Meski Pahit, Manfaat Brotowali untuk Kesehatan Sungguh Luar Biasa


Di Indonesia, manfaat brotowali sudah lama diakui. Tanaman ini kerap digunakan untuk membantu dalam mengobati malaria, mengurangi nyeri, hingga mengelola kadar gula darah. Namun brotowali tetap memiliki efek samping yang perlu Anda perhatikan.

(0)
18 Feb 2020|Rieke Saraswati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Manfaat tanaman brotowali bisa diperoleh dengan mengonsumsi suplemennyaTanaman brotowali bisa diekstrak dan diolah menjadi suplemen
Sebagian orang Indonesia sudah tak asing lagi dengan manfaat brotowali. Tanaman herbal ini sudah lama dimanfaatkan sebagai obat untuk mengatasi diabetes, hipertensi, dan sakit punggung.Manfaat brotowali bagi kesehatan pun telah teruji oleh sejumlah penelitian ilmiah. Tak hanya di Indonesia, negara lain pun banyak menggunakan tanaman dengan nama latin Tinospora crispa ini untuk mengobati beragam penyakit. Di Cina, manfaat brotowali dikenal bisa mengatasi memar, demam, dan kudis. Sedangkan di Bangladesh, batang brotowali dipakai untuk menangani gangguan usus, penyakit kuning, rematik, dan kusta. Lalu di Filipina, ekstrak daunnya didayagunakan dalam mengobati perut kembung, dispepsia, diare, serta rematik.

Apa itu brotowali?

Brotowali termasuk dalam keluarga tanaman Menispermiaceae. Tanaman ini banyak tumbuh di negara-negara Asia Tenggara dan bagian timur laut India. Tanaman dengan rasa pahit ini lebih menyukai tempat terbuka yang terkena sinar matahari langsung. Jadi tak heran bila Anda sering menemukannya ditanam di pekarangan rumah. 

Manfaat brotowali untuk kesehatan

Brotowali mengandung berbagai macam senyawa kimia. Mulai dari alkaloid, glikosida, pikroretosid, harsa, pikroretin, tinokrisposid, berberin, hingga palmatin.Zat-zat tersebut menjadikan brotowali sebagai tanaman yang dapat berkhasiat bagi kesehatan manusia. Beberapa manfaat brotowali yang telah dikaji oleh berbagai penelitian adalah sebagai berikut:
  • Menangani penyakit asam urat

Menangani penyakit asam urat adalah manfaat brotowali yang pertama. Brotowali sudah terkenal sebagai obat alternatif untuk mengatasi penyakit asam urat. Kebaikan ini berkat zat flavonoid dan alkaloid yang terkandung di dalamnya.Kedua zat tersebut diketahui dapat menghambat xanthine oxidase, yaitu enzim yang bertanggung jawab terhadap terbentuknya asam urat. 
  • Mengobati malaria

Zat tinokrisposid yang tersimpan dalam manfaat brotowali telah diteliti dan dapat membantu mengatasi malariaPada suatu riset, peneliti menginfeksi tikus dengan Plasmodium berghei, yakni salah satu jenis parasit penyebab malaria. Hewan ini kemudian diberi ekstrak brotowali untuk mengatasinya.Dari penelitian tersebut, ekstrak brotowali mampu menurunkan jumlah plasmodium dalam darah hewan tersebut. Riset ini berarti, manfaat brotowali sebagai obat antimalaria bisa dibuktikan.Lebih lanjut, pemberian konsentrasi ekstrak brotowali dalam jumlah besar dapat secara signifikan menurunkan jumlah plasmodium dalam darah tikus tersebut. 
  • Mengendalikan kadar gula darah

Manfaat brotowali selanjutnya adalah dapat membantu dalam mengelola kadar gula darah pada pengidap diabetes. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa tanaman ini mampu merangsang sekresi insulin dari sel beta. Selain itu, brotowali dapat meningkatkan penyerapan glukosa pada otot. Ini berarti, brotowali bisa menjadi salah satu obat alternatif bagi orang yang memiliki diabetes. 
  • Membantu dalam meredakan nyeri

Dalam sebuah penelitian, ekstrak batang brotowali menunjukkan potensi baik sebagai analgesik atau antinyeri. Itulah mengapa manfaat brotowali dipercaya dalam membantu redakan nyeri. Namun jumlah penelitian mengenai manfaat brotowali ini belum memadai, sehingga diperlukan studi lebih lanjut untuk membuktikannya secara akurat. 

Efek samping brotowali yang mungkin terjadi

Setelah mengenal berbagai manfaat brotowali di atas, kini saatnya Anda memahami juga efek sampingnya. Meskipun manfaat brotowali yang beragam itu dipercaya ampuh tangani penyakit-penyakit tertentu, Anda tetap harus berhati-hati. Pasalnya, tanaman ini juga dapat memicu efek samping. 
  • Pada ibu hamil dan menyusui

Untuk ibu hamil dan menyusui, penggunaan brotowali sebagai obat tidak disarankan sama sekali. Kenapa?Masalahnya, belum ada penelitian yang cukup mengenai keamanan konsumsi brotowali selama masa kehamilan maupun menyusui. 
  • Pada pengidap penyakit autoimun

Anda yang memiliki penyakit autoimun juga perlu waspada. Misalnya, multiple sclerosis, lupus, rheumatoid arthritis, dan lainnya.Brotowali dapat membuat sistem kekebalan makin aktif. Jika ini terjadi, gejala penyakit Anda bisa saja makin parah. Karena itu, ada baiknya Anda menghindari konsumsi tanaman pahit ini. 
  • Pada pengidap diabetes

Seperti yang telah disebutkan di atas, manfaat brotowali bisa untuk mengendalikan kadar gula darah. Karena itu, tanaman ini baik digunakan oleh pengidap diabetes.Namun penggunaan brotowali tetap harus dicermati. Pengidap diabetes yang memakainya perlu rutin memantau kadar gula darah dan mengatur dosisnya bersama dokter agar sesuai dengan obat antidiabetes yang Anda gunakan.Dari segi keamanan, penggunaan brotowali hanya disarankan untuk jangka pendek. Pasalnya, efek dari penggunaan jangka panjangnya (lebih dari 8 minggu) belum diketahui secara pasti. Manfaat brotowali bagi kesehatan memang beragam dan sebagian telah terbukti secara klinis. Namun ada baiknya Anda senantiasa berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan suplmen appapun, termasuk brotowali.Dengan konsultasi ke dokter, khasiat brotowali bisa Anda dapatkan secara optimal dan aman, sehingga tidak merugikan kesehatan Anda.
diabetesasam uratpenyakit autoimunhidup sehattanaman obat
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4800188/
Diakses pada 17 Februari 2020
Research Gate. https://www.researchgate.net/publication/286001850_The_Significance_of_Tinospora_crispa_in_Treatment_of_Diabetes_Mellitus
Diakses pada 17 Februari 2020
Medical Journal of Lampung University. https://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/view/608/612
Diakses pada 17 Februari 2020
Jurnal Online Universitas Gadjah Mada.
https://jurnal.ugm.ac.id/TradMedJ/article/view/10672/8097
Diakses pada 17 Februari 2020
WebMD. https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-1157/tinospora-cordifolia
Diakses pada 17 Februari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait