Meski Manis, Waspadai Bahaya Air Tebu bagi Tubuh Anda


Air tebu mengandung kadar gula yang tinggi. Gula darah dapat meningkat setelelah mengonsumsinya. Inilah bahaya air tebu apabila dikonsumsi terlalu sering.

(0)
16 Dec 2020|Azelia Trifiana
Air tebu mengandung gula yang tinggiAir tebu mengandung gula yang tinggi
Minuman dengan kandungan gula terlalu tinggi tidak disarankan tak hanya bagi penderita diabetes, tapi juga untuk orang normal. Inilah yang menjadi bahaya air tebu apabila dikonsumsi terlalu sering.Memang benar di dalam air tebu terdapat banyak antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh. Namun di saat yang sama, kandungan gulanya cukup tinggi. Artinya, penderita diabetes atau orang yang sedang menjaga kadar gula darah sebaiknya memilih alternatif lain.

Kandungan dalam air tebu

sendok gula
Satu gelas air tebu setara 12 sendok gula
Rupanya, air tebu juga digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi berbagai penyakit. Contohnya seperti penyakit ginjal, hati, dan lainnya. Bahkan, ada yang menganggap air ini bermanfaat bagi penderita diabetes.Namun jangan langsung menganggapnya aman karena di dalamnya terdapat 13-15% sukrosa. Dalam 1 gelas atau 240 ml air tebu, terdapat kandungan berupa:
  • Kalori: 183
  • Protein: 0 gram
  • Lemak: 0 gram
  • Gula: 50 gram
  • Serat: 0-13 gram
Artinya, dalam 1 gelas air tebu terdapat 50 gram gula, setara dengan 12 sendok teh gula. Padahal, batasan konsumsi gula setiap harinya untuk laki-laki dewasa adalah 9 sendok teh, sementara perempuan adalah 6 sendok teh.Lebih jauh lagi, meski air tebu memiliki indeks glikemik rendah, beban glikemik (glycemic load) di dalamnya termasuk tinggi. Jika indeks glikemik mengukur seberapa cepat makanan atau minuman berdampak pada gula darah, beban glikemik mengukur jumlah total kenaikan gula darah.Artinya, masih ada kemungkinan besar minuman ini berdampak pada kadar gula darah seseorang. Bahkan, beban glikemik memberikan gambaran lebih akurat bagaimana dampak konsumsi air tebu terhadap gula darah.

Penderita diabetes hindari air tebu

Tak hanya orang normal yang sedang menjaga gula darah saja yang perlu menghindari konsumsi air tebu, penderita diabetes pun harus memilih jenis minuman lain. Kandungan gula yang begitu masif sangat berbahaya membuat kadar gula darah melonjak tajam.Memang ada klaim bahwa ekstrak tebu mengandung polifenol yang membantu pankreas memproduksi lebih banyak insulin. Ini adalah hormon yang mengendalikan kadar gula darah seseorang. Meski demikian, riset ini masih perlu observasi lebih lanjut dan tidak serta merta berarti aman bagi penderita diabetes.Alternatif lain yang lebih aman adalah:Beberapa jenis minuman di atas tetap bisa menjadi alternatif air putih, tanpa menyebabkan kadar gula darah melonjak drastis. Penderita diabetes harus benar-benar disiplin memilah apa saja yang dikonsumsi.

Manfaat lain air tebu

Di dalam olahan ekstrak air tebu, sebanyak 70-75% adalah air, 10-15% serat, dan 13-15% gula dalam bentuk sukrosa. Ini adalah jenis gula yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia.Di dalam air tebu, terdapat sumber antioksidan berupa fenol dan flavonoid. Inilah yang membuat banyak orang mengklaim minuman ini cukup menyehatkan.Selain itu, mengingat air tebu tidak melewati terlalu banyak proses seperti halnya minuman dengan pemanis tambahan lainnya, kadar vitamin dan mineralnya tetap utuh.Air tebu juga memiliki elektrolit seperti potasium yang bisa memuaskan dahaga. Dalam sebuah studi terhadap 15 atlet sepeda, jus tebu sama efektifnya seperti minuman isotonik dalam menuntaskan rasa haus para atlet. Meski demikian, kadar gula darah atlet tercatat melonjak setelah mengonsumsi jus tebu.Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang minuman dengan kadar gula aman bagi penderita diabetes maupun orang normal, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di .
diabeteshidup sehatpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/sugarcane-juice-diabetes
Diakses pada 30 November 2020
Asian Journal of Sports Medicine. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3880661/
Diakses pada 30 November 2020
PubMed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26009693/
Diakses pada 30 November 2020
PubMed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19704096/
Diakses pada 30 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
0

Artikel Terkait