Meski Langka, Sarkoma Adalah Kanker Ganas yang Kerap Tak Terdeteksi

(0)
18 Jul 2020|Azelia Trifiana
Sarkoma adalah sel kanker ganas yang pandai menyamarSarkoma merupakan sel kanker yang dapat menyamar
Sarkoma punya julukan sel kanker ganas yang pandai menyamar. Tak hanya itu, sarkoma adalah sel kanker yang bisa muncul di bagian tubuh mana pun karena berkembang di jaringan ikat atau tulang. Kemungkinan kesembuhan bergantung pada jenis sarkoma yang dialami serta seberapa parah kondisinya ketika pertama kali didiagnosis.Sarkoma bisa menyebar ke jaringan lain di tubuh ketika bagiannya terpecah. Sel yang “kabur” ini bisa mengenai liver, paru-paru, otak, dan organ tubuh penting lainnya. Sarkoma bisa mengancam nyawa terutama jika sudah menyebar ke jaringan lain.

Mengenal sarkoma

Sarkoma bisa berkembang di tulang atau jaringan lunak, termasuk:
  • Pembuluh darah
  • Saraf
  • Tendon
  • Otot
  • Lemak
  • Jaringan fibrosa
  • Lapisan dalam kulit
  • Area persendian
Dibandingkan dengan tumor ganas seperti karsinoma, sebenarnya sarkoma lebih jarang terjadi. Sarkoma jaringan lunak paling sering ditemukan di kaki atau tangan. Meski demikian, terkadang sarkoma juga ditemukan di organ dalam, kepala, leher, punggung, dan bagian belakang rongga abdomen.Berdasarkan tempat berkembangnya sarkoma, ada 4 kategorisasinya yaitu:
  • Liposarkoma: di lemak
  • Leiomiosarkoma: di otot polos organ dalam
  • Rhabdomiosarkoma: di otot rangka
  • Gastrointestinal stroma: di saluran pencernaan
Jenis sarkoma yang paling kerap terjadi pada anak-anak dan remaja  adalah rhabdomiosarkoma. Otot rangka yang bisa terdampak adalah di lengan, tungkai, kepala, leher, dada, perut, dan kandung kemih. Selain keempat kategori di atas, masih ada banyak lagi jenis sarkoma bergantung pada jaringan lunak yang terdampak.

Gejala sarkoma

Pada tahap awal, gejala sarkoma bisa tidak terdeteksi sama sekali. Pada beberapa kasus, gejala paling awal adalah muncul benjolan di tungkai atau lengan. Namun jika sarkoma berkembang di perut, bisa saja tidak terdeteksi hingga ukurannya cukup besar dan menekan organ lain di dalam perut.Gejala sarkoma adalah hal yang sangat berkaitan dengan area tubuh yang terserang. Jika berkembang di paru-paru, maka penderitanya akan merasakan nyeri dada atau kesulitan bernapas.Selain itu, jika sarkoma berupa penyumbatan usus, maka proses cerna bisa terhambat karena usus tertekan. Gejala lain bisa berupa feses yang berwarna gelap atau berdarah.

Penyebab sarkoma

Umumnya penyebab sarkoma jaringan lunak tidak teridentifikasi kecuali jenis sarkoma Kaposi. Ini adalah kanker yang menyerang sel-sel pelapis saluran dan kelenjar getah bening hingga pembuluh darah. Penyebab sarkoma Kaposi adalah human herpes virus (HHV-8) dan rentan menyerang orang dengan sistem imun menurun.Untuk sarkoma yang menyerang organ lain, beberapa faktor risikonya adalah:

1. Faktor genetik

Beberapa orang menurunkan mutasi DNA yang membuat mereka lebih rentan terinfeksi sarkoma jaringan lunak. Kondisinya seperti:
  • Sindrom nevus sel basal
  • Retinoblastoma
  • Li-Fraumeni syndrome
  • Gardner’s syndrome
  • Neurofibromatosis
  • Tuberous sclerosis
  • Werner’s syndrome

2. Paparan zat beracun

Orang yang terpapar zat beracun seperti dioxin, vinyl chloride, dan arsenik dalam dosis tinggi juga rentan mengalami sarkoma. Selain itu, herbisida yang mengandung asam phenoxyacetic juga ikut meningkatkan faktor risiko.

3. Paparan radiasi

Paparan terapi radiasi untuk menangani kanker payudara, prostat, atau limfoma juga bisa meningkatkan risiko seseorang terjangkit sarkoma. Jadi, perlu diingat bahwa orang yang menjalani prosedur pengobatan terapi radiasi juga berisiko mengalami kanker lain yang tidak berhubungan.

Cara mengatasi sarkoma

Diagnosis awal sarkoma adalah ketika tumornya menjadi kian besar. Biasanya, ini yang terjadi karena jarang menunjukkan gejala pada awal pertumbuhan tumor. Sayangnya, ketika tumor sudah berukuran semakin besar, kemungkinan telah menyebar ke jaringan dan organ lain dalam tubuh.Dokter juga akan melihat riwayat medis keluarga, apakah ada yang pernah menderita kanker langka tertentu. Langkah-langkah untuk diagnosis seperti:
  • Imaging

Dokter akan mempelajari lokasi tumor lewat X-ray atau CT scan. Pada prosedur CT scan, dokter juga bisa menyuntikkan substansi berupa kontras sehingga tumor lebih mudah dan jelas terlihat. Tak hanya itu, bila diperlukan dokter akan meminta MRI, PET scan, atau ultrasound.
  • Biopsi

Biopsi atau mengambil sampel kecil dari tumor juga perlu dilakukan untuk mendapatkan diagnosis apakah tumor ini jinak atau ganas. Selain itu, juga akan dilakukan rangkaian pemeriksaan seperti immunohistochemistry dan analisis cytogenic.
  • Menentukan stadium

Menentukan stadium atau staging akan dilihat berdasarkan ukuran, keganasan, dan penyebarannya. Stadium ini mulai dari 1A, 1B, 2A, 2B, 3A, dan 4.Dari sini, dokter akan menentukan langkah penanganan medis yang diperlukan, seperti:
  • Operasi mengangkat sel tumor dan jaringan sekitarnya
  • Kemoterapi
  • Terapi radiasi
Sarkoma yang terdeteksi pada tahap awal tentu jauh lebih mudah ditangani ketimbang tahap 4. Contohnya tumor kecil di lokasi yang mudah diakses akan lebih mudah diangkat lewat prosedur operasi. Faktor lain seperti kondisi kesehatan, usia, pernahkah mengalami tumor sebelumnya juga turut berkontribusi terhadap kemungkinan kesembuhan.
penyakitkankersarkoma jaringan lunak
Healthline. https://www.healthline.com/health/rhabdomyosarcoma
Diakses pada 5 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sarcoma/symptoms-causes/syc-20351048#:~:text=Sarcoma%20is%20a%20type%20of,tissues%20(soft%20tissue%20sarcoma).
Diakses pada 5 Juli 2020
WebMD. https://www.webmd.com/cancer/sarcoma
Diakses pada 5 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait