Meski Rasanya Pahit, Berikut 5 Manfaat Pare Bagi Kesehatan

Buah pare identik dengan rasa pahit, dan mempunyai bentuk khas lonjong dengan tekstur tidak rata
Meski pahit, manfaat paria atau pare baik untuk kesehatan

Siapa yang suka pare? Jenis sayur labu ini punya penggemar berat sekaligus pembenci karena rasanya yang pahit. Penampilan mentahnya pun tidak bisa dibilang cantik.

Untuk orang Indonesia, kita sering makan olahan pare sebagai sayuran pendamping somay hingga gado-gado. Nah, untuk Anda yang tidak hobi makanan yang pahit, baca dulu manfaat pare untuk kesehatan yang mungkin bisa merubah pendapat Anda tentang sayur yang satu ini.

Apa saja manfaat pare?

Meski pahit, pare menyimpan segudang manfaat untuk tubuh Anda.

1. Membantu menurunkan berat badan

Pare dapat membantu menurunkan berat badan. Selain memiliki kalori yang rendah, pare memiliki serat yang membantu Anda tetap merasa kenyang lebih lama.

Sebuah penelitian mendapati bahwa pare mampu meningkatkan pembakaran lemak dan mengurangi kadar lemak di perut. Akan tetapi, riset lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui manfaat pare dalam pembakaran lemak.

2. Menurunkan kadar gula darah

Manfaat pare dalam menurunkan kadar gula darah membuatnya sudah lama digunakan sebagai salah satu cara untuk mengatasi diabetes. Pare berfungsi dengan menstimulasi produksi insulin dan meningkatkan proses dicernanya gula dalam tubuh

Selain itu, pare juga mampu menurunkan kadar fruktosamin dalam tubuh yang dapat membantu Anda untuk mengatur kadar gula darah dalam jangka waktu yang panjang.

3. Mengurangi kolesterol

Manfaat pare yang satu ini masih membutuhkan riset lebih lanjut. Namun, menurut beberapa riset awal di tikus, pare ditemukan dapat menurunkan kadar kolesterol jahat LDL dan trigliserida.

Menurunkan kolesterol dapat mengurangi risiko Anda mengalami penyumbatan di pembuluh darah dan terkena penyakit jantung. Tidak ada salahnya dicoba kan?

4. Mengandung banyak nutrisi

Jangan salah, pare mengandung berbagai nutrisi yang baik untuk tubuh Anda! Pare menyimpan berbagai senyawa seperti vitamin C, vitamin A, folat, dan berbagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas.

5. Berpotensi mengatasi kanker

Manfaat pare untuk mengatasi kanker masih membutuhkan studi lebih lanjut, tetapi pare diyakini ampuh membunuh sel kanker di usus besar, nasofaring, perut, dan paru-paru.

Pare juga dipercaya mampu menghambat penyebaran dan pertumbuhan sel kanker payudara.

Efek samping dari pare

Tentunya, mengonsumsi suatu makanan secara berlebihan bisa mengundang efek yang tidak diinginkan. Anda bisa menikmati manfaat sayur pare secara aman jika mengonsumsinya dalam porsi yang secukupnya.

Mengonsumsi pare secara berlebih dapat menimbulkan efek samping, seperti pusing, muntah, sakit kepala, sakit perut, kembung, rasa tidak nyaman di perut, dan muntah.

Sayur labu ini juga sebaiknya tidak dikonsumsi oleh wanita yang sedang hamil dan bayi di bawah tiga bulan. Kemudian, bagi Anda yang sedang mengonsumsi obat penurun gula darah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengonsumsi pare. Ini karena adanya efek penurunan kadar gula darah ketika makan sayur ini.

Bagaimana cara mengolah pare?

Para ibu dan bapak yang hobi masak biasanya sudah punya cara jitu tertentu untuk mengolah pare supaya tidak terasa pahit. Kunci dari pengolahannya adalah dengan membersihkan pare dengan benar sebelum mengolahnya.

Pertama-tama, cuci pare terlebih dahulu sebelum memotongnya dan mengeluarkan biji-bijinya. Setelahnya, Anda dapat mengiris-ngiris pare sesuai dengan masakan yang ingin Anda siapkan. Salah satu cara yang banyak dilakukan untuk mengurangi rasa pahit adalah dengan mencuci pare dengan air garam sambil diremas ringan dan dibilas beberapa kali. Kemudian, Anda dapat mengonsumsi pare begitu saja, memanggang, mengukus, menggoreng, ataupun menumisnya.

Bila tidak ingin repot, Anda dapat membuat paria menjadi jus atau mengonsumsinya dalam bentuk suplemen yang dapat Anda temukan di apotek atau toko kesehatan.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/bitter-melon#section7
Diakses pada 24 Januari 2020

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3311063/
Diakses pada 24 Januari 2020

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/the-benefits-of-bitter-melon-88317#what-to-look-for
Diakses pada 24 Januari 2020

Artikel Terkait