minoxidil
  • Obat yang berisi hormon testosteron
  • Danazol, untuk mengatasi endometriosis
  • Glucocorticoid
  • Cyclosporine
  • Phenytoin

5. Kondisi kesehatan lainnya

Wanita berkumis juga dapat disebabkan oleh kondisi medis serius lainnya, seperti gangguan kelenjar adrenal atau ovarium.Jika dirasa cukup mengganggu penampilan, kondisi tumbuhnya banyak rambut pada wajah dan tubuh sebaiknya diperiksakan ke dokter.Umumnya, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan pencitraan, seperti CT scan, MRI, atau USG, pada ovarium dan kelenjar adrenal untuk mendeteksi apakah terdapat kista atau tumor pada kedua organ tersebut.Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik serta tes darah yang bertujuan memeriksa kadar hormon Anda.

Adakah cara menghilangkan kumis pada wanita secara alami?

Jika Anda memiliki kumis, ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkannya. Salah satu cara menghilangkan kumis pada wanita adalah dengan menurunkan berat badan.Menurunkan berat badan, bahkan hanya 5 persen, dapat membantu mengurangi produksi hormon androgen dalam tubuh Anda. Dengan demikian, kumis di wajah Anda tidak akan tumbuh terlalu banyak.Kumis pada wanita juga dapat dihilangkan dengan melakukan beberapa cara sederhana, seperti mencukur, waxing, atau mencabut kumis.Akan tetapi, cara tersebut tidak mampu menghilangkan pertumbuhan kumis secara permanen. Akibatnya, kumis dapat tumbuh lagi di kemudian hari. Terlebih cara sederhana ini juga dapat menyebabkan risiko iritasi kulit dan tumbuhnya jerawat.

Bagaimana cara dokter menghilangkan tumbuhnya kumis pada wanita?

Meski ada berbagai cara menghilangkan kumis pada wanita dengan cara alami, nyatanya tak sedikit orang yang lebih memilih jalur instan untuk menghilangkannya.Hal ini karena cara instan dianggap dapat membuahkan hasil yang lebih cepat dan sesuai yang diinginkan dibandingkan dengan cara alami. Beberapa cara menghilangkan tumbuhnya kumis pada wanita yang dilakukan dokter adalah

1. Pemberian obat-obatan

Jika tumbuhnya kumis disertai dengan gejala lain atau disebabkan oleh penyakit tertentu maka dokter mungkin akan meresepkan berbagai jenis obat-obatan untuk membantu mengatasi pertumbuhan kumis pada wanita.Namun perlu diketahui, bila konsumsi obat-obatan dihentikan, maka kumis dan rambut lainnya pada tubuh Anda akan tumbuh kembali.Berikut adalah beberapa jenis obat resep dokter untuk mengatasi pertumbuhan kumis pada wanita.
  • Pil kontrasepsi (pil KB) adalah jenis obat resep dokter yang paling umum diberikan bagi wanita berkumis atau yang memiliki kondisi hirsutisme. Pil KB dapat membantu mengendalikan kadar androgen lebih rendah, mengatur siklus menstruasi, dan mencegah kehamilan. Sebagian besar wanita akan mengalami pengurangan tumbuhnya rambut dalam waktu 6-12 bulan.
  • Spironolactone adalah pil diuretik yang umumnya digunakan untuk mengobati tekanan darah, tetapi dapat membantu mengatasi kondisi hirsutisme bila dikonsumsi dalam dosis rendah. Obat ini dapat menghentikan produksi hormon testosteron sehingga mengurangi pertumbuhan rambut.
  • Finasteride adalah obat penurun hormon androgen yang juga efektif dalam mengobati hirsutisme.
  • Flutamide adalah obat penghambat hormon testosteron yang biasa digunakan untuk mengobati hirsutisme. Namun, perlu diketahui bahwa efek samping flutamide dapat menyebabkan kerusakan liver sehingga tidak dijadikan sebagai pilihan obat hirsutisme utama yang diresepkan dokter.

2. Pemberian krim oles (topikal)

Dokter juga mungkin akan memberikan obat oles berupa krim eflornithine yang bertujuan untuk menghambat pertumbuhan rambut. Anda bisa mengoleskannya pada area kulit bibir bagian atas dan dagu.Krim eflornithine akan bekerja selama 4-8 minggu. Beberapa efek samping yang ditimbulkan, yakni iritasi kulit, terasa perih, hingga ruam pada kulit.Selain itu, beberapa jenis krim oles ada yang memiliki kandungan bahan kimiawi yang kuat atau dikenal dengan nama depilatory.Anda bisa mengoleskan krim ini pada kumis atau bagian tubuh yang banyak ditumbuhi rambut. Diamkan beberapa saat, kemudian bersihkan. Ketika Anda membersihkannya, maka rambut akan ikut hilang.Namun, bagi orang yang memiliki kulit sensitif, penggunaan krim oles mungkin dapat menyebabkan iritasi kulit.Guna mengecek apakah Anda cocok menggunakan krim topikal, oleskan sedikit krim pada bagian dalam pergelangan tangan. Tunggu hingga keesokan harinya sebelum mengoleskan krim pada area wajah dan tubuh Anda.Jika penggunaan krim oles menimbulkan reaksi tertentu, sebaiknya jangan digunakan. Segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pilihan pengobatan hirsutisme lainnya.

3. Prosedur medis

Selain pemberian obat minum dan obat oles, dokter mungkin akan melakukan prosedur medis tertentu guna menghilangkan kumis.
  • Elektrolisis

Elektrolisis adalah prosedur yang dilakukan dokter dengan memasukkan jarum kecil ke setiap folikel rambut. Kemudian, aliran listrik akan diberikan guna merusak folikel rambut dan menghambat pertumbuhannya.Selain mahal, prosedur ini dapat menimbulkan rasa sakit. Untuk hasil yang maksimal, elektrolisis perlu dilakukan beberapa kali.
  • Terapi laser

Terapi laser cocok dilakukan oleh wanita berkumis untuk merusak folikel rambut
Lakukan terapi laser beberapa kali untuk menghilangkan rambut di wajah dengan maksimal
Terapi laser adalah prosedur yang dilakukan dengan memanfaatkan sinar laser yang bertujuan untuk merusak folikel rambut dan menghambat pertumbuhan kumis atau rambut. Prosedur ini cukup mahal dan perlu dilakukan beberapa kali terapi guna mendapatkan hasil yang maksimal.Terapi ini menargetkan akar rambut sehingga menyebabkan rasa nyeri dan menimbulkan efek samping, seperti kulit kemerahan, bengkak, iritasi, terbakar, perubahan warna kulit, dan timbulnya jaringan parut.Pada beberapa wanita, terapi laser dapat menyebabkan pertumbuhan rambut kembali lagi.

Catatan dari SehatQ

Cewek berkumis tidak ada kaitannya dengan nafsu tinggi. Tumbuhnya kumis disebabkan oleh berbagai macam faktor, mulai dari genetik, perubahan hormon, hingga efek penggunaan obat tertentu.Tumbuhnya kumis yang disebabkan oleh faktor keturunan mungkin tidak membutuhkan pengobatan medis tertentu. Namun, untuk mengetahui apa penyebab pastinya, segera periksakan diri ke dokter.Terlebih apabila tumbuhnya kumis terlalu banyak dan mengganggu penampilan serta disebabkan oleh kondisi medis tertentu. Dengan demikian, Anda akan mendapatkan penanganan yang tepat oleh dokter sesuai penyebab kondisinya.
penyakithormonhormon sekspenyakit wanitakesehatan wanitapcos
Web Md. https://www.webmd.com/women/guide/hirsutism-hair-women
Diakses pada 4 Februari 2020
Family Doctor. https://familydoctor.org/condition/hirsutism/
Diakses pada 4 Februari 2020
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14523-excessive-hair-growth-hirsutism/management-and-treatment
Diakses pada 4 Februari 2020
American Family Physician. https://www.aafp.org/afp/2012/0215/p373.html
Diakses pada 14 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait