Meski Pahit, Ada Banyak Manfaat Jus Pare bagi Kesehatan

Manfaat jus pare cukup beragam, mulai dari menurunkan gula darah hingga menutrisi ASI
Jus pare punya banyak manfaat

Meski rasanya yang pahit, pare ternyata menyimpan beragam manfaat yang manis untuk tubuh Anda. Sayuran ini juga dapat dikonsumsi sebagai jus yang tidak kalah menyehatkan.

Segelas jus pare mengandung 16 kalori, 2 gram serat, 1 gram protein, 3 gram karbohidrat, dan hanya 0,2 gram lemak. Vitamin C juga ada dalam jus ini, yang kandungannya mencapai 95 persen dari asupan harian yang disarankan.

Tidak hanya itu, pare juga mengandung 17 persen folat, 6 persen kalium, 10 persen zinc, dan 4 persen vitamin berdasarkan asupan harian yang disarankan. Melalui ragam nutrisi inilah, jus pare punya banyak manfaat untuk tubuh.

Ragam manfaat jus pare

Jus pare mengandung cukup banyak vitamin C, yakni antioksidan yang berperan dalam peningkatan kekebalan tubuh, penyembuhan jaringan, serta kesehatan otak. Vitamin A dalam pare juga dapat membantu Anda menjaga kesehatan kulit dan penglihatan.

Tak cukup sampai di situ, berikut ini adalah beberapa manfaat jus pare lainnya yang menarik untuk Anda ketahui.

1. Membantu menurunkan berat badan

Selain rendah kalori, pare juga mengandung serat yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kelancaran dan kesehatan pencernaan Anda.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi pare bermanfaat dalam menurunkan berat badan dan membakar lemak.

Serat yang terkandung di dalam pare akan melewati sistem saluran pencernaan dengan sangat lambat sehingga membantu Anda untuk mengurangi nafsu makan dan membuat Anda kenyang lebih lama.

2. Membantu menurunkan kadar gula dalam darah

Studi menunjukkan bahwa mengonsumsi sekitar 2.000 mg pare setiap harinya dapat membantu seseorang untuk menurunkan hemoglobin A1c dan kadar gula darah.

Selain itu, pare juga dipercaya dapat membantu sekresi insulin. Insulin sendiri merupakan hormon yang bertanggung jawab dalam mengatur kadar gula darah. Hal inilah yang membuat pare sering dikaitkan dengan diabetes.

3. Berpotensi melawan kanker

Setelah berguna untuk diabetes, pare disebut berpotensi membantu melawan kanker. Tes laboratorium menunjukkan bahwa konsumsi ekstrak pare dapat menghentikan sel-sel kanker melakukan replikasi. Tes ini juga menunjukkan bahwa pare berpotensi efektif dalam mencegah penyebaran kanker.

Meski demikian, temuan ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan keabsahannya.

4. Menjaga kesehatan kulit

Jus pare turut bermanfaat untuk kecantikan, salah satunya untuk menjaga kesehatan kulit. Pasalnya, pare mengandung antioksidan, vitamin C, dan provitamin A yang bagus untuk proses penyembuhan luka dan penting untuk kesehatan kulit.

5. Menambah nutrisi pada ASI

Kabar baik bagi para ibu menyusui, pare mengandung asam folat, serat, vitamin A, vitamin C, dan serat yang dapat menambah nutrisi dalam ASI.

Tak hanya itu, pare juga dipercaya dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan mampu menurunkan risiko penyakit kardiovaskuler terkait diabetes.

Efek samping mengonsumsi pare

Pare umumnya aman dikonsumsi oleh manusia. Meski begitu, pada kondisi tertentu, beberapa efek samping bisa muncul, seperti sakit perut, pusing, dan kembung.

Selain itu, wanita hamil dan mereka yang sedang mengonsumsi obat penurun gula darah juga tidak dianjurkan untuk meminum jus pare.

Itulah beberapa potensi manfaat jus pare yang bisa Anda dapatkan dari mengonsumsinya. Meski beberapa manfaat di atas masih memerlukan penelitian lebih lanjut, tidak ada salahnya untuk mencoba jus ini.

Apabila Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, pastikan Anda mengonsultasikan konsumsi jus pare terlebih dulu ke pada dokter

Healthline
https://www.healthline.com/nutrition/karela-juice
https://www.healthline.com/nutrition/bitter-melon#section2
https://www.healthline.com/health/diabetes/bitter-melon-and-diabetes#health-benefits
Diakses 29 April

Verywell health
https://www.verywellhealth.com/the-benefits-of-bitter-melon-88317
Diakses 29 April

Medical news today
https://www.medicalnewstoday.com/articles/327463#An-ancient-remedy-coming-to-light-again
Diakses 29 April

NCBI
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25623883
Diakses 29 April

Artikel Terkait